Penyebab utama seseorang mengalami gagal ginjal kronik hingga
membutuhkan pelayanan Hemodialisa (cuci darah) adalah akibat penyakit
diabetes dan darah tinggi. Tingginya kadar gula dalam darah bisa
menyebabkan kerusakan pada ginjal karena organ ini dipaksa bekerja
keras. Pada kasus hipertensi, ginjal bisa rusak akibat sempitnya
dinding pembuluh darah akibat lemak.

"Jika kedua penyakit ini dikontrol dengan baik melalui pengobatan
teratur maka penyakit ginjal akan dapat dicegah sedini mungkin atau
diperlambat," kata Kepala Unit Dialisis RSU Pirngadi Medan,  Prof. Dr.
Harun.Ia mengatakan, penyakit ginjal kronik juga dapat meningkatkan
risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler)
yang akhirnya juga merupakan penyebab kematian terbanyak penderita
gagal ginjal.

Penyebab utama seseorang mengalami gagal ginjal kronik hingga
membutuhkan pelayanan Hemodialisa (cuci darah) adalah akibat penyakit
diabetes dan darah tinggi. Tingginya kadar gula dalam darah bisa
menyebabkan kerusakan pada ginjal karena organ ini dipaksa bekerja
keras. Pada kasus hipertensi, ginjal bisa rusak akibat sempitnya
dinding pembuluh darah akibat lemak.

"Jika kedua penyakit ini dikontrol dengan baik melalui pengobatan
teratur maka penyakit ginjal akan dapat dicegah sedini mungkin atau
diperlambat," kata Kepala Unit Dialisis RSU Pirngadi Medan,  Prof. Dr.
Harun.Ia mengatakan, penyakit ginjal kronik juga dapat meningkatkan
risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler)
yang akhirnya juga merupakan penyebab kematian terbanyak penderita
gagal ginjal.

Menurut dia, sebenarnya gagal ginjal dapat dicegah jika sejak dini
sudah dideteksi melalui pemeriksaan darah dan air seni. Dan mayoritas
mereka di negara berkembang yang berada pada tahap dini penyakit ini
pada umumnya tidak mengetahui jika telah menderita gagal ginjal.

"Untuk itu deteksi dini dari ketidakberesan ginjal menjadi sangat
penting dan memungkinkan pengobatan yang sesuai sebelum terjadi
kerusakan ginjal atau terjadi manifes perparahan karena komplikasi
yang lain.

Sementara itu kepala Staf Medis Fungsional Penyakit Dalam RSU Pirngadi
Medan, dr. Zulhelmi, mengatakan, pada umumnya masyarakat tidak waspada
dengan ginjal mereka karena pada tingkat ringan, gangguan ginjal
sering tidak dirasakan.

Gangguan dapat bertambah parah hingga pada akhirnya ginjal tidak berfungsi lagi.

"Periksalah ke dokter, karena melalui pemeriksaan laboratorium  dengan
sedikit contoh darah dan urine dapat diketahui apakah fungsi ginjal
masih normal atau sudah terganggu, sehingga dapat dilakukan pengobatan
sedini mungkin," katanya.

Ia menyebutkan, gejala awal gagal ginjal dapat diketahui saat
terjadinya gangguan nyeri saat buang air kecil, berdarah, keluar batu,
nyeri pinggang, pucat dan gampang capek.


Sumber : www.kompas.com

regards,
liza herbal
www.lizaherbal.com

Kirim email ke