Jum'at, 05 Juni 2009 , 08:47:00
Listrik Padam, Empat Rumah Guru Terbakar
<http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=19685#>

SINGKAWANG – Empat unit rumah yang tergabung dalam dua blok di perumahan
guru Gang Wonosari  Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah hangus
terbakar, tadi malam. Belum bisa dipastikan asal api. Tidak ada korban jiwa
dalam peristiwa yang terjadi saat kawasan terseut dilanda hujan dan listrik
padam. Satu blok terdiri dari dua rumah. Yang pertama adalah milik Ariyanto.
Ia tinggal bersama seorang istri dan enam anaknya. Rumah kedua adalah milik
Hartono, anak Ariyanto yang tinggal bersama seorang istri dan anaknya.
Kemudian, rumah yang ketiga adalah milik Sutarno.  Sedangkan satu rumah
lagi, kosong tanpa penghuni.


“Ada dua blok, tiga ada penghuninya dan satu kosong,” kata Ariyanto di
Tempat Kejadian Perkara kemarin. Kartimah, istri Ariyanto, tampak sibuk
melihat barang-barang yang bisa diselamatkan dalam peristiwa itu. Ia
mengungkapkan, api berasal dari rumah anaknya, Hartono. Namun, ia tidak
mengetahui  sumber penyebab munculnya api hingga terjadinya peristiwa
kebakaran tersebut.

“Saya lagi makan sama anak dan cucu. Menantu saya (Istri Hartono). Datang ke
rumah. Suami saya sedang pergi ngelayat bersama anak saya (Hartono). Lalu,
ada tetangga saya, Tarno, keluar rumah dan bilang ada api. Apinya berasal
dari rumah menantu (anak) saya, saat itu listrik padam. Saya tidak tahu
sumber apinya,” kata Kartimah di lokasi kemarin.  Menurut dia, api seketika
membesar. Sehingga ia menjadi panik. Bahkan, ia mengaku nyaris meninggalkan
anaknya yang berusia satu tahun. “Setelah api besar, saya panik. Anak saya
yang berusia, satu tahun tinggal di dapur saat sedang makan mie. Lalu, saya
teringat dan kembali lagi menyelamatkan. Syukur semua anak saya selamat,”
katanya.

Tidak ada barang berharga yang bisa diselamatkannya. Hanya beberapa helai
pakaian dan sebuah televisi. “Kalau surat menyurat penting, sudah habis
terbakar, tak sempat diselamatkan lagi,” jelasnnya seraya mengatakan, untuk
sementara menumpang nginap di rumah saudara. Ariyanto, suami Kartimah
mengatakan, saat kebakaran ia sedang pergi melayat saudaranya yang meninggal
dunia. Lalu, ia mau pulang mengambil kopiah.

“Sekali lihat rumah saya sudah terbakar. Rasanya tidak mungkin, tapi ini
sudah kenyataan,” jelasnya. Ia mengaku tidak tahu menahu asal api. Kakek dua
cucu ini, hanya bisa pasrah dengan keadaan ini. Sementara itu, sekitar
setengah jam api berhasil dipadamkan. Petugas pemadam kebakaran mendapatkan
masalah, yang tak lain adalah sumber air.

“Ada enam unit mobil pemadam kebakaran yang turun. Kita kesulitan sumber
air, “ kata Bong Cin Nen, salah seorang petugas pemadam kebakaran. Hingga
berita ini diturunkan, api sudah berhasil dipadamkan. Banyak masyarakat yang
datang ke lokasi untuk menonton kejadian ini. Baik itu jalan kaki, hingga
menggunakan sepeda motor dan mobil. Anggota kepolisian jajaran Polres
Singkawang, sibuk berjaga-jaga, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak
diinginkan. (zrf/ody)

Kirim email ke