Singkawang, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Singkawang
wajib merespons dan memperjuangkan anggotanya secara habis-habis jika
menghadapi masalah. Begitu harapan Ketua PGRI Ranting 4 Singkawang
Selatan Jayadi SPd terhadap Ketua PGRI Kota Singkawang yang baru
terpilih Drs Bambang Suranto MPd, Minggu (31/8).

"Selama ini, PGRI belum berperan ketika anggotanya dihadapkan pada
satu permasalahan. Bahkan acap kali, PGRI lepas tangan ketika para
guru tengah memperjuangkan hak-haknya terhadap para birokrat," sesalnya.

Lebih jauh, Jayadi menyebut kewajiban PGRI pada kontek ke depan.
Yaitu, mengawal anggaran pendidikan 20 persen dari APBN 2009. Sehingga
peruntukan dan penggunaannya benar-benar tepat. "Anggaran pendidikan
sebesar 20 persen dari APBN 2009 benar-benar kemajuan besar. Namun
jangan sampai dana sedemikian besar tersebut diselewengkan dan
segelintir para oknum pejabat. Dan ini tugas mulia PGRI," tandasnya.

Beralih kepengurusan lama PGRI Kota Singkawang, Jayadi menyatakan,
sesuai amanah AD/ART maka Ketua PGRI Tasman SPd sudah berakhir pada
bulan Februari 2008 lalu. Sehingga ada keterlambatan suksesi selama
enam bulan dipicu keenganan mempertanggungjawabkan hasil kinerja ketua
yang lama. "Selama ini PGRI lebih banyak membebani para guru dari pada
memperjuangkan nasib. Kinerja seperti ini harus diubah," tegasnya.

Mantan aktivis Pelajar Islam Indonesia Kota Singkawang ini juga
mengingatkan para pengurus PGRI harus steril dari kepengurusan parpol.
Jayadi mengingatkan agar jangan meniru langkah senior yang tetap duduk
dalam kepengurusan PGRI bersamaan dengan memangku jabatan dalam
kepengurusan parpol. "Bagi rekan-rekan pengurus PGRI hal itu jangan
terulang kembali," timpalnya.

Sementara Kabag Kepegawaian Dinas Pendidikan Kota Singkawang Rasyid SH
ketika membuka Konfrensi PGRI Kota Singkawang di Gedung Arafah, Jumat
(30/8) menyatakan, pemerintah bertekad memberikan perhatian yang besar
pada pembangunan pendidikan. Mengingat pendidikan mempunyai peranan
strategis dalam pembangunan bangsa serta memberikan kontribusi yang
signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan transformasi sosial. Yang
pada gilirannya akan mempengaruhi kesejahteraan umum dan ketertiban
dunia. "Selain itu, kita juga harus mengantisipasi arah pembangunan
nasional ke depan. Karena menyadari bangsa Indonesia masih menghadapi
banyak persoalan dalam berbagai bidang kehidupan berbangsa dan
bernegara termasuk dalam bidang pendidikan," ujarnya.

Kepada peserta, Rasyid mengingatkan, tuntutan terus berjuang dan
bekerja keras mengatasi persoalan tersebut. Sebagai upaya meningkatkan
pendidikan yang bermutu bagi semua warga negara dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan amanat UUD 1945. 
"Pendidikan nasional mempunyai peran yang strategis bagi terwujudnya
masyarakat, bangsa dan negara yang berjiwa nasional. Dengan demikian
tugas utama kita terus berupaya mengembangkan pendidikan nasional guna
menjawab berbagai tantangan dan perubahan yang terus berlangsung pada
semua aspek kehidupan di negara," bebernya. (man)

Sumber : www.equator-news.com

Kirim email ke