Kisah ini saya kutip dari bukunya si jabrik,Kafi Kurnia. 
Barangkali ada manfaatnya.

Sebuah perusahaan sepatu mengirim 2 salesman terbaiknya
ke sebuah negara terpencil di Afrika. Ketika tiba di 
negara tsb,kedua duanya terheran heran,karena rupanya 
sepatu tidak dikenal di negara itu. Semua orang yg 
dijumpainya,jalan atau berlari bertelanjang kaki, tidak 
ada seorangpun yg memakai sandal atau sepatu. Selang 3 
hari berkeliling ke seluruh negeri,tibalah saatnya mere 
ka membuat laporan ke kantor pusat.
Salesman pertama menulis laporan panjang lebar dan isinya 
menyimpulkan bahwa usaha mereka akan sia sia,karena sepatu 
tidak dikenal di negeri itu.Berjualan sepatu adalah sesua 
tu yg mustahil.Sepatu tdk akan laku,begitu sang salesman
melaporkan. 
Salesman kedua justru melaporkan dgn semangat yg sgt berbe 
da, Dgn berapi api ia menulis laporan panjang lebar, yg
melukiskan bahwa di negara itu sepatu belum dikenal. Ia 
menganggap ini justru sebuah kesempatan yg langka. Karena 
sepatu akan menjadi produk inovatif yg akan dibeli setiap 
orang. Salesman ini dgn semangatnya justru membuat laporan 
dimana dlm satu tahun mereka sudah harus membuka puluhan 
toko dan kalau perlu pabrik khusus. Salesman kedua berpikir
sebaliknya,ia berpikir positif dan melihat peluang dimana
mana.

Kirim email ke