/
Selasa, 2 September 2008 | 10:51 WIB
URUMQI, SELASA - Wilayah otonomi khusus Xinjiang, di China baratlaut, ternyata
diam-diam menyimpan potensi ekonomi dan pariwisata yang sangat besar bagi
Indonesia.
Xinjiang dengan ibukota Urumqi, selama ini memang masih belum terlalu
diperhatikan oleh pengusaha Indonesia karena letaknya yang memang sangat jauh
dari Beijing, empat jam penerbangan, disamping informasi pasar mengenai wilayah
itu yang sangat minim.
Namun demikian, Xinjiang yang memiliki luas wilayah 1,66 juta meter persegi
atau 16 persen dari total wilayah China, sesungguhnya sangat berpeluang untuk
menjadi daerah mitra bagi pengusaha Indonesia.
Harus diakui selama ini pengusaha Indonesia dalam menjalankan bisnis pariwisata
dengan China masih terkosentrasi ke wilayah China timur hingga selatan, seperti
di provinsi Shandong, Shanghai, Shenzhen, serta provinsi Guangzhou, termasuk
diantaranya Hong Kong.
Dubes RI untuk China Sudrajat, mengatakan pengusaha Indonesia selama ini
cenderung lebih fokus melakukan kontak dagang dan ekonomi dengan wilayah China
yang terletak di pantai timur hingga selatan, padahal di China baratlaut, China
baratdaya, juga China tengah memiliki potensi yang sama baiknya.
"Memang harus diakui bahwa volume perdagangan dan ekonomi Indonesia selama ini
memang masih sedikit ke China barat sehingga upaya mencari pasar baru dan
melakukan promosi ke wilayah China baratlaut, seperti di Xinjiang sangat perlu
dilakukan," kata dubes Sudrajat.
Padahal, potensi ekonomi provinsi atau wilayah di China barat sebenarnya juga
sangat besar dan bahkan bisa dimanfaatkan Indonesia mengingat Xinjiang memiliki
mayoritas berpenduduk Islam.
Ia menambahkan, adanya hubungan persaudaraan sesama wilayah yang mayoritas
berpenduduk Islam juga dapat menjadi alasan begitu penting dan terbukanya
peluang Indonesia memasarkan produknya ke wilayah itu.
Atase Perdagangan (Atdag) Beijing Imbang Listiyadi mengatakan pula bahwa
wilayah ini sejatinya memiliki pasar tersendiri bagi produk Indonesia,
khususnya untuk wilayah China baratlaut.
Senada dengan dubes Sudrajat, Imbang mengatakan pula konsentrasi pengusaha
Indonesia melakukan hubungan dagang dengan China masih di wilayah China timur
hingga selatan, seperti Guangzhou dan Shanghai. "Padahal sesungguhnya wilayah
China baratlaut seperti Xinjiang juga memiliki prospek tersendiri yang bisa
dikembangkan di masa mendatang," katanya.
Berbagai produk makanan olahan Indonesia, tambahnya, sesungguhnya sudah ada
yang masuk ke pasar Xinjiang. Tapi demikian produk-produk tersebut masih di
bawa oleh pedagang dari China selatan dan timur yang selama ini telah lama
melakukan kontak dagang dengan Indonesia.
"Sementara perdagangan langsung antara pengusaha Indonesia dengan Xinjiang saat
ini masih belum terjalin. Oleh sebab itu keikutsertaan Indonesia dalam pameran
ini sangat penting dan strategis," katanya.
Potensi Xinjiang sebetulnya selain memang merupakan pasar menarik, letak
geografisnya sesungguhnya juga bisa dimanfaatkan sebagai pintu gerbang masuk ke
pasar negara-negara Asia Tengah mengingat potensi ekonomi di kawasan itu selama
ini belum banyak dimanfaatkan pengusaha nasional.
"Posisi geografis Xinjiang sangat strategis bagi produk Indonesia disamping
Xinjiang sendiri juga memiliki pasar yang sangat besar bagi produk Indonesia,"
kata Imbang
Menurut dia, sejumlah negara seperti Kazakhstan, Uzbekistan, Armenia,
Kirgystan, dan Azerbaijan merupakan negara-negara yang sesungguhnya sangat
potensial bagi berbagai produk Indonesia, terlebih lagi negara-negara tersebut
berpenduduk mayoritas muslim, sehingga rasa persaudaraan sesama muslim bisa
dimanfaatkan.
Dari hasil pengamatan Atdag, negara-negara di kawasan Asia Tengah juga memiliki
peluang untuk dimasuki berbagai produk Indonesia, seperti makanan, bahan
makanan olahan, produk pertanian, hingga produk manufaktur.
Berbagai produk makanan olahan Indonesia, tambahnya, sesungguhnya sudah ada
yang masuk ke pasar Xinjiang. Tapi demikian produk-produk tersebut masih di
bawa oleh pedagang dari China selatan dan timur yang selama ini telah lama
melakukan kontak dagang dengan Indonesia.
"Sementara perdagangan langsung antara pengusaha Indonesia dengan Xinjiang saat
ini masih belum terjalin. Oleh sebab itu keikutsertaan Indonesia dalam pameran
ini sangat penting dan strategis," katanya.
EDJ
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/