Note: forwarded message attached.
--- Begin Message ---
--- In [email protected], Muhamad Rustam
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ditinjau dari strategi pertahanan negara,natuna lebih strategis dibawah
> koordinasi Kodam Tanjungpura.
> Dari sudut ekonomi,distribusi sembako lebih banyak melalui Sambas,
> Pemangkat dan Singkawang.
> Dari sudut geografis,Natuna lebih dekat dgn Tanjung Datuk di Sambas.
> Jadi ,kenapa gak gabung ke Kalbar saja.
> Mohon pendapatnya,rekan rekan milis.
> Terimakasih
>
Aku pernah kesana sekitar thn 97. Saat itu bersama tim DPRD Sambas,
BPK Pontianak dan beberapa Pengusaha dari Kalbar dan Sarawak. Kita
disambut hangat dan mereka mengharapkan bisa bergabung dgn Kalbar.
Mereka punya alasan, secara historis mereka lebih merasa Kalbar dan
perputaran ekonomi mereka juga melalui Kalbar.
Bahkan untuk Pendidikan saja mereka lebih memilih Kalbar.
Beberapa pejabat Daerah (saat itu Natuna masih Kecamatan) pun langsung
mengungkapkan keinginan tersebut.
Besoknya di Riau/Pekanbaru, sempat heboh karena Riau Post memberitakan
hal tersebut.
Urusan Pemerintahan dan batas-batas wilayah tidak semudah yang kita
inginkan. Kita ingat Sing-Ut dan Sing-Tim ada masalah perbatasan,
Vladivostoc (Rusia) lebih dekat dengan Beijing, Singkawang lebih dekat
ke Kuching (daripada Jakarta), Sungai Raya saja belum bisa pilih
Singkawang ketimbang Bengkayang.
Jadi, rasanya tidak mungkin deh!
Selama ini belum pernah ada Daerah yang dialihkan ke Propinsi lain.
Riau dan Jambi yang mempersengketakan beberapa Pulau Perbatasan saja
belum bisa diselesaikan karena negara masih menggunakan acuan
Undang-Undang lama yang sudah ada.
Inginnya sih seperti di atas, karena Natuna adalah Mutiara di Laut
Cina Selatan.
Mungkin cuma terkecuali masalah Sipadan dan Ligitan karena ada
Mahkamah Internasional yang memutuskan. Tapi, mungkinkan MA kita akan
memutuskan masalah seperti ini, apalagi sudah ada UUnya.
--- End Message ---