Rabu, 04 Maret 2009 , 07:15:00
*Sepasang Patung Singa Vihara Tua Singkawang Dirusak
TKP Dijaga Ketat Polisi Buru
Pelaku*<http://pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=15845#>



RUSAK : Dua ekor patung singa di Vihara Tri Dharma Bumi Raya Pusat Kota
Singkawang dirusak oleh orang yang tidak dikenal sekitar pukul 22.00 WIB

SINGKAWANG--Keheningan malam kawasan Pasar Hongkong Kota Singkawang berubah
menjadi ramai, tadi malam. Hal itu buntut dari aksi pengrusakan dua ekor
patung singa di Vihara Tri Dharma Bumi Raya Pusat Kota Singkawang oleh orang
yang tidak dikenal sekitar pukul 22.00 WIB.  Patung batu itu, terletak di
sudut kiri dan kanan pintu masuk. Ketika dirusak, vihara di Jalan Sejahtera
Singkawang ini dalam keadaan tertutup rapat. Tidak ada aktivitas umat
melakukan ritual saat kejadian berlangsung. Tampak empat telinga dari kedua
singa itu rusak. Warga yang mencoba mendekat, dilarang polisi agar tidak
terjadi kerumunan. Pantuan koran ini, sekitar lokasi banyak warga yang
berdatangan. Kondisi ini menyebabkan, polisi harus sibuk melakukan
pengamanan. Sontak saja, agar tidak terjadi konsentrasi massa dan hal-hal
yang tidak diinginkan, polisi langsung membubarkan warga.

Kepala Kepolisian Resor Kota Singkawang Ajun Komisaris Besar Polisi Subnedih
tampak berada di lokasi. Ia memerintahkan jajarannya membubarkan kerumunan
warga. Anggota polisi berpakaian dinas dan sipil pun langsung bergerak.
Warga tidak diizinkan melihat. Kapolres pun turut meminta warga untuk tidak
berkonsentrasi di sekitar vihara tersebut.   Informasi Pontianak Post dari
sumber kepolisian mengatakan, saat kejadian ada yang melihat dua orang tak
dikenal mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba berhenti dan melakukan
pengrusakan. Lalu kabur begitu saja. Kapolres dikonfrimasi Pontianak Post
mengatakan, belum bisa memastikan siapa pelaku dari perbuatan itu.
“Kita masih selidiki, pakai motor apa dan berapa orang pelakunya,” kata
Subnedih di sela-sela mengatur jajarannya membubarkan warga yang menonton.
Menurut Kapolres, belum juga bisa dipastikan apa motif dari pengrusakan
tersebut. Untuk itu, kata dia, pihaknya masih menyelidiki kasus ini. “Kita
masih menyelidiki, belum tau siapa pelakuknya dan apa motifnya,” tegas
Subnedih. Sekitar pukul 23.30 WIB, di lokasi kejadian masih banyak terlihat
warga. Akan tetapi, polisi menjaga ketat, dan tidak mengizinkan siapapun
mendekat. Anggota polisi pun siaga di depan halaman Pekong Tua. Hingga
berita ini diturunkan, Vihara tersebut masih dalam keadaan tertutup.

Singa batu (hanzi: 石狮å ; pinyin: shíshÄ«zi) adalah patung batu berbentuk
mirip singa yang merupakan hiasan bagi bangunan dengan arsitektur
tradisional China. Sepasang singa batu biasanya diletakkan di depan pintu
gerbang istana kaisar, kuil Buddha, vihara, pagoda, makam kaisar, kantor dan
kediaman pejabat tinggi, hingga sebagai penghias jembatan, taman, hotel, dan
rumah makan. Patung singa batu dibuat dalam berbagai ukuran, bisa dipahat
dari marmer atau granit, dibuat dari keramik, atau teknik cor menggunakan
besi atau perunggu. Singa batu jantan diletakkan di sebelah kiri, sedangkan
singa batu betina diletakkan di sebelah kanan. Bentuknya sering tidak mirip
dengan singa, melainkan lebih menyerupai hewan legenda China.

Singa batu jantan digambarkan membawa sebuah bola dengan kaki depan sebelah
kanan. Sementara itu, singa batu betina digambarkan sedang mengasuh anaknya
di kaki depan sebelah kiri. Kadang-kadang, singa batu betina digambarkan
dengan mulut tertutup. Sebaliknya, mulut singa jantan digambarkan terbuka
seperti sedang mengucapkan aksara "Aum" yang melambangkan konsep suci agama
Hindu.  Di Tibet, singa batu disebut Gangs Senge (singa salju) yang
melambangkan binatang imajiner dari langit. Di Okinawa, patung serupa
disebut Shisa. Di Myanmar, singa batu disebut Chinthe dan dipercaya sebagai
pelindung kuil dan pagoda.(ody/wikipedia)

<<image/jpeg>>

Kirim email ke