*Singkawang*, Manajer PT PLN Cabang Singkawang, Ahmad Ismail ST secara
terbuka meminta maaf kepada masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir di
wilayah kerjanya sejak bulan Januari 2009. Dia pun mengimbau para pelanggan
di Singkawang, Bengkayang dan Sambas (Singbebas) dapat memahami kondisi
terkini perusahaan penyedia setrum itu.

"Sistem kelistrikan kita masih menggunakan teknologi yang sama," ungkapnya,
kemarin. Pemadaman menurut Ismail, dibedakan dua jenis, yakni terencana dan
sebaliknya. Kategori pemadaman terencana, seperti pemeliharaan mesin yang
senantiasa diumumkan dan diberitahukan kepada masyarakat melalui media
massa. Dengan harapan, para pelanggan dapat mengantisipasi dan melakukan
persiapan. Namun, kalau pemadaman tak terencana, seperti sambaran petir,
tertimpa pohon, angin ribut, binatang dan layang-layang diakuinya sulit dan
jarang dikomunikasikan kepada warga.

"Permainan layang-layang di Pontianak menggunakan tali kawat sudah diadopsi
di Singkawang. Sering kita mendapati kerusakan yang berakibat pemadaman
listrik dipicu layang-layang," jelasnya didampingi para asisten manajernya.
PLN Cabang Singkawang bersama Sat Pol PP sebut Ismail, sudah menggelar aksi
penertiban permainan layang-layang menggunakan tali kawat maupun beling.
Sayangnya, Perda Permainan Layang-layang belum ada di Singkawang. Karena itu
dia mengharapkan kesadaran para penggemar layang-layang untuk tidak
sekali-kali memakai tali kawat maupun benang dicampur beling. Terlebih,
sistem jaringan distribusi listrik masih menggunakan kawat alias tanpa
isolasi.

"Imbauan ini demi keberlangsungan listrik," akunya. 34.755 pelanggan yang
tersebar di Singbebas dipastikan Ismail, mendapat suplai energi dari tiga
pembangkit di Singkawang, yakni, Sungai Wie, Sudirman dan Sewa Tama. Beban
puncak pemakaian listrik setiap hari mencapai 23.4730 Kilo Watt. Sedangkan
daya mampu generator saat ini sebatas 18.600 Kilo Watt, sehingga ada defisit
sebesar 5 ribu Kilo Watt.

"Pemadaman merupakan langkah terpaksa yang kita ambil guna mengatasi defisit
energi. Belum lagi adanya pemeliharaan dan gangguan," paparnya. Ismail
menjelaskan, tiga rencana untuk mengatasi pemadaman kelistrikan yang miris
itu. Pertama, rencana jangka pendek, yakni mengoptimalkan dan mempercepat
proses pemeliharaan mesin pembangkit. Kedua, rencana jangka menengah, yakni,
interkoneksi SUTT 150 KV dengan sistem Pontianak dan pembangunan jaringan
Saluran Udara Tegangan Menengah 20 KV dari Kecamatan Sajingan sampai ke
Kecamatan Galing. Sedangkan pembangunan PLTU di Pantai Kura-kura sebesar 2 x
25 Mega Watt dan interkoneksi SUTT 275 KV dari Malaysia ke Jagoi Babang,
Kabupaten Bengkayang sebagai langkah ketiga alias rencana jangka panjang.

"Pembangunan SUTT 150 KV masih terbentur dengan keberatan warga Kowina
Singkawang. Dalam waktu dekat, pimpinan proyek akan bertemu dengan Walikota
Singkawang, Hasan Karman guna membicarakan masalah ini," bebernya.
Membudayakan hemat listrik menjadi harapan Ismail kepada para pelanggan,
karena berkaca dari kondisi di atas. Sejauh ini pihaknya sudah melakukan
edukasi kepada para pelajar untuk berhemat.

"Kita juga akan menggelar spanduk berisikan imbauan agar para pelanggan
benar-benar mau berhemat menggunakan listrik," serunya. (man)

Kirim email ke