http://www.singkawangkota.go.id/spektakuler2012/index.php/component/content/article/1-berita-terbaru/363-pembangunan-rumah-adat-melayu-terhenti-arnadi-arkand-butuh-6-m-untuk-pembangunan.html

*Pembangunan Rumah Adat Melayu Terhenti.
Arnadi Arkand: Butuh 6 M Untuk Pembangunan*

Pembangunan rumah Adat Melayu yang telah berjalan,  saat ini sedang terhenti
kurang lebih satu bulan. Pasalnya dana yang dianggarkan sebesar Rp. 500 juta
pada tahun 2007 telah habis. Dan  dana itu hanya untuk pembangunan fisik
berupa pondasi.

Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kota Singkawang, Arnadi Arkand, saat
di jumpai pada ruang kerjanya, membenarkan terhentinya pembangunan rumah
adat Melayu yang terletak di Jalan  Alianyang.

”Rumah Adat Melayu terhenti karena anggaran 2007 sebanyak 500 juta yang ada
telah habis,” tegas Arnadi. Menurutnya, pihaknya bisa membuktikan bahwa
semua anggaran yang ada telah di gunakan hanya untuk pembangunan rumah adat
melayu. Untuk barang barang yang masih tersisa telah tersimpan dengan baik.

”Barang barang itu dan akan dipergunakan kelak sebagai bahan tambahan dalam
pembangunan mendatang,” tambah Arnadi.

Tahun 2009, MABM Kota Singkawang telah mengajukan penambahan biaya sebesar 1
Miliar Kepada Pemkot Singkawang. Kalaupun disetujui, dana itu belum
mencukupi karena pembangunan rumah melayu memerlukan dana sebesar 6 Miliar.

Selain meminta bantuan pada Pemkot, untuk perampungan pembangunan tersebut,
pihak panitia berusaha menncari solusi lain.

”Bila dananya belum mencukupi, maka kita akan mencoba menyebarkan kupon
sebesar 1.000 rupiah ke masyarakat, itupun jika masyarakat peduli dengan
pembangunan rumah Aadat Melayu,” ujar Arnadi.(PDE)

Kirim email ke