Dear Ikin
Memang susah mengharapkan penjelasan dari seseorang yg
memiliki latar belakang yg berbeda, walau dia seorang
pejabat pariwisata. Sudah saatnya pemkot mengangkat 
seorang staf yg memiliki kemampuan berbahasa inggris dan 
mandalin serta menguasai seluk beluk kebudayaan tionghua,
melayu atau dayak. Gimana? Masih berani mimpi no.2 sete
lah Bali?


Salam.









--- In [email protected], "United Singkawang" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> ---------- Forwarded message ----------
> From: ikin <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: 2008/3/3
> Subject: United Singkawang Feedback
> 
> <[EMAIL PROTECTED]>
> Pesan:
> 
> pertanyaan ini tidak bagus n menggelikan barang kali.
> jika saya seorang turis asing misalnya, saaat perayaan cap go me 
saya datang
> untuk menyaksikan atraksi para tatung. lalu karena kurang paham 
arti"
> tatung" itu lalu saya bertanya pada pejabat di dinas kebudayaan dan
> pariwisata.
> pertanyaannya saya:
> 1. apakah tindakan saya itu benar?
> 2. jawaban yang diberikan tidak memuaskan bahkan rancu. malahan 
pejabat
> dinas memerintahkan saya untuk bertanya kepada bpk moridjan, sebab 
beliau
> bilang ia lebih tau. apakah tindakan pejabat dinas itu benar? lalu 
dimana
> rasa tanggungjawabnya sebagai dinas kebudayaan yang seharusnya 
mengerti
> tentang seluk beluk kebudayaan setempat apalagi yang 
namanya "Tatung" kan
> telah lama ada di singkawang ini. jadi kalo begitu percuma aja ada 
dinas
> kebudayaan ya?
> 3. gimana kalo dinas kebudayaan itu ditutup saja? kan mubajir, ga 
bisa kerja
> n ga tau apa2 to.
> sebelumnya maaf ne. n mohon jawabannya kirimkan ke Email saya
>


Kirim email ke