Tetap Semangat 


Cerita ini bersal dari Real Napster (Surya), Jakarta...

Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang kami 
untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal.
Saya berdiri dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut
menyentuh bahu saya. Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan 
berkeriput,memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah. 
Ia menyapa, "Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh. 
Maukah kamu memelukku?" Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya,"Tentu 
saja boleh!". Diapun memberi saya pelukan yang sangat erat. "Mengapa kamu ada 
di kampus pada usia yang masih muda dan tak berdosa seperti ini?" tanya saya 
berolok-olok. Dengan bercanda dia menjawab, "Saya di sini untuk menemukan suami 
yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian." 
"Ah yang serius?" pinta saya. Saya sangat
 ingin tahu apa yang telah> memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di 
usianya. "Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini 
saya sedang mengambilnya!" katanya. Setelah jam kuliah usai, kami berjalan 
menuju kantor senat mahasiswa dan berbagi segelas chocolate milkshake. Kami 
segera akrab.

Dalam tiga bulan kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan 
bercakap-cakap tiada henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagai 
pengalaman dan kebijaksanaannya. Setelah setahun berlalu, Rose menjadi bintang 
kampus dan dengan mudah dia berkawan dengan siapapun.. Dia suka berdandan dan 
segera mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain. Dia pandai> sekali 
menghidupkannya suasana.

Pada akhir semester kami mengundang Rose untuk berbicara di acara makan malam 
klub sepak bola kami. Saya tidak akan pernah lupa apa yang diajarkannya pada 
kami. Dia diperkenalkan dan naik ke podium.Begitu dia mulai menyampaikan pidato
 yang telah dipersiapkannya, tiga dari lima kartu pidatonya terjatuh ke 
lantai.Dengan gugup dan sedikit malu dia bercanda pada mikrofon. Dengan ringan 
berkata, "Maafkan saya sangat gugup. Saya sudah tidak minum bir. Tetapi wiski 
ini membunuh saya. Saya tidak bisa menyusun pidato saya kembali, maka ijinkan 
saya menyampaikan apa yang saya tahu." Saat kami tertawa dia membersihkan 
kerongkongannya dan mulai, "Kita tidak pernah berhenti bermain karena kita tua; 
kita menjadi tua karena kita berhenti bermain. Hanya ada empat rahasia untuk 
tetap awet muda, tetap bahagia, dan meraih sukses. Kamu harus tertawa dan 
menemukan humor setiap hari. Kamu harus mempunyai mimpi.Bila kamu kehilangan 
mimpi-mimpimu, kamu mati. Ada banyak sekali orang yang berjalan di sekitar kita 
yang mati namun tidak mengetahuinya!"

"Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa. Bila kamu berumur 
sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu tahun penuh,
 tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah menjadi dua puluh tahun. Bila 
saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di tempat tidur selama satu 
tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan menjadi delapan puluh delapan. 
Setiap orang pasti menjadi tua. Itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau 
bakat. Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam perubahan. 
"Jangan pernah menyesal. Orang-orang tua seperti kami biasanya tidak menyesali 
apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami 
perbuat. Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan 
penyesalan." Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi "The Rose". Dia 
menantang setiap orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya dalam 
kehidupan sehari-hari. Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah 
diupayakannya sejak beberapa tahun lalu. Seminggu setelah wisuda, Rose 
meninggal dunia dengan damai. Lebih dari dua ribu mahasiswa menghadiri
 upacara pemakamannya sebagai penghormatan pada wanita luar biasa yang 
mengajari kami dengan memberikan teladan bahwa tidak ada yang terlambat untuk 
apapun yang bisa kau lakukan. Ingatlah, menjadi tua adalah keharusan, menjadi 
dewasa adalah pilihan. ************************************************** 
********
> The Rose:>> Sediakan waktu untuk bekerja; itulah harga sebuah keberhasilan.> 
> Sediakan waktu untuk berpikir; itulah sumber kekuatan.> Sediakan waktu untuk 
> bermain; itulah rahasia awet muda.> Sediakan waktu untuk membaca; itulah 
> landasan kebijaksanaan.> Sediakan waktu untuk berteman; itulah jalan menuju 
> kebahagiaan.> Sediakan waktu untuk bermimpi; itulah yang membawa kereta anda 
> ke> bintang.> Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai; itulah hak 
> istimewa Tuhan.> Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda; hari anda 
> terlalu singkat> untuk mementingkan diri sendiri.> Sediakan waktu untuk 
> tertawa; itulah
 musik jiwa.
 
 
 
 sekarang!


      Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail 
ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke