http://www.singkawang.us/modules.php?name=News&file=article&sid=935

*Wagub: Bandara Singkawang Tidak Ganggu Peran Supadio*

Pontianak (ANTARA) - Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Christiandy
Sanjaya mengatakan, rencana pembangunan bandar udara (Bandara) di Kota
Singkawang tidak mengganggu fungsi Supadio sebagai bandara utama di provinsi
itu.

"Pemprov Kalbar mendukung rencana Pemerintah Kota Singkawang," kata
Christiandy Sanjaya di Pontianak, Kamis.

Menurut dia, konsep pembangunan transportasi di negara maju tidak terfokus
di satu kota saja.

"Masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda," katanya.

Ia mencontohkan, penumpang dengan tujuan ke Sintang atau Ketapang dari luar
Kalbar tidak mungkin memanfaatkan bandara di Singkawang sebagai tempat
pendaratan karena lokasinya berjauhan.

Ia menambahkan, keberadaan bandara di Kota Singkawang akan menambah peluang
warga luar untuk datang ke kota itu atau kota lain di sekitarnya.

"Kalau mau ke Sambas, tidak perlu mendarat di Pontianak karena masih harus
menempuh perjalanan lima jam. Kalau dari Singkawang hanya dua jam saja,"
kata dia.

Saat ini di Kalbar hanya satu bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II yakni
Supadio Pontianak. Bandara lain yang ada di Kalbar dan dimanfaatkan untuk
penerbangan reguler berada di Kota Putussibau dan Ketapang.

Semakin meningkatnya peluang usaha serta pembukaan perkebunan yang
melibatkan perusahaan dalam skala besar membutuhkan kemudahan
bertransportasi bagi pelaku bisnis.

"Di Ketapang sudah cukup efektif penggunaan bandaranya sedangkan di
Putussibau tidak setiap hari," kata Christiandy Sanjaya.

Ia mengakui, idealnya di tiap lokasi yang memiliki nilai investasi tinggi
didukung ketersediaan sarana transportasi yang cepat seperti kesiapan
bandara.

Namun, lanjut dia, kondisi tersebut sulit terealisasi karena pemerintah
selaku pengelola bandara selain yang dikelola PT Angkasa Pura mempunyai
keterbatasan dana.

Pemerintah Kota Singkawang berencana membangun bandara dengan pertimbangan
untuk mempermudah arus barang dan jasa dari dan menuju kota berjuluk Seribu
Kelenteng itu.

Kirim email ke