http://www.equator-news.com/berita/index.asp?berita=Singkawang&id=74953
*Kamis, 10 Juli 2008 Warga Antusias Gunung Sari Didandani * *Singkawang,-* Sebagian masyarakat yang bermukim di kawasan kaki bukit Gunung Sari berterima kasih kepada salah satu pengusaha Kota Singkawang yang telah memperindah Gunung Sari. Di kaki gunung terpasang lampu hias bertuliskan "SINGKAWANG" sehingga tampak semarak pada malam hari. Tiga Ketua RT di Kelurahan Pasiran, yaitu Jumain, Supriyanto, dan Zafrullah. Namun lanjut mereka, sangat disayangkan dari pemantauan di Jalan Gunung Sari, Jalan Gunung Bawang dan Jalan Gunung Merapi, Kamis (26/6) terlihat pekerjaan pembuatan jalan baru menuju atas bukit Gunung Sari, dengan cara menebang pohon di sekitar lokasi. Pekerjaan tersebut tanpa sepengetahuan warga dan tanpa koordinasi dengan beberapa Ketua RT di kawasan Gunung Sari. Aksi sepihak itu menimbulkan keberatan para warga. Mereka meminta proyek ditinjau ulang, jika sudah mengantongi izin dari instansi terkait. Dengan memerhatikan segala aspek yang akan ditimbulkan, seperti gencarnya kampanye ancaman global warming. Kota Singkawang beberapa waktu lalu menerima penghargaan Adipura. Bahkan Gubernur Kalimantan Barat telah menetapkan Kota Singkawang sebagai daerah tujuan wisata. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Singkawang, kawasan Gunung Sari merupakan kawasan hutan lindung atau hutan kota yang perlu dijaga kelestariannya. Terlebih di kawasan kaki bukit Gunung Sari merupakan wilayah pemukiman penduduk. Sumber mata air dari Gunung Sari selama ini dimanfaatkan warga yang bermukim di sekitarnya maupun di luar kawasan tersebut untuk keperluan mandi, cuci dan kakus. "Mohon kiranya kegiatan tersebut dapat dihentikan. Kami khawatir terjadi pekerjaan fisik lain meliputi pembangunan perumahan, cottage, diskotik, villa, kolam renang, dan rumah walet yang dipastikan merusak ekosistem kawasan Gunung Sari. Sementara Gunung Sari berfungsi sebagai paru-paru kota," tandas ketiga ketua RT itu saling mengamini. Mendapat laporan warga terhadap potensi kerusakan lingkungan hidup, Pelaksana Harian (Plh) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Singkawang, Wolter K SOS, langsung mengambil tindakan. "Kami berangkat bersama dengan lurah, para ketua RT, camat, dan agribisnis ke Gunung Sari. Hasilnya, semua yang diadukan warga sekitar benar adanya," beber mantan Kabag Humas dan Protokoleh Kota Singkawang ini. Pengerjaan, kata Wolter, diperkirakan berlangsung sejak Juni 2008, usai pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXII Kalimantan Barat. Awalnya, salah satu pengusaha besar Kota Singkawang diperkenankan memasang lampu dengan bertuliskan "SINGKAWANG" atas pertimbangan keindahan kota. Terlebih, Kota Singkawang bakal ramai didatangi para kafilah MTQ. Hanya saja, tindakan terhadap Gunung Sari tidak sebatas itu saja. "Dari pengamatan tim yang turun langsung ke lokasi, banyak ditemui para pekerja yang sibuk mengerjakan jalan. Jalan selebar tiga meter dengan menebang pohon sudah jadi dan terhitung panjang hingga menuju puncak," sesal Wolter. Hutan lindung, sebut Wolter, tidak boleh diganggu gugat. Mengingat air dimanfaatkan warga sekitar untuk kehidupan sehari-hari. Sementara, para warga dan ketua RT di kawasan Gunung Sari sama sekali tidak diberi informasi. "Kami langsung melarang para pekerja yang in action untuk berhenti. Hal tersebut dipatuhi, bahkan hingga kami turun lagi dari ujung jalan yang telah selesai dikerjakan," cetusnya. Wolter memastikan, sudah melaporkan keluhan warga tersebut langsung ke Wali Kota dan Sekda, Senin (7/7). Sekda, selanjutnya mengarahkan dinas terkait untuk segera menggelar rapat guna mengkaji serta mengevalusi. Hasilnya sebagai masukan dan saran kepada Wali Kota. "Warga juga mengeluh kalau air yang selama ini mereka konsumsi sudah keruh," timpalnya. (man)
