lama tak berkunjung. dear dewi, ijinkan saya sedikit menganalisis. sudah hampir 10 tahun, saya sudah sering membaca cerita seperti ini, jadi sepertinya tidak jadi masalah buat saya, bahkan pernah juga mendengar cerita langsung dari saudara dari beberapa korban. sekelompok orang saat itu memang sudah beraksi seperti binatang, kalau tak ingin dikatakan sudah menjadi binatang, dengan penyelesaian tanpa banyak yang berani menyinggung bahwa mereka berbuat atas dasar apa, dalam nama apa, demi apa, benar atau salah. tak ada penyelesaian yang berarti. akhirnya hanya mencoba untuk melupakan walau tak pernah bisa. sebagai yang kecil dan tahu diri di negeri ini, kita cukup tahu sama tahu saja. sebuah tulisan yang berbahaya bukan hanya ditempat ini, tapi juga di daerah ini dan di sudut apapun di negeri ini. ibarat seorang anak penyamun di sarang perawan, kalau tidak mau dikatakan anak perawan di sarang penyamun (karena sudah tak perawan lagi). namun tulisan2 seperti ini membuka kesadaran akan banyak hal yang sudah lama terlupakan, dalam konteks hal yang sama, bahwa ada yang mendukung, dan ada yang ingin didukung. teori mayoritas dan minoritas, perang sara seperti yang dikatakan oleh samuel huntington hampir 20 tahun yang lalu terasa semakin benar sejak pertama kali saya membaca dan percaya pada tesisnya. saya setuju bahwa pada dasarnya semua agama mengajarkan tentang yang "benar dan baik" (definisi "benar dan baik" tentu semua orang di sini seharusnya sudah tahu tanpa perlu diperdebatkan dan diuraikan lebih jauh). tak terkecuali islam. kata "islam" sendiri berarti damai (ada yang mengartikannya juga sebagai sesuatu yang berbahaya, tapi bukan itu intinya). dan sekali lagi setuju juga bahwa semuanya tergantung pada orang-orang dan peradaban yang menjalankannya. menyangkut peradaban, maka di sinilah dominasi mayoritas terhadap minoritas terjadi. kita tentu tahu mayoritas masyarakat di indonesia beragama islam. dan sial beribu sial, mayoritas masyarakat itu mempunyai taraf kualitas hidup dan pendidikan yang rendah. sekolah sd tidak tamat, tk drop out. islam merupakan salah satu ajaran yang bagus menurut saya, namun tanpa didalami dengan baik, dengan analisis terhadap kasus dan kemampuan kritis untuk melihat masalah (disebabkan oleh tingkat pendidikan yang rendah), lalu salah menjalankannya. orang-orang itu, kalau boleh dikatakan sebagai akar rumput, maka golongan akar rumput yang tak pernah habis inilah yang selama ini merusak pandangan kita di negeri ini terhadap islam, karena mereka itu sama sekali tidak tahu dan paham benar terhadap ajaran islam itu sendiri. dalam keadaan tak tahu itupun, mereka berani berteriak-teriak atas nama islam. memalukan dan memilukan. sehingga muncullah korban-korban yang menuliskan dan menjelekkan islam seperti itu. apa itu salah mereka ? karena mereka adalah korbannya. mereka subjektif ? karena memang mereka subjeknya. lalu karena para pelaku adalah mayoritas di negeri ini, secara kualitatif maupun kuantitatif, maka tak ada yang bisa diselesaikan secara adil, karena yang menjadi korban adalah minoritas yang sudah biasa terpinggirkan. apa mau dikata ? akhirnya tahu sama tahu saja. lalu dalam keadaan seperti ini. muncullah dr. rahmad yang tahu dan paham benar ajaran islam, yang kebetulan juga adalah pendukung dan bagian dari mayoritas di negeri ini. karena dibekali pendidikan yang tinggi dan daya analisis dan berpikir kritis yang baik, lalu mungkin bisa membedakan antara islam dan sebagian orang-orang tak manusiawi yang menjalankannya. bisa membedakan antara islam secara objektif dengan generalisasi dari korban yang subjektif, meskipun tak diucapkan. seperti dikatakan oleh huntington, bahwa setelah era perang dingin, faktor paling utama yang menyebabkan perpecahan dan konflik di dunia adalah peradaban, perang antar peradaban. peradaban-peradaban tersebut dibagi-bagi dalam beberapa bagian besar secara geografis. lalu indonesia ? saya jadi teringat pada semboyan "bhinneka tunggal ika" atau dari lagu "dari sabang sampai merauke", dari aceh sampai papua. tapi merunut pada huntington, dan merunut pada banyak konflik sara yang telah terjadi di negeri ini, dengan keanekaragaman tingkat tinggi di negeri ini, dari peradaban barat sampai timur, dari suku kiri sampai kanan, dari agama hulu sampai hilir, dari ras tetek sampai bengek, mungkin yang terjadi di indonesia justru adalah perang antara peradaban di negeri sendiri. setolol itukah kita ? bhinneka tunggal ika ? ps. dear dr. rahmad, sebagai umat muslim, kenapa tidak sekalian menyanggah topik tentang amoi ? jika kata 'amoi' berarti wanita chinese, dan 'amoi singkawang' adalah wanita chinese singkawang, apakah berarti semua wanita / perempuan chinese di singkawang bisa diperjual belikan ? apakah tidak sedang terjadi generalisasi kata 'amoi' di sana ? atau apakah karena amoi adalah kaum minoritas yang sudah biasa tertekan dan terpinggirkan ? ataukah amoi adalah sebuah kejadian faktual atau fenomena yang bukan rahasia lagi, bukan sebuah kisah atau cerita rahasia seperti yang lainnya ? ataukah amoi bukan bagian dari kita ? dunia sudah semodern ini, para amoi juga tidak buka suara. pak rahmad saja ingin dan berani membela keyakinannya bahwa islam tidak seperti itu, kenapa amoi tidak ? hanya para aku saja yang mencak-mencak. saya malu mendengar orang mengatakan amoi singkawang bisa dibeli, karena semua orang di sini juga tahu tidak semua amoi seperti itu. tapi tidak tahu para amoi malu atau tidak, terutama yang tidak seperti itu. atau karena semuanya pemalu ? ahah, maaf-maaf, lagi-lagi memancing emosi, lagi-lagi hanya bisa ngomong saja. regards, si aku pemalu (cowonya amoi yang juga pemalu).
To: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Mon, 28 Apr 2008 01:21:48 -0700Subject: Re: [Singkawang] Kesaksian Mei 1998:Notice! dear pak rahmat budianto, sebelumnya saya minta maaf atas kesalahan saya dalam forward yang tidak disengaja ke forward ke milis ini. saya tidak bermaksud menyinggung ras dan agama .... dan bagi saya pribadi percaya setiap agama mengajarkan hal yang baik... semua tergantung kita sbg manusia yang menjalankannya... rgds,ewirahmad budianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. _________________________________________________________________ Get your free suite of Windows Live services today! http://www.get.live.com/wl/all
