Dear all,

Topic soal sungai Singkawang ini sebenarnya udah pernah dibahas di milist
ini bulan November 2006 kemarin. Pak Hasan Karman juga ikutan diskusi.
Berikut saya forward kembali tulisan dari Pak Walikota kita.

Hm...udah lama nih Pak Hasan nggak posting di milist. We miss you...

Salam,
Hendy

---------- Forwarded message ----------
From: Hasan Karman <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 2006/11/9
Subject: [Singkawang] Sungai Singkawang Dibersihkan
To: [email protected]


 Tjung Po, saya memiliki daftar panjang PR yg harus dikerjakan kalo jadi
(kalo nggak jadi, saya nggak bisa apa2). Salah satunya adalah Sungai Skw
itu. Waktu kecil saya sering ikut pembantu yg menyuci pakaian di Thoi Phai
(tangga sungai) Jl. Niaga (Atapkai), seberang rumah Hendy. Saya senang
berenang ketika pembantu saya sedang nyuci. Kini pembantu saya yg kemudian
menikah dg veteran tentara di Taiwan sudah menjanda. Thoi Phai di Atapkai
juga sudah ditutup dg pagar dan diberi pintu yang digembok. Katanya jalan
masuk Thoi Phai itu ditutup karena banyak maling yg menggunakan akses Thoi
Phai itu utk masuk ke rumah2 yg berada di pinggir sungai.

Baik pembantu maupun Thoi Phai itu meninggalkan kenangan yg tidak bisa saya
lupakan. Pembantu yg mengasuh saya ketika saya masih kecil itu nggak mau
kembali ke Indonesia ketika kami minta. Umurnya mendekati 70 dan tidak punya
anak. Saya nggak tahu kapan bisa bersua dg beliau, saya juga nggak tahu
apakah Thoi Phai2 yg dahulu banyak di pinggir Sungai Skw masih bisa
dikembalikan nggak. Tapi saya yakin jika ada niat, pasti ada jalan....
Air Sungai Skw sudah kotor dan menghitam. Dulu masih sering bisa dapat Ikan
Malas (Ikan Betutu/ Setok) jika kita pasang keranjang bekas dan diangkat
pelan2. Sekarang mau mancing Kok Khiam saja sulit ketemu Kok Khiamnya......

Beberapa tahun silam saya pernah membaca bagaimana Pemerintah Inggris
menormalisasi Sungai Thames yg tercemar berat. Kini sungai tsb telah normal
dan ikan2 pun bisa hidup sehat. Saya juga merindukan Sungai Skw dapat
dinormalkan kembali, dimana masyarakat bisa mengayuh sampan, dimana pada
saat Cung Chiu Chiat bisa mandi Ng Si Sui, dimana saat musim hujan bisa
lomba berenang dari jembatan Atapkai ke jembatan Rusen/Pakkung.........
Semua yg peduli pasti memiliki perasaan yg sama. Adik-adik yang lahir
di akhir 1970-an mungkin nggak pernah mengalami pengalaman berenang di
Sungai Skw...... Sulit digambarkan nostalgia itu.

Untuk melaksanakan normalisasi sungai tsb banyak cara dapat ditempuh,
termasuk meminta bantuan dari foundation2 yg ada di luar negeri (asal
dananya jangan ditilep).

Semoga........

HK

----- Original Message -----
*From:* xeno phane <[EMAIL PROTECTED]>
*To:* [email protected]
*Sent:* Thursday, November 09, 2006 10:13 AM
*Subject:* Re: [Singkawang] [PP] Sungai Dibersihkan

dear hendy, waktu kecil saat main ke rumah kakek yg bikin kwetiau, aku suka
mandi ke thoi phai (tempat untuk mandi n cuci) yang diseberang.paling senang
kalau ketemu om lie bu khin (penjual daging babi waktu itu) yg hanya pake
color ikut mandi disitu, karena ia bisa melakukan keajaiban utk anak2, yaitu
menyelam ke sungai dan ketika muncul tangannya sudah menggenggam ikan
(kadang dimulutnya pun ada..).

mudah2an dengan kerja keras sudin skw dan partisipasi warga sekitarnya,
sungai-sungai menjadi bersih dan banyak ikannya, sehingga anak2 skw juga
dapat meminta "lie bu khin" melakukan keajaiban yg sama.he...he....

tp kalau masyarakat skw tidak mau membuang sampah pada tempatnya, hal ini
juga menjadi kendala. bagaimana kalau demi mendidik warga, menurut aku perda
yg mengatur larangan membuang sampah sembarangan (apalagi kulit pisang..)
diberlakukan (selama ini kutipan pasal perda itu hanya berfungsi sbg latihan
membaca utk anak2), yaitu pelaku benar2 didenda dan/atau dikurung dimana utk
residivis, langsung masuk kurungan he...he....aku pikir dengan kebebasannya
terampas pelaku bisa kapok krn gak bisa jualan...

bagaimana menurut pak hasan?apakah pak hasan berani menerapkan scheme ini
seandainya bapak terpilih menjadi walikota skw?he...he.....anggap aja ini
sebagai wacana internal milist.

salam,
tjung po, penggemar "lie bu khin"


*United Singkawang <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:

 http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Singkawang&id=127854

*Rabu, 8 November 2006
Sungai Dibersihkan
*
*Singkawang,-*  Kepala UPT Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan
Kota Singkawang, Rustam Effendi mengatakan, sungai di kawasan menuju Pasar
Ikan sudah dibersihkan. Bahkan pihaknya telah memasang jaring untuk
mengangkat sampah yang ada di tengah-tengah sungai.

"Sungai tersebut telah kami bersihkan melalui petugas kebersihan kami secara
rutin dalam jangka waktu yang tidak ditentukan," kata Rustam menanggapi
berita foto di harian ini edisi Senin (07/11). Sementara untuk jaring
pengangkut sampah dipasang sejak Jum'at (3/11) sekaligus pembersihan sampah
di sungai itu. Pihaknya menggunakan jaring untuk memudahkan proses
pengangkutan sampah yang kerap muncul di sungai yang berdekatan dengan
jembatan menuju pasar.

Kata dia, kendati sungai tersebut sudah dibersihkan, diakuinya masih ada
tumpukan sampah yang mengapung di sungai itu. Sehingga mengakibatkan sungai
di kawasan tersebut selalu tampak kotor meskipun sungai itu sudah
dibersihkan oleh pasukan kuning. "Bukan karena kami tidak memperhatikan
sungai di kawasan itu. Justru kita mengutamakan kebersihan sungai sebenarnya
untuk kebersihan di Kota Singkawang ini," kata Rustam kepada Pontianak Post,
kemarin.

Menurutnya, tumpukan sampah yang selalu mengapung di sungai itu sendiri
umumnya bersumber dari masyarakat di sekitar lokasi pasar hingga
mengakibatkan sungai itu selalu tampak kotor. Masyarakat di sekitar lokasi
belum terbiasa dengan pola hidup bersih dan sehat sehingga seenaknya
membuang sampah di sungai itu. Padahal di tempat itu disediakan TPS agar
sampah dibuang pada tempatnya.

UPT Kebersihan juga sudah kerap memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar
lokasi agar tidak membuang sampah di situ. Namun imbauan tersebut sepertinya
belum bisa diindahkan oleh masyarakat.

"Demi kebersihan sungai dan keindahan Kota Singkawang, tak bosan-bosannya
kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat sekitar
lokasi pasar untuk dapat sama-sama menjaga kebersihan kota. Partisipasi
masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan kota ini bersih, rapi dan
indah," ujar dia seraya mengungkapkan senantiasa memantau keadaan
sungai-sungai di Kota Singkawang. (vie)

Kirim email ke