Rabu, 11 Maret 2009 , 08:11:00
Warga Siap Ikuti Ritual Ching Bing
Mulai 22 Maret Hingga 4
April<http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=16215#>

SINGKAWANG-Ritual Ching Bing tahun ini bakal digelar pertengahan Maret
mendatang.  Hal ini dikemukakan Suwardi, salah seorang tokoh masyarakat
Tionghoa Singkawang saat ditemui di vihara Tri Dharma Bumi Raya Pusat Kota
Singkawang.Menurut Suwardi 71 tahun, ritual sembahyang kubur ini berlangsung
di kuburan leluhur masing-masing. Sembahyang kubur ching bing bagi warga
Tionghoa telah terpatri dalam sanubari mereka. Ritual yang biasa dilakukan
pada bulan kedua dan ke tujuh penanggalan China ini sudah menjadi tradisi
sejak turun temurun. Menurutnya, keluarga Tionghoa yang melakukan ritual
sembahyang kubur bukan hanya dari Indonesia saja. Cukup banyak warga
Tionghoa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Bahkan ada juga yang berasal dari negara lain, seperti Hongkong, RRC, juga
Taiwan. Mereka datang untuk memberikan penghormatan kepada leluhurnya yang
telah meninggal dunia.Menurut Suwardi untuk tahun ini Ching Bing dimulai 22
Maret 2009 atau 26 bulan kedua Imlek 2560. Dan akan berakhir pada 4 April
2009 atau tanggal 9 bulan ketiga Imlek. Ia mengungkapkan, jika telah lewat
waktu yang ditetapkan, maka tidak boleh lagi melakukan sembahyang kubur.

“Karena arwahnya sudah naik lagi ke langit atau kembali ke alam baka,”
jelasnya. Menurut Suwardi, pada saat waktu sembahnyang kubur, arwah akan
turun ke bumi. Saat itulah, keluarga atau leluhur akan memberikan
persembahan makanan. Persiapan sembahyang kubur terdiri atas kertas, uang
dan makanan, daging serta buah-buahan. Bahan-bahan ini akan dibakar sebagai
sesajian untuk persembahan dalam ritual sembahyang kubur tadi.

Sajian ini memiliki arti untuk kesuksesan acara itu. Kata Suwardi, waktu
yang baik untuk melaksanakan sembahyang kubur, biasanya pada subuh hari.
Karena, sambung dia, pada masa tersebut, suasana masih hening, sehingga
memudahkan untuk lebih khusyuk.

“Keheningan dan lebih bagus. Ketika bangun tidur, pikiran masih jernih dan
belum ada terinspirasi hal lainnya,” katanya. Sementara itu, persiapan
sembahyang kubur terdiri atas kertas, uang dan makanan, daging nasi serta
buah-buahan. Bahan-bahan ini akan dibakar sebagai sesajian untuk persembahan
dalam ritual sembahyang kubur tadi. Sajian ini memiliki arti untuk
kesuksesan acara itu. (ody)

Kirim email ke