http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=154856

*Sabtu, 29 Maret 2008*
*Kemiskinan Butuh Penanganan Serius
*
*Selakau,-*  Masalah kemiskinan sangatlah kompleks. Oleh karena itu untuk
mempercepat jalannya pembangunan persoalan kemiskinan perlu ditangani dengan
serius.

"Dampak dari kemiskinan menimbulkan berbagai persoalan sosial, seperti
penipuan, kekerasan dan lainnya," kata Widya Ningsih Spd, aktifis wanita
Kabupaten Sambas kepada Pontianak Post kemarin.

Menurut dia, saat ini kebutuhan hidup semakin tingi, jumlah penduduk semakin
bertambah, tapi tak sebanding dengan peningkatan lapangan kerja. Ini menjadi
salah satu faktor kemiskinan yang dialami setiap kota se-Indonesi bahkan di
dunia, khususnya negara berkembang.

Kemiskinan, lanjut wanita yang biasa disapa Widya ini, tak hanya menjadi
potret pedesaan, akan tetapi juga menjadi masalah serius di perkotaaan.
Potret kemiskinan yang terjadi di berbagai kota termasuk di Kabupaten Sambas
saat sekarang dengan mudah ditemukan.

"Persoalan kemiskinan harus menjadi pembahasan serius oleh segenap elemen
pemerintah dan masyarakat dalam setiap kesempatan. Berbagai upaya
penanggulangan program kemiskinan itu harus segera dituntaskan. Jangan hanya
menunggu," kata dia

Untuk mengangkat persoalan kemiskinan tersebut, salah satu solusi yang bisa
dilakukan adalah pemberdayaan sektor usaha kecil dan menengah yang
berwawasan informasi dan teknologi. Kemiskinan merupakan persoalan kompleks
yang dipengaruhi berbagai faktor yang saling terkait. Antara lain tingkat
pendidikan, kesehatan, pendapatan (ekonomi), akses terhadap barang dan jasa,
lokasi geografi, gender dan kondisi lingkungan.

"Oleh karena itu, upaya penanggulangan kemiskinan memerlukan pemahaman yang
komprehensif terhadap hakikat dan penyebab kemiskinan itu sendiri," ucapnya.


Lebih lanjut, Widya juga mengatakan, kemiskinan adalah kondisi dimana
seseorang atau sekelompok orang laki-laki atau perempuan tidak terpenuhi
hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang
bermartabat. "Definisi tentang kemiskinan ini bertitik tolak pada pendekatan
berbasis hak yang mengakui bahwa masyarakat miskin memiliki hak-hak dasar
yang sama dengan anggota masyarakat lainnya yang tidak miskin," ungkapnya
seraya berharap masalaha kemiskinan di Kalbar dan di Kabupaten Sambas bisa
segera dituntaskan. (bdi)

Kirim email ke