Sabtu, 3 Mei 2008 Prona Diminta Transparan http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=157084
Singkawang,- Proyek nasional (prona) sertifikasi tanah di Kelurahan Pasiran, Singkawang Barat, diminta dalam pelaksanaannya transparan. Salah satu warga Jalan Alianyang, Gang Barito Singkawang Barat, Kurniadi (47) merasa kecewa, atas pelaksanaan prona sertifikasi tanah tersebut. Menurut Kurniadi, awalnya dia hanya mendengar dari mulut ke mulut proyek tersebut. "Saya baru mendengar ada prona sertifikasi dari seorang warga," katanya, kepada Pontianak Post, kemarin. Mendengar informasi berharga itu, tentunya dia merasa senang dan berharap tanah yang ditempati saat ini bisa memiliki sertifikat. Tanggal 20 April 2008, Kurniadi menghadap Lurah Pasiran. Kedatangannya bermaksud mempertanyakan kebenaran informasi yang didapat sekaligus untuk mendaftarkan tanah yang ditempatinya. Setelah bertemu dengan lurah, kata Kurniadi, dia kaget. Sebab, pendaftaran prona sertifikat tanah tersebut dinyatakan ditutup beberapa waktu lalu. Waktu itu, kata Kurniadi lagi, dia sempat menanyakan perihal informasi prona tidak disebarluaskan kepada masyarakat. "Lurah mengatakan, bahwa dia telah memberitahukan kepada RT setempat untuk memberikan informasi kepada warganya masing-masing dan segera mendaftarkan tanahnya. Ndak tahu, apakah benar atau tidak," kata Kurniadi. Tak patah semangat, Kurniadi kemudian mendatangi RT untuk menanyakan kebenaran informasi tersebut. Setelah bertemu dengan sang ketua RT, bahwa dia tak pernah dapat informasi langsung dari lurah. "RT mengatakan, dia juga mendengar informasi tersebut dari warga lainnya. "Jadi mana yang benar, siapa yang bisa dipercaya, apakah lurah mau lepas tangan atau lainnya," ujar Kurniadi heran. Diakuinya, banyak masyarakat yang berharap, prona ini disebarluaskan dan sering dilakukan. "Prona ini tentu sangat membantu mereka yang akan membuat sertifikat. Kita sadar, bahwa sertifikat itu sangat perlu. Tapi, karena memerlukan biaya yang cukup tinggi, sehingga niat untuk membuat sertifikat tak kesampaian," kata Kurniadi. (zrf)
