http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=154272
*Jumat, 21 Maret 2008* *Libur 2 Hari Kota Singkawang Sepi * *Gaet Kunjungan, Bikin Acara Spesial* *Singkawang,-* Menyambut hari libur nasional keagamaan, Kamis (20/3) yang ditetakan sebagai hari Maulid Nabi Muhammad SAW dan Jumat (21/3) sebagai hari Wafat Isa Almasih, Kota Singkawang tampak lengang. Aktivitas yang biasanya cukup ramai, tak lagi terlihat disejumlah sudut kota. Warga lebih memilih untuk mengisi liburan ke sejumlah tempat wisata yang terdapat diluar kota. Sementara, pengawai negeri sipil yang berasal dari luar kota seperti Pontianak, Mempawah dan lainnya memilih pulang kampung. Sebab, Senin pekan depan aktivitas rutin akan kembali dilaksanakan. Pantauan Pontianak Post di lapangan, Kamis pagi hingga sore suasana jalan protokol Jalan Diponegoro yang biasanya ramai, saat liburan tampak sepi. Kendaraan yang melintas tak seperti biasanya. Padahal biasanya sering dijadikan sebagai tempat "cuci mata" oleh ABG. Sementara itu kesibukan ditempat perbelanjaan juga turut sepi. Bahkan sejumlah toko lebih memilih tutup atau pun buka hanya setengah hari. Yuni, salah seorang penjaga toko, berpendapat sepinya pasar kemungkinan besar dikarenakan liburan yang agak lama terutama bagi para PNS. Masyarakat memanfaatkan waktu libur untuk pergi ke tempat wisata dan pulang kampung. Apalagi ditempat wisata menyuguhkan sejumlah acara tambahan untuk menarik perhatian pengunjung. Awal liburan suasana pasar Singkawang menjadi sepi, warga lebih memilih berwisata bersama keluarga. Yunus, salah seorang warga mengatakan, liburan dimanfaatkan dia untuk berkumpul bersama keluarga. Dikatakan Yunus, dia mengunjungi tempat wisata pantai merupakan tempat yang paling disukai untuk melepas lelah, juga untuk berkumpul bersama-sama keluarga. Sebab di hari-hari biasa disibukkan dengan urusan pekerjaan. Sedangkan warga lainnya Pramana Ponjianto mengatakan bahwa hal tersebut berbeda dengan daerah-daerah lain. Dimana hari libur selama empat hari (plus Sabtu dan Minggu) dimanfaatkan sebagian besar warga untuk sekadar pulang kampung. ''Apalagi menjelang sembahyang kubur. Banyak warga yang memanfaatkan kesempatan itu,'' ujarnya saat ditemui kemarin. Lajang yang sekolah di Jakarta itumengaku kaget begitu masuk ke Singkawang, dan sebagai kota wisata andalan di Kalbar itu ternyata sepi-sepi saja saat liburan dua hari seperti ini. Hal ini tentu bertolakbelakang saat Imlek dan Cap Go Meh. Boleh dibilang selama setengah bulan kota Singkawang selalu ramai. Dia menilai kalau pemkot dan mereka yang bergerak di bidang pariwisata kurang promosi. Harusnya saat libur meski cuma dua hari harus ada promosi dan persiapan untuk menggaet wisatawan masuk ke sini, jelasnya. Bikin acara hingga mereka yang datang ke Singkawang sudah ada tujuan hendak menghabiskan liburannya kemana, jelasnya lagi. (zrf)
