DH all readers, Pantas keadaan Bali makin terpuruk. Manusianya sendiri sudah tidak bisa menghargai karya cipta Tuhan, yaitu hewan & alam lingkungan. Ditambah lagi jika terdapat praktek perjudian (baca: taruhan) yg pasti menambah 'bumbu' yang menarik banyak pendatang yang rusak mentalnya. Sangat disayangkan hal ini menjadi agenda tahunan yg didukung oleh Gubernur & ditonton oleh turis2 asing yg pasti akan membawa pulang cerita 'kebiadaban primitif' masyarakat Bali. Tidak heran banyak kejadian buruk yang terjadi di Bali & Indonesia pada umumnya, tentu karena alam tengah membalasnya... just one opinion, BVR_ Sang joki memecut kerbau dengan sebuah tongkat selama berpacu di atas track selebar 2 m ini untuk bisa mencapai kecepatan maksimal. Beberapa joki juga menggunakan tongkat khusus di mana terdapat paku-paku kecil yang menempel pada tongkat tersebut. Maka, tak mengherankan bila kerbau yang digunakan berdarah-darah setelah mengikuti lomba ini. Yang menambah serunya Makepung, dalam setiap lomba hampir selalu ada joki yang gagal mengendalikan kerbaunya. Hal ini kerap terjadi saat ada peserta yang akan menyalip peserta lainnya. Dan, saat kerbau lepas kendali, ia pun akan keluar lintasan dan akhirnya terperosok ke petakan sawah ataupun terbalik. Penonton pun bersorak-sorai...
