Ade Purnama <[EMAIL PROTECTED]> wrote: To: <[EMAIL PROTECTED]>,
 <[EMAIL PROTECTED]>
CC: <[EMAIL PROTECTED]>,
 <[EMAIL PROTECTED]>
From: "Ade Purnama" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tue, 19 Dec 2006 05:23:38 +0700
Subject: [jppi] Dukungan untuk Penetapan Aturan Pemotretan di Museum-museum di 
Jakarta

                                     
Dukungan untuk Penetapan Aturan  Pemotretan di Museum-museum di Jakarta
  
 Topik ini berawal dari diskusi di  milis SahabatMuseum mengenai 
ketidaknyamanan memotret di museum-museum yang  berada di DKI Jakarta. Tidak 
adanya aturan yang jelas dan tegas membuat sebuah  kamera menjadi benda 
terlarang di museum, tidak pandang penggunanya turis,  penggemar warisan 
budaya, pecinta museum, pecinta sejarah, pehobi foto, jurnalis  atau fotografer 
profesional.
  
 Definisi pemotretan komersial dan  non komersial juga sering menjadi 
perdebatan panjang. Sebagian museum langsung  menyodorkan selembar kertas 
berisi tarif & aturan pemotretan komersial tanpa  pandang bulu. Sebagian lagi 
cukup membayar "biaya keamanan".  
  
 Kwitansi? bisa diatur, tapi jangan  harap mendapatkan kwitansi resmi bercap 
museum yang mempunyai nomor registrasi +  berperforasi seperti kalau kita makan 
di restoran misalnya. Kemana uang itu  pergi, tentu tak jelas pula rimbanya.
  
 Peraturan yang tidak jelas ini  menimpa sebagian besar pemotret di beberapa 
museum, baik untuk keperluan  komersial maupun sekedar membuat kenangan 
pribadi. Petugas museum (resmi ataupun  tidak) langsung menyodorkan tarif dan 
aturan pemotretan komersial kepada  siapapun yang terlihat membawa kamera, 
tanpa pandang bulu. Di beberapa museum,  tarif ini lebih tidak jelas sehingga 
berkesan sebagai  pemalakan.
  
 Masalah ini sudah seringkali  dibahas, dan sesekali mendapatkan tanggapan dari 
Kepala Dinas Kebudayaan dan  Permuseuman DKI Jakarta, Ibu Aurora Tambunan, yang 
juga anggota milis  SahabatMuseum. Namun sayangnya kejelasan aturan dan 
retribusi mengenai  pemotretan di museum tidak kunjung diterapkan.
  
 Untuk itu SahabatMuseum membuat  gerakan mendukung Ibu Aurora Tambunan untuk 
menetapkan tanggal 1 Januari 2007  sebagai tanggal ditetapkannya peraturan 
jelas, tegas dan biaya resmi  terhadap pemakaian kamera di museum-museum di DKI 
Jakarta. Dengan  penerapan aturan yang jelas ini, kami yakin museum akan 
menjadi tempat yang  lebih menyenangkan, menarik dan bersahabat.
  
 Dukungan ini adalah sebagai jalan  keluar yang kami tawarkan pada pihak museum 
sebagai tanda kepedulian kami  terhadap peningkatan kualitas pelayanan museum. 
  
 Ini hanyalah langkah awal agar  kita dapat mencintai museum tanpa rasa was-was 
dan ragu ketika  mengapresiasikannya melalui aktivitas fotografi. Email 
dukungan bisa  langsung ditujukan ke milis SahabatMuseum, gabung aja milisnya, 
klik: [EMAIL PROTECTED] atau kirim ke email: [EMAIL PROTECTED]  
  
 Mari kita  mulai......
  
 Kami, Warga Jakarta mendukung Ibu  Aurora Tambunan, untuk menetapkan tanggal 1 
Januari 2007 sebagai tanggal  ditetapkannya peraturan jelas, tegas dan biaya 
resmi terhadap pemakaian  kamera di museum-museum di DKI Jakarta:
  
 1. Ade Purnama
2. Stanislaus Adiasmana
3.  Hary Carpijanto Saptadi 
4. Deedee Caniago
5. Nadrah Shahab
6. Julia  Basri
7. Ani Adami
8. Dhani Hartanto
9. Irma Agustina
10. Gandrasta  Bangko
11. Dodo Abdullah
12. Offy Syofiah
13. Sri Nazulina  Budiningsih
14. Feebee Liana
15. Maya Rian
16. Sianto Susanto
17.  Iwan
18. Ninta Sebayang
19. Irachmita
20. Dila Bondan
21.  Ucok P. Harahap 
22. Primiari Nastiti
23. Agatha
24. Nike Achmad
25.  Ratih Poeradisastra
26. Teguh Poeradisastra
27. Andy Gunawan
28.  Hatmanto Sri N
29. Dananjaya Wicaksono
30. Amanda Djojosubroto
31. Bona  Sigalingging
32. Ruby Cahyadi
33. Indra Mulya
34. Rini Oetoro
35.  Astri Utami Dewi
36. Decima S Aryadi
37. Nila Murti
38. Mimin Jiwo  Winanti
39. Aia
40. Didiet Ardi Wibowo
41. Koen Soeparmo
42. Triyanto Fadjaray
43.  Ipe
44. Clara Patria
45. Andreas Budiarto
46. Asri Yunianawati
47.  Hanum Hindrawati
48. Yosef Djakababa
49. Fahmi Arwin
50. Sophie  Soejoedi
51. Indra Purwanto
52. Maya Sari
53. Galuh Fajar
54.  Windy
55. Daud
56. Adriansyah Sinaga
57. Novian Fitriawan
58.  Arumala Berlin
59. Wendy Jogasurya
 60. M.Ichsan H.
 61. Nurul Ulfa
 62. Mawar  Kusumawardani
 63. Luluk Ishardini 
64.  Dwinita Larasati
65. Muhammad Kurniawan

  
 silakan sebarkan dukungan ini ke  milis-milis lain...
 
     
                  



 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke