Diambil dari “The History of Zhuge Liang”, tentang “Zhuge Liang Belajar TAO” 
!!! Pada saat Zhuge Liang berumur 9 tahun, ia masih belum bisa bicara dan 
keluarga Zhuge Liang adalah keluarga yang miskin.   Suatu hari, ayahnya 
menyuruh Zhuge Liang untuk pergi menggembalakan domba di bukit terdekat.  Di 
bukit tersebut terdapat sebuah “temple”, disana… tinggalah seorang Taoist.   
Taoist itu setiap hari keluar temple, untuk melihat2 sekeliling.  Dan pada saat 
itulah ia melihat Zhuge Liang yang sedang menggembala.
Taoist itu mendekati Zhuge Liang dan memberikan tanda2 dengan menggunakan 
tangannya, bermaksud untuk mengajaknya bermain.    Zhuge Liang segera 
menanggapinya dan sangat menyukai Taoist tersebut.   Taoist itu juga senang 
dengan Zhuge Liang, karena keluguan dan kepintarannya.    Kemudian, Taoist itu 
mulai berusaha mengatasi “kebisuan” yang dialami oleh Zhuge Liang dan dalam 
waktu singkat, Zhuge Liang sudah dapat berbicara.
Zhuge Liang senang sekali saat ia sudah bisa berbicara.  Ia sangat berterima 
kasih secara personal kepada Taoist itu.  Sang Taoist mengatakan : “Saat kamu 
pulang nanti, katakanlah kepada orang tuamu, bahwa aku mengangkatmu sebagai 
muridku dan aku akan mengajarimu cara membaca.   Selain itu, aku juga akan 
mengajarimu hal2 lainnya.   Jika orang tuamu setuju, kamu harus menghadiri 
kelas setiap hari dan tidak boleh sekali-pun membolos”.
Begitulah akhirnya Zhuge Liang belajar kepada Taoist itu setiap hari.   Zhuge 
Liang adalah murid yang pintar.   Dalam semua ajaran yang diberikan, Sang 
Taoist tidak perlu sampai dua kali mengajarinya, semua langsung dapat diterima 
dengan baik oleh Zhuge Liang.   Taoist itu pun akhirnya semakin hari menjadi 
semakin menyukai Zhuge Liang.
8 tahun berlalu… dan Zhuge Liang telah menjadi remaja yang berumur 17 tahun.   
Konon, saat itulah terjadi insiden yang membuat Zhuge Liang menjadi malas 
belajar dan melupakan pendidikannya.    Di saat umur itu pula ia mendapatkan 
“Bulu Ekor”, yang akhirnya dia gunakan untuk membuat kipas bulu, yang sampai 
dengan saat ini menjadi “Ikon” Zhuge Liang yang paling terkenal.   Kemalasan 
Zhuge Liang akhirnya dapat teratasi, berkat nasihat dari Gurunya itu dan ZHuge 
Liang pun melanjutkan kembali pendidikannya sampai dia berumur 18 tahun.
Saat umur 18 tahun itulah, saat dimana Zhuge Liang dan Gurunya berpisah.   
Zhuge Liang mulai keluar dan siap untuk mempraktekkan apa yang telah dia 
pelajari selama ini ke dalam kehidupan nyata.    Dikatakan, sebelum dia pergi, 
Sang Taoist memberikan Zhuge Liang sebuah jubah, dengan gambar “Eight 
Diagrams”, yang pada akhirnya juga menjadi “Ikon” bagi Zhuge Liang.
******************************
Tentang : 100.000 buah anak panah !!! Zhou Yu, seorang Panglima Perang dari 
Negara Wu, yang merupakan rival sejati bernama Zhuge Liang.   Zhou Yu sangat 
mengagumi kebijaksanaan, kecerdasan dan kecerdikan Zhuge Liang, tetapi jauh di 
dalam lubuk hatinya, dia justru ingin menghabisi rival sejatinya itu, dengan 
pemikiran bahwa Zhuge Liang merupakan ancaman terbesar di kemudian hari.   Shu 
(Liu Bei) dan Wu (Sun Quan) bergabung untuk melawan Negara Wei (Cao Cao).   
Zhuge Liang bersedia menjadi perantara di antara Negara Shu dan Wu.   Untuk 
itu, beliau harus tinggal sementara di Negara Wu, karena perang yang 
berlangsung adalah perang marinir alias perang di perairan.
Merasa mangsa sudah di dalam mulut harimau, Zhou Yu dengan segera mengeluarkan 
akal liciknya, dengan berpura-pura meminta pertolongan dari Zhuge Liang, untuk 
menyediakan 100.000 buah anak panah dalam waktu satu minggu, tanpa bantuan para 
pasukan Wu.   Jika permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi dalam waktu yang 
ditentukan, maka konsekuensinya adalah hukuman militer alias hukuman mati.   
Dengan tertawa riang, Zhuge Liang ternyata menyetujui permintaan tersebut dan 
hanya meminta waktu 3 HARI SAJA !!!    Mungkin bagi kita, memikirkannya saja 
tidak berani, apalagi untuk mengiyakan permintaan yang tidak masuk akal seperti 
itu.
Triknya adalah Beliau meminjam beberapa kapal Negara Wu yang dilengkapi dengan 
banyak boneka jerami, yang dibentuk menyerupai tentara di setiap kapal2nya.   
Pada malam hari yang ke 3, cuaca berkabut tebal…, Zhuge Liang berangkat menuju 
ke markasnya Cao Cao.   Pada saat kapal mendekati perkemahan Wei, Zhuge Liang 
memerintahkan anak buahnya untuk menghidupkan obor di setiap kapalnya.
Para pasukan Wei yang memang sudah bersiaga, melihat samar2 datangnya kapal 
asing dari kejauhan  mereka segera mendapat perintah dari Cao Cao, untuk 
memanah sebanyak mungkin ke arah kapal2 asing tersebut, terus menerus tanpa 
berhenti.  Sesaat kemudian kabut mulai hilang, Zhuge Liang segera memerintahkan 
kapal2nya untuk mundur dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Cao Cao, 
atas kemurahan hatinya memberikan anak-anak panah tersebut.   Zhuge Liang 
segera kembali ke Negara Wu, dengan membawa 100.000 lebih anak panah dan bahkan 
telah berhasil melewati jebakan dari Panglima besar Wu sendiri, yaitu Zhou Yu.
Zhuge Liang memiliki kemampuan meramal seperti meramal cuaca.   Beliau 
meramalkan bahwa pada hari ketiga, akan ada kabut tebal dan atas dasar 
ramalannya, beliau mendapatkan ide yang sungguh sangat mengagumkan ini.   Zhuge 
Liang benar2 memiliki “Shen Tong”.
******************************
dari http://www.tionghoa.com/117/zhuge-liang/
Zhuge Liang
Nama Lengkap: Zhuge Kongming
Lahir: A.D. 181
Meninggal: A.D. 234
Saudara: Zhuge Jin, Zhuge Jun
Anak: Zhuge Zhan
Keponakan: Zhuge Ke
Zhuge Liang dikenal sebagai seorang ahli strategi. Dikenal juga sebagai “Kong 
Ming” dan mempunyai julukan “Naga Tidur”.   Zhuge Liang hidup tenang dan damai 
di Longzhong sampai saat Liu Bei berhasil menemuinya pada kunjungan ketiga.   
Terkesan oleh kejujuran Liu Bei dan memiliki kesamaan pandangan untuk 
mendirikan kerajaan di barat dan pada saat yang sama menjalin kerjasama dengan 
Kerajaan Wu, Zhuge Liang meninggalkan desanya untuk mengabdi kepada Liu Bei, 
yang merupakan titik balik bagi Liu Bei.   Pada saat itu Zhuge Liang berusia 27 
tahun, sedangkan Liu Bei 47 tahun.
Pada mulanya Guan Yu dan Zhang Fei tidak menerima keadaan bahwa mereka 
diperintah oleh seorang yang masih muda dan berpikir bagaimana mungkin Liu Bei 
percaya penuh kepada Zhuge Liang yang masih muda dan tidak berpengalaman, 
sehingga memberikan komando tertinggi untuk melawan Xiahou Dun.   Namun Zhuge 
Liang dapat menunjukkan strategi yang hebat dan mengetahui arah gerak musuh 
yang menghasilkan kemenangan mutlak atas Cao Cao pada tugas pertamanya dan 
membuktikan bahwa penilaian Guan Yu dan Zhang Fei adalah salah.
Hanya saja serangan kedua dari Cao Cao terlalu tangguh untuk membuktikan 
kepandaian Zhuge Liang, sehingga Liu Bei membawa penduduk Xinye mengungsi ke 
Xiangyang, namun dikejar oleh Liu Cong.  Tidak memiliki pilihan, Zhuge Liang 
memimpin sejumlah kecil pasukan ke Jiangxia, untuk meminta bantuan dari Liu 
Qi.   Demi menjamin keselamatan Liu Bei atas serangan Cao Cao, Zhuge Liang 
menuju Kerajaan Wu membujuk Sun Quan, untuk mengajak bekerjasama dan melawan 
Cao Cao secara bersama-sama.   Tentara Liu Bei dan Sun Quan dapat menghalau 
tentara Cao Cao dan Liu Bei berhasil menguasai Jingzhou selama perang 
berlangsung.
Memiliki ide yang sama dengan Pang Tong bahwa Jingzhou tidak dapat 
dipertahankan untuk waktu lama, Zhuge Liang memilih tetap berada di Jingzhou 
sementara Liu Bei bersama Huang Zhong, Wei Yan, Pang Tong dan Guan Ping menuju 
ke Xichuan.   Sayangnya kematian Pang Tong dan Liu Bei yang terjebak di Xichuan 
tidak memberikan pilihan bagi Zhuge Liang, kecuali harus terus memimpin tentara 
ke Xichuan untuk menyelamatkan Liu Bei dan menguasai Xichuan.
Pada saat setelah Liu Bei meninggal dunia, Zhuge Liang berhasil menghalau tujuh 
serangan yang dilancarkan Cao Pi.   Dengan adanya Zhuge Liang, Kerajaan Shu 
menjadi lebih makmur dan memiliki tentara yang lebih perkasa..   Zhuge Liang 
berhasil memadamkan pemberontakan yang dilakukan oleh Meng Huo, di bagian 
selatan Kerajaan Shu dan memimpin enam operasi melawan Kerajaan Wei untuk 
memenuhi keinginan Liu Bei demi mengembalikan kejayaan Dinasti Han.
Musuh utama Zhuge Liang adalah Sima Yi.   Jika bukan karena Sima Yi, Zhuge 
Liang tentunya sudah berhasil menguasai Luoyang dan memenuhi keinginan Liu Bei 
untuk mengembalikan kejayaan Dinasti Han.   Zhuge Liang yang bekerja terlalu 
keras dan penuh tekanan, telah membuat dirinya sakit pada operasi penyerangan 
yang ke enam.   Zhuge Liang meninggal dunia di Wuzhangyuan, namun sebelum 
meninggal dia memilih Jiang Wei sebagai penerus.   Kematian Zhuge Liang membawa 
kerugian besar bagi Kerajaan Shu.
******************************
Ada cerita lain yang menunjukkan bahwa ketika kecil, ZHU GE LIANG dan beberapa 
adiknya diasuh oleh Pamannya, yang merupakan salah seorang Tokoh AGAMA TAO yang 
tersohor di daerahnya.    Oleh karena itu ketika dewasa, ZHU GE LIANG sangat 
mahir di dalam menguasai “FAK SUK” termasuk Ilmu Astronomi dan Ilmu Politik 
Perang dsb.
Tapi ternyata ada yang lebih hebat, yaitu Isteri ZHU GE LIANG sangat pandai, 
bahkan dikatakan lebih pandai dari pada suaminya.   Dalam bidang tehnik 
mekanik, ceritanya beliau berhasil membuat robot pendorong gilingan tahu yang 
terbuat dari kayu dan robot ini bisa bekerja secara otomatis !!!    Jadi… 
ketika ZHU GE LIANG ingin membuat alat transportasi dari kayu, beliau mengalami 
sedikit kesulitan dalam mekanikal tertentu.   Beliau tidak segan2 untuk meminta 
petunjuk dari isterinya, sehingga akhirnya ZHU GE LIANG berhasil membuat alat 
angkut dari kayu yang bisa berjalan sendiri.    Ha… ha… ha…
Jadi boleh dikatakan bahwa : “Isteri ZHU GE LIANG merupakan penemu robot yang 
pertama di dunia ini” !!!

******************************
Jika anda ingin mengetahui riwayat ZHU GE LIANG, sebaiknya anda bisa berkunjung 
ke WO LONG GANG (WOLONG HILL) di kota NAN YANG.    Disana terdapat benda2 
bersejarah tentang ZHU GE LIANG, termasuk rumah tinggal ZHU GE LIANG, tempat 
belajar/membaca buku ZHU GE LIANG dsb.
Tempat bersejarah ini, merupakan salah satu tempat yang paling dilindungi oleh 
Pemerintah RRC.   Digunakan sebagai tujuan pariwisata spiritual dan sejarah 
bagi masyarakat dari seluruh dunia !!!
 
 



      "Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang! 
http://id.mail.yahoo.com"

Kirim email ke