kl ngomong Jakarta kita ga bisa lupa dengan nama Batavia. nah kl
ngomong Batavia kita juga ga bisa ngelupain yg namanya "KOTA". Banyak
sisa sejarah yg masih bertahan atau berusaha mempertahankan diri dari
santapan waktu. gedung tua, pelabuhan tua, hingga stasiun tua yg masih
bertahan sampai skr. Kl liat ke negri tetangga, Malaysia, dia punya
juga peninggalan sejarah yg kl diurai masih berkesinambungan dengan
sejarah di Indonesia. contoh nya kota tua Melaka. Gw pernah berkunjung
ke sana. dan hmm... gw berasa bener2 pergi ke abad 15-16-17an. gmana
engga disana semua bangunan dilestarikan begitu apik and detail.
pemerintah nya melestarikan engga berdasarkan bangunan per bangunan.
tp total secara keseluruhan kawasan yang "diperahankan". mulai gedung2
nya, hingga jalan2 yg berupa blok2 batu "seperti jalan2 bergaya eropa
di abad serupa. ada satu bangunan yg paling menarik perhatian gw
disana. yaitu sebuah gereja tua yang terletak di bukit semenanjung
malaka. posisinya persisi menghadap selat malaka (yg sarat
sejarahnya). kl berada di puncak bukit itu dari sisi luar gereja
menghadap ke laut.. wow... hebusan angin pantai dari ketinggian seakan
menghela kita ke jaman penjelajahan dunia oleh bangsa2 eropa.
bangunannya memang sudah tidak sempurna seperti sedia kala. tanpa atap
dan dinding yang sudah hancur pada beberapa bagian sisinya. tp loe ga
akan risih sama keadaan sekelilingnya. karena hampir sulit menemui
sampah yg "berlekiaran" disana sini. kl pak Bondan bilang "mak Nyus!".
nah sekarang gw bandingkan sama perjalanan gw di jakarta bagian utara,
atau yg sekarang disebut Kota. patut dibandingin ga yah?...
well... gw masih berani taruhan. kl sejarah disini jauh lebih "kaya"
dibanding di melaka sana. tp kenapa ya peninggalan nya ga
representatif bgt deh sama sejarah nya... (ga perlu gw ceritain kan
kondisi kota ky gmana?) :)
siapa yg kudu bertanggung jawaB donk?... cape deeeh........ 

Kirim email ke