Dear All,

sama mengucapkan selamat juga buat Nancy dan keluarga.
aku sendiri secara pribadi terharu juga.....ada orang
kita yang bisa sesukses pak Prajogo (Phan Jung
Phen..Phen Suk).
dulu pernah jumpa beliau waktu marriednya anak Pak TP.
Rachmat di JHCC. tapi sayang belum bisa bertegur sapa
dengan beliau.
mungkin Permasis bisa adakan acara jumpa dengan beliau
untuk sekedar ingin berjumpa dan berdiskusi.

terima kasih sebelumnya.
yans Pui




--- Hendy Lie <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Saya mengucapkan Selamat Berbahagia untuk Nancy,
> putri dari Bapak Prayogo
> Pangestu (Ketua Kehormatan Abadi PERMASIS
> <http://www.permasis.org>). Semoga
> pernikahannya langgeng selamanya.
> 
> Salam,
> Hendy Lie
> 
> 
>
http://www.tempointeraktif.com/hg/mbmtempo/arsip/2008/02/25/EB/mbm.20080225.eb7.id.html
> 
> Edisi. 01/XXXVII/25 Februari - 02 Maret 2008
> Ketika Prajogo Mantu
> 
> Tiga menteri dan ratusan pengusaha kakap hadir di
> Singapura. Total aset
> mereka satu triliun dolar, ujar seorang konglomerat.
> Ada berlian 100 karat
> seharga 35 juta dolar.
> LAGU Popsicle Toes dari penyanyi smooth jazz Michael
> Franks mengalun
> lamat-lamat. Suara lembut itu akhirnya terbenam
> dalam riuhnya percakapan
> sekitar 600 hadirin yang mengisi penuh semua kursi
> dalam formasi meja bundar
> di Ballroom Hotel The Ritz-Carlton Millennia,
> Singapura. Sabtu malam dua
> pekan lalu itu, mereka datang di pesta perkawinan
> putri taipan Prajogo
> Pangestu, Nancy, yang dipersunting pria Prancis,
> Nicolas Tabardel.
> 
> Sebuah big-band tiba-tiba menghentakkan musik
> pembuka acara. Sorot lampu
> benderang di panggung lalu terfokus pada para
> musikusnya-sejumlah pria bule.
> Hadirin terkesiap, lalu memberi aplaus ketika master
> of ceremony membuka
> perhelatan megah dengan sejumlah kristal raksasa
> yang menggantung di atap
> ruang pesta itu. Di tengah setiap meja terpajang
> tonggak warna emas dan
> perak berhiaskan lilin dan kembang sedap malam.
> 
> Salad lobster, sup porcini, daging wagyu kelas satu,
> yang diselipi jamur dan
> tomat, disajikan berurutan dalam cara hidang
> rijstafel. Pesta bernuansa
> Barat dalam suasana Imlek itu-banyak perempuan yang
> mengenakan busana
> cheongsam-diselingi toast para tamu. "Untuk
> kebahagiaan mempelai berdua,
> mari kita bersulang...," teriak sang pembawa acara.
> Lalu, triiing...
> gelas-gelas berisi anggur kelas wahid Dom Perignon
> saling beradu. Hadirin
> bertepuk-tangan.
> 
> Glamor di seberang Teluk Singapura ini hanya bisa
> tertandingi oleh kenduri
> perkawinan berlian Liem Sioe Liong atau Sudono
> Salim. Pria kelahiran Fukien,
> Cina, hampir 92 tahun silam ini adalah pendiri
> kerajaan bisnis Grup Salim,
> yang pernah berpuluh tahun bertengger di puncak
> tangga orang terkaya di
> Indonesia. Om Liem merayakan pesta usia
> perkawinannya yang ke-60 itu di
> Shangri-La Island Ballroom, Hotel Shangri-La, di
> kawasan mentereng Orchard
> Road, Singapura, April 2004.
> 
> Saat itu hadirin betul-betul mendapat perlakuan
> istimewa. Mereka-umumnya
> saudagar besar dan bekas pejabat era Orde
> Baru-dijemput khusus dengan
> pesawat Singapore Airlines. Tampak mantan Menteri
> Penerangan Harmoko, eks
> Menteri Sekretaris Negara Moerdiono, bekas Menteri
> Transmigrasi Siswono
> Yudhohusodo, dan mantan Ketua DPR Akbar Tandjung.
> Ratusan pebisnis yang
> namanya berkibar belakangan setelah Soeharto lengser
> ikutan hadir, semisal
> Harry Tanoesoedibjo dari Bhakti Investama dan
> Chaerul Tanjung, bos Bank Mega
> dan Trans TV (Tempo, 25 April 2004).
> 
> 
> 
> Prajogo Pangestu, 64 tahun, menyambut tetamunya
> dengan berpidato memakai
> teks dalam bahasa Indonesia aksen Mandarin. Bos
> Barito Pacific yang dalam
> dua tahun terakhir namanya masuk daftar majalah
> Forbes Asia, sebagai 20
> besar orang terkaya di Indonesia ini menyinggung
> sebuah kisah lama, saat si
> kecil Nancy dilepas belajar ke Singapura meski belum
> genap berusia empat
> tahun. Mata Nancy berkaca-kaca. Nicolas lalu
> didaulat menyanyikan My Way,
> yang biasa dilantunkan oleh Frank Sinatra.
> 
> Daya pikat pesta tak sebatas lagu-lagu nostalgia,
> kristal, semerbak bunga
> dan kaviar hitam dari Laut Kaspia, tapi juga pada
> seonggok benda gemerlap
> yang menggelayut di dada istri Prajogo, Herlina
> Tjandinegara. Tengoklah
> liontin putih yang terus-menerus berkilau
> "mengganggu" pandangan mata itu.
> Ups! ternyata berlian super-langka seberat 100
> karat, sebesar jempol kaki
> orang dewasa, salah satu yang terbesar di dunia
> yang, konon, dibeli pada
> 1990 di Amerika. "Ini memang investasi saya," kata
> Prajogo. Harganya? Sang
> taipan hanya tersenyum. Tapi ada yang menaksir
> "cuma" US$ 35 juta atau
> sekitar Rp 300 miliar.
> 
> Tak berlebihan kalau ada yang berbisik bahwa inilah
> pesta taipan terbesar di
> awal Tahun Tikus. Tengoklah pula tamu-tamu yang
> hadir di sana. Di meja
> sentral, yang berseberangan dengan tempat sahibul
> hajat, duduk Menteri
> Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal "Ical"
> Bakrie, Menteri Perdagangan
> Mari E. Pangestu dan Menteri Kehutanan M.S. Ka'ban.
> Bersama bekas Menteri
> BUMN Tanri Abeng, mereka mengapit Madame Ho Ching,
> CEO Temasek Holdings,
> yang juga istri PM Singapura Lee Hsien Loong.
> 
> Sang Madame yang tahun lalu dijuluki majalah Time
> sebagai satu dari 100
> orang berpengaruh di dunia, rupanya betah duduk
> hampir lima jam hingga acara
> usai. "Pestanya luar biasa dan menyenangkan bisa
> bertemu banyak orang," kata
> Ho Ching. Semula ia bakal disandingkan dengan mantan
> Presiden Megawati dan
> Taufik Kiemas, namun mendadak Taufik kurang sehat
> sehingga batal hadir. Ia
> mengirim putrinya, Puan Maharani. Sedangkan Wakil
> Presiden Jusuf Kalla
> "mengutus"
> kerabatnya, Aksa Mahmud, bos Bosowa Grup. Solihin
> Kalla, putra JK, ikut pula
> meramaikan pesta.
> 
> Ratusan pengusaha terkemuka juga hadir. Dua
> konglomerat yang moncreng dan
> menjadi andalan di masa Orde Baru, Sudwikatmono dan
> Ibrahim Risjad, tampak
> hadir hingga acara usai. Keduanya bersama Liem Sioe
> Liong dan Djuhar Sutanto
> dijuluki The Gang of Four. Sayang, Om Liem batal
> hadir. "Karena flu berat,"
> kata seorang panitia. Bos besar yang berpuluh tahun
> menjadi orang terkaya di
> Tanah Air itu diwakili putranya, Anthony Salim, CEO
> Salim Grup. Di kursi
> para taipan kawakan ini bergabung pula William
> Soeryadjaya, yang mulai uzur
> dan menggunakan kursi roda.
> 
> Nama-nama beken yang akrab menghiasi majalah Fortune
> dan Forbes juga tampak.
> Ada keluarga grup Sinar Mas, Djarum (Budi Hartono),
> Sampoerna, Raja Garuda
> Mas (Sukanto Tanoto), Wings (Eddy William Katuari),
> Berca (Murdaya Po dan
> Hartati Murdaya), Mukmin Ali Gunawan, bos Panin
> Bank, Sugianto Kusuma atau
> Aguan, bos Artha Graha Grup, bahkan chairman Charoen
> Pokphand, Summet
> Jiaravanon. Dari bos media tampak Chaerul Tanjung
> (Trans TV), Surya Paloh
> (Metro TV), Peter F. Gontha (Q TV). "Saya datang
> karena Prajogo memang
> hopeng (kawan) sejak lama," kata Peter.
> 
> Seorang taipan lalu berbisik, kalau ditotal, ini
> adalah pesta saudagar besar
> yang mempunyai aset senilai satu triliun dolar-kalau
> dikurskan ke rupiah
> menjadi lebih dari Rp 9.000 triliun! Nilai ini
> hampir setara dengan 12 kali
> APBN kita atau sekitar 3.000 kali pendapatan asli
> daerah terkaya di
> Indonesia, Kabupaten Kutai Kertanegara. Tanri Abeng,
> bekas CEO Bakrie
> Brothers, ikut mengangguk. Maka itulah, "Wah, kalau
> terjadi sesuatu di sini,
> kita bisa repot hehe," kata Tanri.
> 
> Coba saja dikalkulasi. Temasek, perusahaan investasi
> milik 
=== message truncated ===



      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 

Kirim email ke