Senin, 04 Mei 2009 , 07:24:00 Target Produksi Beras Singkawang Tak Tercapai Terkendala Pupuk dan Banjjir<http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=18233#>
SINGKAWANG – Dinas Kehutanan dan Pertanian Kota Singkawang menargetkan peningkatan produksi beras di kota Singkawang untuk tahun ini menjadi lima persen. “Tahun lalu (2008) target kita tidak tercapai 100 persen. Hal ini disebabkan adanya banjir, fuso dan masalah kelangkaan pupuk,” kata Kepala Dishuttan Kota Singkawang Agus Priyatno kepada wartawan baru-baru ini di Singkawang.Sementara itu fuso yang terjadi, kata dia, telah merusak sebanyak 600 ha lebih area pertanian di kota ini. Menurut dia, upaya yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan cetak sawah. “Kami berupaya cetak sawah 200 ha. Kalau terealisasi dua kali berartikan 400 ha. Sisanya, nanti akan kita pikirkan bagaimana, misalnya dengan memberikan penyuluhan dan lain-lain,” jelas dia. Kebutuhan akan beras di Kota Singkawang adalah sebesar 19.799 ton. Sementara itu, kata Agus, produksi beras hanya 13.395 ton saja pada tahun 2008. “Artinya ada defisit sekitar 6.404 ton. Akan tetapi ini bukan berarti Singkawang rawan pangan,” katanya. Untuk mencukupi kekurangan itu, ditegaskan dia, didatangkan beras dari Kabupaten Sambas, yang memiliki luas lahan pertanian yang sangat besar. Dijelaskan Agus, untuk padi pada tahun 2008 lalu ditargetkan produksi sebesar 23.000 ton. Akan tetapi, menurut dia, yang terealisasi hanya 20.300 ton saja. Luas lahan padi yang ada di Kota Singkawang sampai dengan akhir 2008 lalu adalah 6.024 ha. Berdasarkan data dari Pemerintah Kota Singkawang, sasaran tanam pada tahun 2008 lalu adalah 6.224 ha. Kemudian luas panen padi sebesar 6.443 ha. Produktifitas padi adalah 33,31 Kw/ha. (ody)
