Singkawang, Kontroversi pembelian mobil dinas (mobnas) baru bagi Wali
Kota Singkawang Hasan Karman SH MM menyulut rasa penasaran para wakil
rakyat. Guna mendapat penjelasan, DPRD Kota Singkawang hari ini
(Selasa, red) memanggil orang nomor satu di Kota Singkawang ini. 

Dalam surat dari Komisi A yang ditandatangani Ketua DPRD Kota
Singkawang H Zaini Nur tersebut, juga mengagendakan penjelasan seputar
belum ditariknya mobil dinas dari mantan Wali Kota Singkawang Drs
Awang Ishak dan Wakil Wali Kota Raymundus Sailan. Salah satu anggota
DPRD Kota Singkawang memastikan akan menanyai kepastian mobil dinas
yang akan digunakan Hasan Karman. Baik itu Toyota Herrier, Nissan
Xtrail dan Toyota Fortuner. "Kita juga mendesak Wali Kota untuk
menarik mobil dinas yang belum dikembalikan para mantan pejabat.
Sangat disayangkan, sudah tujuh bulan lengser namun aset daerah tak
kunjung diserahkan," tukasnya.

Langkah Wali Kota membeli mobil dinas baru juga menuai protes dari
pengusaha muda Uray Anjar Budiman SH. "Tidak ada masalah pemimpin
daerah membeli mobil mewah. Asalkan rakyat disejahterahkan terlebih
dahulu," sahutnya.

Namun kenyataan di lapangan, masih banyak orang tua di Kota Singkawang
yang belum mampu menyekolahkan anaknya hingga tamat. Mengingat
ketiadaan biaya dan membumbungnya harga sembako. Terlebih, pasca
kenaikan harga BBM, beban masyarakat semakin berat. "Kondisi medan
Kota Singkawang dengan Kabupaten Bengkayang jauh berbeda," tandasnya.

Anjar mengingatkan seputar instruksi Presiden RI, tidak boleh membeli
mobil baru kalau warga setempat masih banyak yang belum sekolah.
Sebagai kepala daerah yang dipilih rakyat, seharusnya lebih
menitikberatkan penggunaan anggaran buat kesejahteraan rakyat.

Senada, pengamat sosial Kota Singkawang Rudy Hardjana mendesak Wali
Kota membatalkan pembelian mobil dinas baru. Sebaliknya, bertindak
tegas dengan menarik kembali mobil dinas Toyota Herrier yang masih
ditunggangi mantan wali kota. "Jauh lebih berwibawa dan terhormat
Hasan mengendarai mobil Toyota Harrier seharga Rp 700 juta daripada
membeli mobil dinas yang baru lagi," ujarnya.

Lebih jauh Rudy menerangkan, Hasan tidak perlu percaya kepada ramalam
maupun ilmu Feng shui yang menyebut, menggunakan mobil dinas mantan
wali kota yang telah kalah dalam Pilwako sebagai bentuk kesialan.
"Hasan kan intelek. Mengapa harus percaya kepada tahyul segala. Ini
tidak baik buat masyarakat. Kalaupun banyak orang dekatnya membisikan
informasi sesat tersebut lebih baik diabaikan," tegasnya.

Kembali, Rudy dengan lantang menyatakan bersedia menjadi relawan
melaporkan penggelapan mobil dinas oleh mantan Wali Kota Singkawang ke
Polres. Dengan catatan, Hasan secara terbuka mengakui ketidaksanggupan
dan keengganan mengerahkan Sat Pol PP. "Pembelian mobil dinas Toyota
Herrier bersumber dari uang rakyat. Sehingga saya juga berhak untuk
melapor," tuturnya. (man)

Source : http://www.equator-news.com/index.php?mib=berita.detail&id=5126


Kirim email ke