http://www.equator-news.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=72731
*Selasa, 13 Mei 2008* *Wali Kota: Belajar Pariwisata dan Keteraturan Kota * *Pasca Kunjungan ke Moskow* *Singkawang,-* Wali Kota Singkawang Hasan Karman SH MM memastikan kunjungannya ke Rusia bermamfaat bagi masyarakat Kota Singkawang. Dampak positif tegaskan akan dituai warga beberapa tahun mendatang. "Jangan dipaksakan hasil kunjungan dapat dinikmati masyarakat pada lima bulan mendatang. Mengingat infrastruktur Kota Singkawang belum mendukung," tukasnya usai menyaksikan latihan Tarian Seribu Tahar di Stadion Kridasana, Senin (12/5) sore. Di Negeri Tirai Besi tambah Hasan, sangat banyak yang dipelajari serta dapat diterapkan di Kota Seribu Kuil. Diantaranya, pariwisata, pedagang kaki lima (PKL), kebersihan dan keteraturan kota. "Dalam waktu dekat, saya menggelar rapat internal terhadap hasil kunjungan tersebut kepada para kepala dinas. Selanjutnya mereka harus bertanggung jawab mengaplikasikan sesuai dengan bidang masing-masing," ungkapnya. Sebagai Wali Kota, Hasan menerangkan, kunjungan ke Negara Rusia sudah mendapat persetujuan dari para birokrat yang berwenang untuk itu. Penegasannya ini menepis kritik dan cibiran yang ada selama ini. Dan semua tegasnya, dapat dipertanggung jawabkan dan dipresentasikan. "Saya bertanggung jawab kepada masyarakat Kota Singkawang, Bukan kepada Dewan, ingat sistem sudah berubah," tegasnya. Kota Singkawang sebut Hasan, sangat membutuhkan kehadiran pusat penjualan souvenir pariwisata. Dan para pelancong dapat digiring ke sana. Selain orientasi bisnis juga mendukung atmosfir keparawisataan. Guna mewujudkan hal tersebut, perlu merangkul kalangan swasta dan travel internasional menjadi keharusan. "Perlu diingat, untuk menarik investor, saya cenderung ke Cina bukan ke Rusia," cetusnya. Ditanya seputar kunjungan ke negara komunis sebagai langkah Government to Government (G to G) bergegas dibantah Wali Kota. Dan ia menyebut G to G adalah wewenang pusat. Demikian juga dengan konsep City Sister. "Kota Singkawang lebih cenderung dan identik dengan Taiwan maupun Thailand sebagai kota pariwisata," bebernya. Langkah mempercepat dampak positif kunjungan kepada masyarakat, Hasan secara terbuka mengakui perlunya percepatan pembangunan hotel, bandara maupun pelabuhan. Dan itu semua tak lepas dari campur tangan kalangan pengusaha. "Kota Kremlin telah menjelma sebagai kota terbesar di dunia. Melampaui New York dan kota lainnya," pungkasnya. Kiat pemerintah mencapai semua itu beber Hasan, adalah disiplin dan berbasis prestasi. Dan semua situs-situs sejarah pada abad 17 maupun 18 tetap dipelihara. Renovasi bangunan tua dengan merangkul kalangan swasta, berupa pemasangan baleho berisikan iklan produk tertentu di depan bangunan yang menjalani renovasi. "Singkawang perlu mengadopsi langkah-langkah tersebut. Kota kita harus bersih. Demikian juga sungai, bersih dari sampah," sahutnya. (man)
