Travel : Aceh dan Sabang

Untuk melihat foto, video dan artikel keseluruhan  Aceh dan sabang,
klik.

http://alambudaya.blogspot.com/2007/10/travel-journay-aceh-and-sabang.ht\
ml
<http://alambudaya.blogspot.com/2007/10/travel-journay-aceh-and-sabang.h\
tml>

Sambungan dari Artikel sebelumnya

Salah satu pantai yang kita tuju hari ini adalah pantai lhok ngaa,
Pantai ini terletak ditepi barat Aceh. Lama perjalanan menuju pantai ini
kurang lebih 40 menit melalui Kendaraan yang berjarak 17km dari kota
Aceh. Pantai ini cukup terkenal dan merupakan tempat wisata favorite
masyarakat Aceh, sayangnya sesampai kami disana. Banyak bangunan sarana
dan prasarana pariwisata dipantai ini hancur akibat bencana Tsunami,
dipantai lhok ngaa ini tak habis habisnya kekaguman saya melihat
keindahan disetiap sudut pantai. Pantai ini begitu alami dan masih
perawan, hamparan pasir yang berbatasan dengan lautan, tumbuhan hijau
dan rindangnya pepohonan sebagai latar belakang pantai ini yang
dikelilingi oleh bukit yang tinggi. Dipantai ini kita dapat melakukan
aktivitas seperti memancing, berlayar, menyelam dan berjemur diatas
pasir, tidak jauh dari Pantai ini terdapat sebuah pabrik semen Andalas.
Pada saat saya kesana pabrik ini tidak beroperasi dan sedang dibangun
kembali, pabrik ini rusak parah karena bencana Tsunami yang membuat
pabrik ini tidak beroperasi kembali. Posisi pantai Lhook nga ini berada
diteluk yang disamping kiri dan kanan pantai banyak terdapat danau danau
kecil yang dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk mencari nafkah,
keindahan danau danau sekitar pantai ini menambah daya tarik Pantai,
kawasan ini merupakan perpaduan paket Pariwisata yang lengkap. Selain
pantai dan danau, dikawasan ini juga terdapat Lapangan Golf Seulawah
Internasional. Sayangnya lapangan golf dengan latar belakang perbukitan
dan panorama laut ini sudah tidak terpakai dan tidak terawat. Mungkin
karena dahulu kawasan ini rawan konflik yang terjadi antara GAM dan
pemerintah sehingga banyak turis enggan untuk datang kedaerah ini.
Kawasan pariwisata ini hancur karena musibah Tsunami, tidak hanya
penginapan dan restoran yang rusak. Tetapi banyak rumah penduduk yang
musnah akibat Tsunami.

Dikawasan musibah ini, banyak bangunan yang habis rata dengan tanah.
Tetapi ada kejadian yang cukup aneh buat saya, sepanjang perjalanan saya
banyak melihat banyak bangunan yang hancur. Tetapi mesjid dan tempat
ibadah yang berada disamping rumah penduduk tidak hancur, tetap kokoh
berdiri seolah tidak terkena akan bencana Tsunami. Begitupun di daerah
Pantai Lampuuk, saya melihat ada satu mesjid yang masih berdiri kokoh
padahal bangunan disamping kanan dan kirinya habis tersapu oleh Tsunami.
Mungkinkah ini tanda tanda kebesaran Tuhan, namun saat ini pembangunan
rumah, sarana dan prasarana mulai dibangun kembali. Lembaga lembaga
bantuan asing banyak membantu membangun perumahan dan gedung sekolah
didaerah ini. Setelah puas kami berkeliling sepanjang kawasan ini besok
kami berencana untuk pergi ke Pulau Weh, namun kita harus beristirahat
dan kembali kerumah sore ini dan mempersiapkan untuk perjalanan besok.

Waktu masih menunjukkan pukul 07.00 pagi, kami sedang bersiap siap
menuju pelabuhan ulee lhue karena untuk mencapai pulau weh dapat
ditempuh dengan menggunakan Kapal Motor. Untuk menuju Pulau tersebut
kita dapat melalui dua pelabuhan. Jika kita ingin menggunakan mobil
menuju kesana kita lalui dari pelabuhan malahayati yang terdapat kapal
feri, menggunakan feri dikenakan biaya sebesar Rp 300.000 dan memakan
waktu perjalanan selama 4 jam lebih. Sedangkan dipelabuhan ulee lhuee
kita dapat menggunakan kapal motor cepat Pulo Rondo, namun hanya
penumpang yang dapat menaiki kapal motor. 1 tiket perorang sebesar Rp
50.000 dan waktu yang ditempuh sangat cepat hanya 1 jam, kami memutuskan
untuk menggunakan KM Pulo Rondo karena jadwal pemberangkatan kapal
adalah pukul 09.00 pagi. Dan kami sudah menyewa mobil di P Weh dengan
tarif Rp 400.000 per hari.

Sepanjang perjalanan menuju pelabuhan Ulee lhuee kita menyaksikan
dikanan kiri jalan banyak terdapat rumah dan bangunan yang hancur akibat
tsunami, kawasan ini salah satu wilayah yang terparah terkena bencana
karena jaraknya yang dekat dengan pusat kota dan berjarak 5km. Banyak
pembangunan yang dibangun oleh lembaga bantuan asing, namun kawasan ini
belum cukup ramai dengan penduduk. Mereka masih trauma dengan musibah
Tsunami, setelah mencapai Pelabuhan Ulee lhuee kami membayar tiket untuk
4 orang. Jam pemberangkatan pukul 09.00 pagi kami masih mempunyai waktu
setengah jam, sehingga kami berkeliling untuk melihat pantai Ulee Lhuee
yang begitu cantiknya. Dipantai ini pada saat air sedang surut nampak
karang karang dibeberapa bagian, dikejauhan terlihat panorama bukit yang
asri. Dikejauhan kami melihat menara mercusuar setinggi 100 meter
terlihat hancur dan hanya tersisa tiang dari mercusuar tersebut, ada
pemandangan yang tidak pernah saya lihat sebelumnya. Disamping kiri
mercusuar tersebut ada sebuah bangunan Mesjid yang tingginya hanya
setengah dari mercusuar tersebut masih kokoh dan berdiri tegak,
sedangkan rumah disekeliling mesjid tersebut sudah rata dengan tanah dan
mercusuar yang sudah hancur. Tidak henti hentinya saya heran dengan
pemandangan yang saya lihat. Pada saat itu kami diperkenankan masuk
kedalam kapal, karena sebentar lagi kapal akan diberangkatkan. Saya
sempat mengobrol dengan Penjaga kapal yaitu pak Dato yang kebetulan
beliau selamat dari Musibah Tsunami, dia menceritakan ada tetangganya
yang selamat dan saksi mata ketika bencana Tsunami datang. Dia melihat
ombak yang menyapu daratan yang berasal dari laut setinggi hampir dua
kali tinggi menara mercusuar didaerah tersebut, saya tidak dapat
membayangkan bencana yang terjadi saat itu.

Hari itu cuaca lumayan cerah tidak seperti kemarin, tiba saatnya kami
menginjakkan kaki di P Weh. Pulau yang dikenal dengan titik nol
kilometer indonesia. untuk menandai didirikannya monumen oleh Pemerintah
Indonesia sebagai tanda dimulainya perhitungan jarak dan luas wilayah
Negara Indonesia, dari sabang sampai merauke. Tujuan pertama kita adalah
Monumen nol kilometer, kita sangat ingin kesana untuk menjejakkan kaki
di nol kilometer Indonesia. Lama perjalanan menuju monumen selama satu
setengah jam, jalan yang mendaki di sabang mulus dan besar, yang
menambah nyamannya perjalanan kami. Sepanjang perjalanan kami disuguhi
pemandangan dan panorama bukit yang sangat indah, jalan yang berkelok
kami melihat bukit dan lautan biru yang dihiasi oleh pulau pulau.
Sesampai kami dikaki bukit monumen nol kilometer ini dijaga oleh pos
penjagaan. Untuk menuju atas bukit terdapat hanya satu jalan yang cukup
untuk 1 mobil, memang kita memutar bukit setelah kita keluar dengan
jalan yang berbeda. Sehingga tidak ada mobil yang berlawanan arah dengan
kami, setelah kami membayar tiket Rp 2000 per orangnya kita melanjutkan
perjalanan keatas bukit. Jalanan ini sangat sempit dengan kanan dan kiri
jalan adalah semak belukar, laju kendaraaan tidak dapat melaju dengan
cepat. Karena kami sangat berhati hati melalui jalan yang sempit ini,
untungnya tidak ada pohon yang tumbang sepanjang perjalanan kami.
Ditengah perjalanan kami dihadang oleh segerombolan Kera, rupanya kera
kera tersebut sudah terbiasa dengan kehadiran manusia. Banyak turis yang
menuju ketempat ini, dan mereka meminta makanan disepanjang jalan
sayangnya saat itu kami tidak membawa makanan kecil.

Akhirnya kami sampai di monumen nol kilometer, diatas bukit saya dapat
melihat hamparan luas samudera dan pulau sabang dari kejauhan. Kami
sempat mengabadikan momen di monumen nol kilometer ini, selanjutnya kita
menuruni bukit dan menuju pantai yang tercantik di pulau sabang ini.
Yaitu pantai iboih dan gapang, sesampai disana hamparan pasir putih
menyilaukan mata. Pantai ini memiliki butiran pasir lembut, perairan
yang dipenuhi terumbu karang beraneka warna, serta ikan ikan yang cantik
berseliweran. Banyak turis dari mancanegara yang mengunjungi pantai ini,
umumnya mereka datang khusus kesini untuk menyelam dan surfing. Ingin
rasanya kami berkeliling pantai untuk menikmati keindahan alam Pulau
sabang, banyak perahu yang disewakan khusus untuk berkeliling ditengah
lauit dan kita dapat menyaksikan keindahan bawah laut. Kami menyewa
perahu yang memiliki kaca ditengah yang berfungsi untuk melilhat
keindahan bawah laut dengan jelas. Selama satu jam kami menyewa dengan
biaya Rp 80.000, sepanjang perjalanan menuju ketengah lauh kita
menyaksikan banyaknya ikan dan terumbu karang. Hampir seluruh dasar
lautnya dipenuhi terumbu karang berwarna warni, beserta aneka ragam ikan
dan satwa laut yang juga kaya akan warna. Sangat bersih dan bening,
diarea yang dangkat terlihat jelas semburat rumput laut berwarna hijau
terlihat dikemilau biru samudera. P sabang merupakan tujuan utama para
wisatawan asing, mereka khusus datang ke pulau sabang untuk menikmati
alam dan keindahan bawah lautnya. Konon keindahan bawah laut di pulau
ini merupakan salah satu yang terindah di wilayah Indonesia, dan paling
banyak dicari oleh wisatawan asing. Sayangnya saat ini wisatawan asing
tidak banyak yang mengunjungi pulau sabang, karena lamanya pemberlakuan
darurat militer yang membuat mereka enggan kepulau sabang.

Fasilitas dipantai iboih ini sangat lengkap, adanya hotel baik mewah
maupun sederhana ada disana, restoran yang bersih dan lengkap, fasilitas
tempat ibadah dan banyak lainnya. Membuat pariwisata berkembang dipantai
ini, kami sempat makan dan beristirahat sejenak dipantai ini. Kami tidak
punya banyak waktu dipulau sabang ini, karena kita tidak berencana untuk
menginap dipulau ini. KM pulo rondo akan balik ke banda aceh pada pukul
05.00 sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 lama perjalanan
kembali ke pelabuhan memakan waktu kurang lebih satu jam, perjalanan
selanjutnya kami menuju kota sabang. Sepanjang perjalanan banyak kita
lihat mobil mewah berseliweran, kami menuju tempat penjualan mobil
bekas. Dan salah satu keunikan dari pulau sabang ini adalah banyaknya
mobil mobil mewah yang dijual sangat murah disini, karena kawasan ini
diberlakukan daerah bebas pajak. Sehingga mobil mewah seperti BMW,
Mercy, dan mobil eropa lainnya dijual dengan setengah harga pasaran yang
ada dijakarta. Tetapi jangan sekali kali anda membawa mobil ini keluar
dari pulau sabang, karena akan dikenai pajak barang mewah yang 100% dari
harga mobilnya sendiri.

Pulau sabang biarpun terkena bencana tsunami, tetapi bangunan dan
wilayah yang terkena tidak banyak yang hancur. Satu satunya daerah di
Aceh yang tidak ada kerusakan parah disini, ini dikarenakan disekitar
pulau weh terdapat dua palung yang cukup dalam. Sehingga gelombang ombak
tsunami tertahan dikedua palung tersebut, korban jiwa dari korban
tsunami hanya 11 orang dan beberapa ratus bangunan hancur.

Kami akhirnya sampai dipelabuhan balohan, setelah membeli tiket dengan
harga yang sama seperti kami membelinya diaceh. Ingin sekali rasanya
kita lebih lama tinggal disini menikmati kenindahan alam Aceh dan
sabang, setelah beberapa hari menikmati ingin rasanya kembali lagi suatu
saat nanti. semoga keamanan dan kedamaian dibumi Aceh semakin membaik,
Agar keindahan dan panorama dapat dinikmati oleh kita bersama.

Untuk melihat foto, video dan artikel keseluruhan  Aceh dan sabang,
klik.

http://alambudaya.blogspot.com/2007/10/travel-journay-aceh-and-sabang.ht\
ml
<http://alambudaya.blogspot.com/2007/10/travel-journay-aceh-and-sabang.h\
tml>

Kirim email ke