Semoga sempat juga membahas ICT Center Singkawang yang kena Petir... semoga 
saja Pak titus dan Plt Kadis ingat akan bencana Petir di ICT. 

KAMI PERLU REALISASI BUKAN JANJI 


ttd
Deny Suhendra, S.Kom
NIP 520022193
Admin ICT Center Singkawang
http://ict.kotasingkawang.com

United Singkawang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             
http://www.equator-news.com/berita/index.asp?berita=Singkawang&id=72215
 
Jumat, 25 April 2008
  Komisi X DPR RI Pantau Pendidikan Singkawang
            
               Singkawang,-              Kota Singkawang dahulu dikenal dengan 
mutu pendidikan yang tinggi. Keunggulan tersebut menurut anggota Komisi X DPR 
RI, Gusti Syamsumin perlu terus dijaga dan dipelihara. 
 "Saya akan memperjuangkan persoalan-persoalan pendidikan di Kota Singkawang ke 
Senayan. Demi kemajuan kita bersama," tandas mantan Ketua DPD Partai Golkar 
Kalbar ini di ruang kerja Plt Kadis Pendidikan Kota Singkawang, Drs Sofyan 
Fachri Msi, Kamis (24/4) siang. 
 Syamsumin yang didampingi dua anggota DPRD Provinsi Kalbar, Drs Kasmier 
Bafioroes MSi dan Drs H Awang Sofyan Rozali, lebih banyak mendengar pemaparan 
dan penjelasan para pejabat Dinas Pendidikan Kota Singkawang. Diantaranya, 
Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah Drs Nurdi dan Kepala Bidang Pendidikan 
Menengah dan Tinggi Kota Singkawang Drs Titus. 
 Kepada wakil rakyat yang membidangi pendidikan, pariwisata dan perpustakaan 
nasional tersebut, Sofyan menuturkan pelaksanaan program pendidikan di Kota 
Singkawang mutlak butuh dukungan semua pihak. Termasuk, dana dari pemerintah 
pusat. "Bila hanya berharap APBD Kota Singkawang tentu tidak mencukupi," timpal 
Sofyan. 
 Sementara Nurdi memaparkan seputar tingkat buta aksara di Kota Singkawang. 
Dimana pada tahun 2005, terjadi penurunan keaksaraan fungsional mencapai 12 
ribuan jiwa. "Setiap tahun selalu terjadi penurunan. Dan target tahun 2009 
hanya tinggal 2 ribuan jiwa saja penderita buta aksara," ungkap Nurdi. 
 Senada, Titus menyebut Kota Singkawang terus memperbanyak bangunan sekolah, 
guna menyambut wajib belajar 12 tahun. Dengan cara, memperbaiki sarana dan 
prasarana sekolah yang rusak. "Semua informasi ini saya bawa untuk masukan di 
Komisi X," pungkas Syamsumin yang berlatar belakang guru di Kota Pontianak ini. 
(man)      
  
     
                                       

       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

Kirim email ke