Senin, 04 Mei 2009 , 07:27:00
*Pagelaran Budaya Multi Etnis*

<http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=18234#>

15 etnis yang ada di Singkawang, dipastikan ikut andil dalam Pagelaran Seni
Budaya Multi Etnis Kota Singkawang tahun 2009 dan untuk yang ketiga kalinya.
Mereka akan menampilkan ciri khas seni dan budaya serta masakan khas, di
stand yang sudah dipersiapkan oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan
Olahraga Kota Singkawang pada 20 Mei 2009 nanti. Momentum itu juga
bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, serta menuju Visit Kalbar 2010.
Kelimabelas etnis yang dipastikan tampil nanti adalah MABM (Melayu), KKSS
(Bugis), GEMISMA (Madura), IKSB (Padang), IKM (Maluku). Kemudian Paguyuban
S4 (Sunda), DAD (Dayak), MABT (Tionghua), KKB (Banjar), dan Riau.
Selanjutnya ada IKABES (Palembang), PKBBS (Batak), NTT, MAESA (Manado) dan
Paguyuban Jawa Kota Singkawang.

 “Potensi Kebudayaan dan kesenian yang ada di Kota Singkawang ini sangat
besar. Oleh karena itulah kita kemas potensi itu. Selain wisatawan bisa
datang menikmati objek wisata dan kuliner, mereka juga bisa mengetahui
keanekaragaman kebudayaan dan kesenian yang kita miliki. Selama ini semua
etnis di Singkawang hidup berdampingan,” jelas Kepala Disbudparpora
Singkawang Syech Bandar didampingi Kabid Pariwisata Lies dan Kabid
Kebudayaan Disbudparpora Singkawang Norman kepada sejumlah wartawan
kemarin.   “

Dua tahun terakhir even ini sukses kita gelar. Ini yang ketiga kalinya.
Setiap peserta kita bantu biaya sebesar Rp1.250.000 termasuk untuk tampil
pada acara kesenian dan kuliner. Stand kita sediakan. Gerobak berbagai etnis
yang sudah ada di dinas nanti kita berdayakan. Setiap etnis akan diberikan
kesempatan dua kali tampil,” kata Bandar menambahkan.

Kemarin juga digelar audiensi dengan perwakilan beberapa etnis yang datang
di Ruang Pentas Seni dan Budaya Disbudparpora Singkawang, dipimpin Kabid
Kebudayaan Norman. Dalam audiensi itu membahas masalah-masalah mengenai
persiapan pagelaran tersebut. “Audiensi Ini sudah yang kedua kalinya,” kata
Norman.Hamdi dari MABM mengaku sangat menyambut baik pagelaran seni dan
budaya antar etnis ini.

Menurut dia, hal ini merupakan suatu upaya pelestarian kekayaan adat dan
budaya yang ada di kota ini. Selain itu juga untuk kerukunan hidup dalam
masyarakat yang terwujud dalam sikap saling menghargai.  “Kita ini berbeda
dengan daerah lain. Meskipun kaya akan adat dan kebudayaan tapi tetap rukun.
Budaya yang ada harus terus dilestarikan dan jangan sampai hilang,”
katanya.  (ody)

Kirim email ke