Rabu, 24 Desember 2008 , 12:36:00 *Kantor Disbudpar Dirusak Massa* Pelaku Laporkan Penipuan<http://www.equator-news.com/index.php?mib=berita.detail&id=7404#>
Singkawang, Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Singkawang di Jalan Firdaus Rais dirusak puluhan simpatisan Yayasan Pesisir Kalbar, Selasa (23/12) pukul 15.00. Beberapa kaca jendela, meja etalase dan piala hancur berserakan. Aksi penghancuran didahului teriakan dan sorakan dihadapan para pegawai yang tengah mengerjakan tugas rutin. Kepala Disbudpar Kota Singkawang Drs Syech Bandar MSi berkali-kali didesak untuk hadir. Hanya saja, misi tersebut tidak membuahkan hasil hingga batas waktu yang ditentukan. Ketua Yayasan Pesisir Kalbar Mul'am Husairi mengaku, berada di TKP ketika para pelaku melancarkan aksi brutal. "Pengerusakan tidak perlu terjadi jika Bandar (Kepala Disbudpar, red) mau menemui mereka. Pastinya kita sudah berusaha menemui," sesalnya. Menurut saksi mata H Norman yang juga staf Disbudpar Kota Singkawang, tidak ada satupun pegawai yang diserang. Sehingga nihil korban penganiayaan. "Mereka hanya menghancurkan dan mencari kepala dinas," ujarnya. Senada, Kepala Bidang Pariwisata pada Disbudpar Kota Singkawang Dra Lies Indari memastikan, semua pegawai besok (hari ini, red) masuk kerja seperti biasa. "Tadi semua pegawai bekerja normal. Kalau sekarang sudah pulang," ujarnya ditemui usai aksi pengerusakan. Pengerusakan kantor pemerintah yang tepat berhadapan dengan Kantor Dinas Trantib Kota Singkawang tersebut berlangsung saat hujan mengguyur. Para pelaku bergerak dari Gedung DPRD Kota Singkawang dan kembali berkumpul di rumah rakyat. Aparat Polres Singkawang tidak banyak berbuat apa-apa. Demikian juga petugas Sat Pol PP hanya bisa menonton. "Kita benar-benar tidak mengira ada pengerusakan. Terlebih di Kantor Disbudpar tidak ada petugas polisi yang berjaga-jaga," ujar salah satu anggota Polres berpangkat brigadier dua. Pasca pengerusakan, semuanya seperti merasa tak bersalah. Kantor dinas berukuran 12 x 7 meter tersebut tak di-police line. Di ruang lobi DPRD Kota Singkawang, Mul'am memilih berkoordinasi dengan perwira Polres Singkawang. Tampak pula Asisten Administrasi Umum Ramzi Nurdi SSos dan beberapa PNS lainnya. Bahkan Mul'am mengakui, telah mendatangi Mapolres Singkawang guna membuat laporan penipuan. Terlapor antara lain Sekda Singkawang Drs Suhadi Abdullani, Kepala Bappeda Dra Sumastro dan para anggota DPRD. "Saya telah dirugikan sebesar Rp 300 juta," sebutnya. Sementara itu, Wakapolres Singkawang Kompol Ridwansyah SH, Selasa (23/12) pagi menyatakan siapa pun berhak menyampaikan aspirasi dengan didahului surat pemberitahuan kepada kepolisian terdekat. Hal yang sama berlaku terhadap para simpatisan Yayasan Pesisir Kalbar yang menginap serta menggelar aksi di gedung rakyat. "Kalau sampai merusak pasti kita tindak dan proses," paparnya. Dikonfirmasi via telepon selular, Kasat Reskrim Polres Singkawang AKP Sarjono SH membenarkan pengerusakan tersebut. Pihaknya telah menerima laporan resmi dari Disbudpar Kota Singkawang. "Kini tengah kita proses. Hanya saja kita menyayangkan ketidaksediaan para pejabat Singkawang menemui para demonstran," ungkapnya. Sekitar 30 simpatisan Yayasan Pesisir Kalbar sudah menduduki rumah rakyat sejak Senin (22/12) siang lalu. Mereka ngotot menginap di sana karena gagal menemui Sekda Singkawang, Kepala Disbudpar Kota Singkawang serta unsur pimpinan Dewan. Menurut Mul'am, Yayasan Pesisir sejak tiga tahun lalu sudah ditunjuk Pemkot Singkawang sebagai pihak pengadaan barang-barang antik untuk Museum Singkawang. Hanya saja pada tahun 2006 dan 2007 dana yang telah dialokasikan pada APBD gagal direalisasikan. Bahkan kekecewaan semakin memuncak ketika alokasi APBD tahun 2008 sebesar Rp 3,5 miliar untuk pengadaan barang museum tidak kunjung terlaksana. Sementara sebentar lagi sudah tutup buku. "Kami sudah habis Rp 300 juta untuk memuluskan pengadaan ini. Namun Pemkot selalu ingkar janji," ujarnya. (man)
