JELAJAH KOTA TOEA : Passer Baroe 1821
 Minggu,7 Juni 2009 
Pukul : 07.30 Wib - Selesai
 
Starting point : Museum Bank Mandiri
 
Jl. Lapangan Stasiun No. 1 Jakarta Kota
 
Route: 
 
Stasiun Beos ( Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij)
 
Stasiun Joeanda (Noordwijk/Rijswijk )
 
Jalan Pintu Air (Sluisbrugstraat)
  Kantor
Pos
 
Filateli (De Groote Postweg)
 
Gedung
 
Kesenian Jakarta (Stadsschouwburg)
 
Gedung Antara(Algemeen Niews en
 
Telegraaf Agentschap)
 
Kimia Farma (Apotheek)
 
Toko Kompak ( Ex: kediaman Majoor Tio Tek Ho)
 
Toko Djamu
 
Nyonya Meneer 
  Gereja Ayam dan
 
situs-situs sekitar Pasar Baru
  
 
Biaya Partisipasi : Rp. 35.000,- (Tiga Puluh Lima Ribu
 
Rupiah)
 
Sudah termasuk : Snack, Air Mineral, Id Card, Sinopsis, Tour Guide, kunjungan
situs-situs
 bersejarah, dan akomodasi kereta api
 
dari Stasiun Beos ke Joeanda.
 
Pendaftaran & Registrasi
 
KOMUNITAS JELAJAH BUDAYA
 
0817 9940 173 / 021 99700131
 
Email : kartum_...@yahoo. com
 
www.jelajahbudaya. blogspot. com
 
jelajahkotatua@ yahoogroups. com 
 
____________ ________
 
sebuah cerita singkat tentang Passer Baroe:
 
Pasar yang sekarang dinamakan sebagai Pasar Baru, bukanlah pasar baru
 
lagi! Dialah Passer Baroe yang didirikan oleh Daendels tahun 1821 untuk
 
membedakan dengan Pasar Senen dan Pasar Tanah Abang yang
lebih dulu
 
didirikan. Maka pasar yang terletak di 
kawasan Weltevreden itu sebagai Passer
 
Baroe artinya pasar yang baru dibangun dengan sistem Los (pasar yang
disewakan
 
per ruang). Pusat perniagaan ini sudah memiliki keunikan tersendiri. Sebagai
 
tempat berbelanja kaum terpandang, fasilitas yang ada di sana tergolong
 
lengkap. Bahkan seorang Opsir Belanda harus
bersusah payah untuk memesan sepatu
 
khusus yang akan digunakan untuk pesta dansa di gedung Harmonie. Beruntung
si
 
Opsir bertemu dengan Sapie Ie pembuat sepatu yang dapat diandalkan dan
 
dipercaya, beliau segera menuju Pasar Baru dan memesan sepatu. Selain itu
untuk
 
pertama kalinya sebuah toko milik Tio Tek Hong seorang Tionghoa menjual
berbagai macam
 
barang dengan harga pas yang dicantumkan. Tio pula yang merintis kebiasaan
 
menutup toko setiap hari Minggu dan Hari Raya. Selain
sebagai pusat
 
pemerintahan, sekitar Passer Baroe juga dibangun gedung kesenian, kantor
pos,
 
serta tempat ibadah (gereja dan kelenteng). Dimana pembaharuan antara
pedagang
  India,
Tionghoa, Arab dan Betawi terjadi di tempat ini.


      

Kirim email ke