Jumat, 21 Maret 2008
Terapkan Tarif Disinsentif, PLN Menuai Diprotes

Pemangkat,-  Kebijakan PLN untuk menerapkan tarif disinsentif dan
insentif listrik mendapat tanggapan dari Ketua Forum Komunikasi Pemuda
Tionghoa (FKPT) Pemangkat, Jonosen. Dia menilai kebijakan yang diambil
PLN ini baik, hanya saja dinilai sebagai pembohongan kepada masyarakat. 

Menurutnya, kebijakan menerapkan tarif disinsetif ini dinilai
memberatkan masyarakat selaku pelanggan. Apalagi bonus hemat listrik
yang diberikan PLN melalui tarif insentif juga dinilai tidak rasional,
karena hanya diberikan kepada beberapa pelanggan. "Jika PLN ingin
menerapkan tarif disinsentif dan akan memberikan bonus bagi pelanggan
yang hemat listrik harusnya PLN bercermin dahulu dengan membenahi
manajemen dan kondisi listrik di daerah ini," katanya. 

Keprofesionalan kinerja PLN saat ini memang dipertanyakan. Pasalnya,
dalam menyuplai daya listrik ke pelanggan masih dirasakan belum begitu
maksimal. Krisis listrik yang dihadapi PLN menyebabkan seringnya
terjadi byar pet. 

"PLN harus membenahi masalah ini dulu, baru bisa menerapkan program
seperti itu," kata dia. 

Diketahui, PLN merevisi formula tarif listrik disinsentif (tambahan
biaya rekening) dengan mengenakan biaya tambahan secara professional
disesuaikan dengan golongan tarif pelanggan PLN. Pemberlakuan program
tarif disinsentif dan insentif rencananya akan dimulai pada April 2008
yang akan ditagih pada bulan berikutnya. 

Semula formula disinsentif dikenakan secara merata yakni 1,6 kali
lebih mahal bagi semua golongan pelanggan PLN yang pemakaian
listriknya diatas 80 persen rata-rata konsumsi listrik nasional.
Dengan mempertimbangkan aspek keadilan maka PLN mengubah tarif menjadi
secara proporsional. 

Untuk pelanggan listrik dengan daya 450 volt ampere (VA) dan 900 VA
dikenakan tarif disinsentif 0,3 kali lebih mahal. Jadi untuk pelanggan
450 VA dan 900 VA formulannya adalah 0,3 dikalikan selisih kWh
permakaiannya dengan kwh rata-rata dan kemudian dikalikan lagi dengan
harga energi pada golongan tarif masing-masing. Sementara pelanggan
dengan daya 1.300 VA dikenakan tarif 0,35 kali lebih mahal. Kemudian
pelanggan 2.200 VA dikenakan tarif 0,8 kali dan pelanggan diatas tarif
2.200 VA formulannya 1,6 kali lebih mahal. 

Untuk formulasi tarif insentif bagi pelanggan 20 persen. Program
intensif diberikan kepada pelanggan PLN yang berhasil menghemat
pemakaian listrik kurang dari 80 persen rata-rata konsumsi listrik
nasional. (bdi)
 

 


Kirim email ke