jika benar yang dimaksud adalah hia Rudiyanto seperti alamat yang ada di bawah ini . . . ada 2 artikel yang saya temukan pada Rakyat Borneo & W. Suwito SH & Associate.
14 Juni, 2009 Kematian Rudiyanto yang Misterius Chia Rudiyanto (23), warga Dusun Sumbawa RT 02 Rw 07, Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang menjadi perhatian masyarakat. Pemuda ini, Sabtu 25 April lalu dilaporkan meninggal dengan cara gantung diri di tahanan Mapolsek Sui Duri. Pria ini berada di tahanan terkait dugaan kasus pelecehan seksual. Ia ditangkap karena adanya laporan Abon, warga setempat yang tidak terima anaknya, Teddy Wijaya, menjadi korban pelecehan kala itu. Keluarga almarhum Rudiyanto jelas menaruh curiga atas kematian ini. Mereka menemukan beberapa kejanggalan. Saat itu, pihak kepolisian bersikukuh tersangka meninggal gantung diri. Kapolres Bengkayang, M. Nasir S, dikonfirmasi saat itu mengungkapkan telah dilakukan visum sebanyak dua kali, di Puskesmas Sui Duri dan Rumah Sakit Abdul Aziz Singkawang, menyatakan korban positif gantung diri, dengan tanda-tanda bekas jeratan baju di leher, serta dari kemaluannya mengeluarkan sperma. Kapolres juga mengakui kejadian ini merupakan kesalahan dua anggotanya yang lalai menjalankan tugas piket untuk mengontrol tahanan. Untuk itu, dirinya akan mengambil tindakan tegas dan sanksi kepada kedua petugas tersebut, jika dinyatakan bersalah berdasarkan kode etik Polri. Namun, keterangan tersebut tidaklah mampu menyakinkan pihak keluarga atas kematian Rudiyanto. Pihak keluarga menemukan ketidakwajaran itu karena ada tanda-tanda kekerasan di fisiknya. Kebenaran kematian Rudiyanto perlu diungkap. Penyebabnya terus menggelanyut dan menjadi pikiran. Sebagai warga Negara yang sama derajatnya di mata hukum, jalan mencari keadilan terbuka. Usaha-usaha membuka tabir gelap ini terus dilakukan. Yang salah memang harus dihukum. Hukuman yang diberikan juga harus dengan cara-cara benar. Benar jelas sesuai dengan Undang-undang yang berlaku, bukan dengan kekerasan apalagi hingga merenggut jiwa seseorang, sementara kasusnya baru tingkat pengaduan belum dijatuhkan vonis bersalah atau tidak. Fakta penyebab kematian perlahan mulai terbuka. Pernyataan karena gantung diri mulai terbantahkan. Pihak keluarga almarhum Rudiyanto dengan merogoh kocek sendiri mendatangkan dokter tim forensik, Abdul Muin Rasit. Jumat (12/6) kemarin, dokter ini mengotopsi jenazah Rudiyanto. Hasilnya? Ditemukan ada bekas pendarahan di kepala bagian belakang korban. Kepala belakang korban retak 4 cm dan pernah terjadi pendarahan di bagian otak, bagian kepala, perut dan juga bekas lebam. Untuk otopsi sendiri pihak keluarha mengikhlaskan makam Rudiyanto di pemakaman yayasan Pasir Gunung, Desa Sungai Pangkalan Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang dibongkar kembali. Fakta yang dibeberkan dokter forensic menegaskan telah terjadi kekerasan terhadap almarhum sebelum meninggal? Lantas siapa yang begitu kecam melakukan penganiyaan tersebut? Siapa di balik itu semua? Mengapa itu dilakukan?. Kemudian bagaimana bila Rudiyanto tewas bukan karena gantung diri? Bagaimana hasil dari 2 visum sebelumnya? Tentu masih banyak rantai pertanyaan yang menunggu jawaban. Ini semua menunggu kejujuran untuk mengatakan yang fakta maupun kejadian yang sebenarnya. Semoga ini kasus ini bisa menjadi pelajaran kita semua. *Misteri Kematian Chia Rudiyanto di TahananKeluarga Mengadu ke Polda di Jumat, Mei 01, 2009 MENCARI KEADILANKeluarga korban yang berupaya mencari keadilan saat berada di Kantor W.Suwito,SH & Associates. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune Andika LayBorneo Tribune, Pontianak Kasus kematian Chia Rudiyanto di tahanan Polsek Sungai Raya, beberapa waktu lalu telah menyimpan duka keluarga. Kematian Rudiyanto yang menurut versi Polsek Sungai Raya meninggal karena gantung diri di dalam jeruji besi.Rudiyanto yang tinggal di Dusun Sumbawa, Desa Sungai Duri RT.02/RW.07 Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang menjadi tahanan Polsek Sungai Raya. Penangkapan Rudiyanto dilakukan oleh dua anggota Polsek Sungai Raya, dikarenakan adanya laporan Abon warga setempat yang tidak terima anaknya Teddy Wijaya menjadi korban pelecehan seksual oleh Rudiyanto.Keluarga korban, Kamis (30/4) mendatangi Kantor W. Suwito,SH., MH., dan Associates menyampailkan prihal permasalahan yang dihadapi keluarganya dan meminta bantuan hukum dari advokat untuk mengadukan kasus itu ke Kapolda Kalbar.Basuki Wilbertus, tokoh masyarakat yang mendampingin keluarga korban menyatakan kedatangannya ke Pontianak untuk memenuhi tuntutan masyarakat yang menghendaki kasus kematian di dalam tahanan Polsek Sungai Raya diselesaikan secara tuntas tanpa ada diskriminasi.“Tindak tegas aparat yang menyalahgunakan wewenang, oknum polisi yang terlibat dalam kasus ini harus diadili, hukum harus ditegakkan, kami berharap tidak diskriminasi dalam penyelesaian kasus ini, dan kasus ini harus secepatnya dituntaskan tanpa membeda-bedakan,” ungkapnya.Dewi Aripurnawati,SH, dari Kantor W. Suwito dan Associates yang ditunjuk Bun Djung Khim membuat pengaduan resmi kepada Kapolda Kalbar yang intinya mohon keadilan serta perlindungan hukum sehubungan dengan meninggalnya anak kliennya.“Penangkapan yang dilakukan oleh Petugas Polsek Sungai Raya dalam mengamankan Rudiyanto tidak dilengkapi surat tugas dan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Polsek Sungai Raya,” jelasnya.Menurutnya, kronologis kejadiannya adalah, walau tidak ada surat perintah penangkapan, almarhum Rudiyanto bersedia ikut petugas ke Polsek Sungai Raya, karena jaminan dari kepala kampung, Seniman dan Ketua RT, bahwa korban akan diperiksa secara baik-baik.Setelah dijemput oleh dua anggota, almarhum Rudiyanto yang baru saja selesai mandi dan sebelum berangkat untuk dimintai keterangan di Polsek Sungai Raya, korban meminta ijin kepada petugas untuk makan terlebih dahulu, namun tidak diijinkan dan setelah itu almahum langsung dibawa petugas.“Karena almahum saat dijemput belum makan, maka sekitar pukul 20.00, keluarga mengantarkan makan dan air meneral untuk almahum, tapi tidak diijinkan bertemu, dan hanya dapat menitipkan makanan dan air meneral untuk anaknya yang ternyata sampai diberitahu sudah meninggal makanan dan minumannya masih utuh,” jelasnya.Belum semalam ditangkap, dini hari jam 03.00, orang tua almahum diberitahu oleh Aliong dan temannya untuk segera menjemput dan memakamkan jenazah almahum yang saat itu berada di Puskesmas Sungai Duri.“Almahum meninggal malam hari saat ditangkap, dan dilaporkan meninggal dunia pada 24/4 pukul 23.45 tergantung menggunakan kemeja pendeknya yang seakan-akan sedikit dilipat kecil dan terikat dijeruji ventilasi ruang tahanan,” ungkapnya.Saat almahum ditemukan tergantung di ruang tahanan, orangtua almahum tidak pernah dihubungi petugas Polsek Sungai Raya. Padahal, ketika almahum dijemput di rumahnya oleh petugas, almahum dalam keadaan sehat dan petugas bertemu dengan orang tua almahum.Saat berada di Puskesmas Sungai Duri besoknya, orangtua almarhum, surat perintah penangkapan dan perintah penahanan yang sudah ditandatangani dan sekaligus diberi cap jempol almarhum, baru disampaikan oleh Ketua RT, Syamsudin kepadanya.“Karena banyak kejanggalan yang terjadi pada jenazah almarhum, dan terlihat ada bukti kekerasan fisik pada almahum, maka keluarganya meminta untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah almahum. Karena tidak adanya tim forensik di Pontianak, maka keluarga mohon pemeriksaan dapat dilakukan oleh ahli forensik yang bertugas di Jakarta, keluarga almahum menyanggupi semua biaya otopsi dan biaya petugas yang mengantar,” jelasnya.Hal ini dilakukan oleh keluarga, menurut Dwi, dikarenakan tubuh almarhum juga ditemukan bengkak dan memar pada mata sebelah kiri, memar pada ulu hati, dan tidak adanya pemberitahuan kepada keluarga ketika almarhum diturunkan dari jeratan kemejanya.“Kami sangat mengharapkan, agar dapat dilakukan penyidikan terhadap meninggalnya korban karena kami menduga adanya tindak kekerasan dalam pemeriksaan di Polsek Sungai Raya, berikut proses penyidikan, penangkapan dan penahanan yang dilakukan secara melawan hukum terhadap korban,” kata Dewi. ________________________________ Dari: Hidayat Boesran <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Jumat, 3 Juli, 2009 20:52:37 Judul: Bls: [Singkawang] hasil otopsi RUDIYANTO apakah yang dimaksud adalah : Chia Rudiyanto (23), warga Dusun Sumbawa RT 02 Rw 07, Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang Pa' Dhe. Yogyakarta. ________________________________ Dari: abuychang <abuych...@yahoo. co.id> Kepada: singkaw...@yahoogro ups.com Terkirim: Jumat, 3 Juli, 2009 20:19:09 Judul: [Singkawang] hasil otopsi RUDIYANTO kepada anggota milis ada yg tau gx hasil otopsi kematian RUDIYANTO ? ________________________________ Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! "Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang! http://id.mail.yahoo.com"
