JELAJAH KOTA TOEA : The Big Five Museum
( Museum Bank Mandiri ,
Museum Bank Indonesia, Museum Wayang, Museum Sejarah Jakarta serta Museum Seni
Rupa & Keramik)

Minggu, 21 Juni 2009 Pukul
: 07.30 wib di Museum Bank Mandiri  


Biaya Partisipasi : Rp.
55.000,- (lima puluh lima ribu rupiah)
Fasilitas : Tour Guide,
Tiket Museum, Id Card, Sinopsis, Nonton Film  Jadoel,  Snack, Air Mineral, 
Makan Siang   


* Jelajah Kota Toea kali
ini  akan dimeriahkan oleh Batavia Art Festival 2009 yang menampilkan :
pameran museum-museum, komunitas, street art, panggung hiburan, workshop dan
lain-lain.

Pendaftaran via transfer
ke Bank Mandiri cabang Jakarta Kota No.rek. 1150004512697 a/n. Kartum Setiawan,
dan pendaftaran ditutup hari Kamis, 18 Juni 2009

Informasi & Pendaftaran
 KOMUNITAS JELAJAH
BUDAYA
Contact person : 021 99700131  -
08179940173
Email : kartum_...@yahoo. com
Milist : jelajahkotatua@ yahoogroups. com

Website : www.jelajahbudaya. blogspot. com

Question & Answer
JELAJAH KOTA TOEA : the
Big Five Museum
Liburan sekolah dan Ulang Tahun Jakarta mau
kemana seh?
Ikutan aja Jelajah Kota Toea
: The Big Five Museum, tanggal 21 Juni 2009  yang diadakan oleh Komunitas
Jelajah Budaya bekerjasama dengan Museum Bank Mandiri .Acara ini sangat cocok
untuk keluarga serta bermanfaat untuk menambah pengetahuan baik sebagai sumber
informasi, edukasi serta inspirasi  mengenai sejarah perkembangan Jakarta,
kebudayaan Nusantara baik budaya Intangible maupun tangible,
perkembangan seni rupa dan  sebuah perjalanan bank-bank di Indonesia. 
Kegiatan ini bentuknya seperti seh?
Kegiatannya adalah
mengunjungi museum-museum yang ada di kawasan Kota Toea diantaranya Museum Bank
Mandiri , Museum Bank Indonesia, Museum Wayang, Museum Sejarah Jakarta serta
Museum Seni Rupa & Keramik. Selama keliling museum peserta JKT akan dibagi
menjadi beberapa kelompok yang menggambarkan sebuah proses perjalannan kota
metropolitan Jakarta, seperti Tarumanagara, Soenda Kalapa, Jayakarta, Batavia,
Jakarta dan lain-lain. 
 Mulai pukul berapa kegiatan JKT?
Kegiatan ini akan dimulai
pada pukul 07.30 wib di Museum Bank Mandiri (lokasinya ada diseberang stasiun
Beos/shelter Busway Kota). Setelah registrasi ulang peserta akan mendapatkan Id
Card, Sinopsis, Tour Guide. Setelah itu peserta diajak keliling kelima museum
yang ada di kota toea Jakarta. Perjalanan kembali ke Museum Bank Mandiri untuk
makan siang dan nonton film jadoel. Kegiatan ini selesai pukul 13.00 wib, namun
bagi peserta yang ingin meihat panggung hiburan BAF dapat menuju kembali ke
Taman Fatahilah.
Bagaimanakah sejarah singkat dari
museum-museum itu? 
1. Museum Bank Mandiri
Gedung yang
berlokasi di Jalan Lapangan Stasiun No.1 Jakarta-Kota ini mulai dibangun tahun
1929. Awalnya merupakan kantor wilayah Nederlandsche Handel-Maatschappij
(NHM) atau lebih dikenal dengan nama Factorij Batavia.  Pada akhir 1932, gedung 
berasitektur Indisch gaya Neiuw-Zakelijk ini selesai dikerjakan oleh kontraktor 
NV Nedam. Bangunan
berlantai 4 ini sejak tahun 2005 diperuntukkan sebagai Museum Bank Mandiri .
Koleksinya adalah perkembangan Bank Mandiri dari  periode bank-bank
pendahulu tahun 1826-1960 (NHM, Handelsbank, Escomptobank dan Bank
Industri Negara) yang kemudian menjadi Bank Ekspor Impor Indonesia (BankExim),
Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN) dan Bank Pembangunan Indonesia
(Bapindo) tahun 1960-1998, sampai ke-4 bank tersebut akhirnya merger menjadi
Bank Mandiri pada tahun 1998. Museum ini dikondisikan seperti tahun 1930an,
sehingga pengunjung merasakan suasana tempo doeloe seperti ruang Direksi, Rapat
Besar, kasir Cina,Brandkast dll. 
 
2. Museum Bank Indonesia
 
Museum Bank Indonesia pada
awalnya adalah gedung de Javasche Bank. Pemacangan tiang pertama
dilakukan tahun 1910 dan mengalami perluasan  hingga 1937 dengan arsitek Ed.
Cuypers & Hulswit.  De Javasche Bank sendiri didirikan pada
tanggal 10 Oktober 1827. Dengan Undang-Undang No. 24/1951 dan Undang-undang
No.11/1953,  Bank ini dinasionalisasi dengan nama Bank Indonesia yang
berfungsi sebagai Bank Sentral. Gedung warisan sejarah Bank Indonesia ini
dimanfaatkan sebagai Museum Bank Indonesia.  Museum ini didesain futuristic
sehingga dengan sentuhan tangan pengunjung dapat mendapatkan informasi yang
diinginkan, termasuk “menangkap” uang koin yang paling banyak digemari
anak-anak. Koleksi lainnya adalah uang-uang yang pernah beredar di Nusantara,
bahkan ada uang yang masih dalam bentuk lembaran.
 
3. Museum Wayang
Museum Wayang berada di Jalan Pintu Besar Utara Nomor 27. Gedung yang
tampak unik dan menarik ini telah beberapa kali mengalami perombakan. Pada
awalnya bangunan ini bernama De Oude Hollandsche Kerk (Gereja Lama
Belanda), setelah diperbaiki berganti nama De Nieuwe Hollandse Kerk (Gereja 
Baru Belanda). Setelah itu dibangun kembali dan dijadikan kantor oleh
Geo Wehry, nah gedung ini pada tanggal 13 Agustus 1975 diresmikan oleh Gubernur
Ali Sadikin sebagai Museum Wayang. Museum tersebut memamerkan berbagai jenis
dan bentuk wayang dari seluruh Indonesia, baik yang terbuat dari kayu dan kulit
maupun bahan-bahan lain. Koleksinya terdiri dari Wayang Kulit, Wayang Golek,
Wayang Rumput, Wayang Kardus, Wayang Janur, gamelan, aneka boneka dan lain-lain.
Acara rutin yang diadakan adalah pagelaran wayang di halaman museum serta
pameran wayang secara berkala. Selain itu disini masih tersimpan beberapa
prasasti batu nisan yang menempel di dinding taman dalam museum. 
4. Museum Sejarah
Jakarta
Museum Sejarah Jakarta yang juga dikenal sebagai Museum Fatahillah terletak
di Jalan Taman Fatahillah No. 2. Bangunan ini bisa dikatakan sebagai gedung
tertua diantara bangunan disekilingnya. Gedung ini dulunya adalah  Balai Kota 
(Stadhuis), yang dibangun pada
tahun 1707-1710 oleh Gubernur Joan van Hoorn Pada awalnya bangunan ini
digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang bawah tanah yang dipakai
sebagai penjara. Bagian atap utama memiliki penunjuk arah mata angin dan
didalamnya terdapat lonceng kematian. Koleksi yang dapat dilihat perkembangan
sejarah kota Jakarta, replika peninggalan masa Tarumanagara dan Padjajaran,
hasil penggalian situs arkeologi  Jakarta, beberapa mebel antik mulai dari abad 
ke-17 sampai 19. Koleksi
yang selalu menjadi perhatian pengunjung adalah patung Dewa Hermes yang awalnya
terletak di perempatan Harmoni serta Meriam Si Jagur yang dianggap mempunyai
kekuatan magis. Selain itu, di Museum ini juga terdapat bekas penjara bawah
tanah yang dulu sempat digunakan pada zaman penjajahan Belanda. Pahlawan 
Pangeran Diponegoro dan Untung Surapati
pernah bermalam di Stadhuis ini. 
5. Museum Seni Rupa dan
Keramik
Museum
Seni Rupa dan Keramik terletak di Jalan Pos Kota No 2. Bangunan ini mulai
dibangun tahun 1870 dan digunakan sebagai  Kantor Dewan Kehakiman pada Benteng 
Batavia (Ordinaris
Raad van Justitie Binnen Het Kasteel Batavia). Saat pendudukanj Jepang
perjuangan kemerdekaan sekitar tahun 1944, tempat itu dimanfaatkan oleh tentara
KNIL dan selanjutnya untuk asrama militer TNI. Pernah digunakan untuk Kantor
Walikota Jakarta Barat dan  setelah itu igunakan sebagai Balai Seni Rupa
Jakarta.
 Museum ini menyajikan koleksi dari hasil karya seniman-seniman
Indonesia sejak kurun waktu 1800-an hingga saat sekarang. Koleksi Seni Lukis
Indonesia dibagi menjadi beberapa ruangan berdasarkan periodisasi  Untuk
Koleksi seni rupa menampilkan patung-patung dan lain-lain. Sedangkan koleksi 
keramik
menampilkan keramik dari beberapa daerah di Indonesia, selain itu ada juga
koleksi keramik dari mancanegara seperti keramik Vietnam,  Jepang, Tiongkok dan 
Eropa.
  

__._,_.__
. 

   


      

Kirim email ke