Cerita Dari Tanah Laskar Pelangi Oleh Asyma D.A Sianipar ....
Saat di Belitung, saya berkesempatan untuk mengunjungi Tanjung Binga (kampung nelayan, sekitar 20 kilometer dari Tanjung Pandan), Kecamatan Badau (untuk melihat Tarsius Bancanus, hewan endemic Belitung), Tanjung Tinggi (tempat shooting “Laskar Pelangi”), Gantung (melihat konstruksi Sekolah Dasar Muhammadiyah untuk film “Laskar Pelangi”), dan menyeberang ke Selat Nasik (melihat acara Maras Tahun, yaitu tradisi syukuran masyarakat Selat Nasik - Belitung). Perjalanan saya terasa cukup lengkap karena saya telah mengunjungi mulai dari daerah gunung, pesisir, hingga menyeberang ke pulau Belitung lainnya. Andalan wisata di Belitung lainnya adalah wisata pantai dan laut. Dengan menggunakan kapal cepat, saya menyeberang ke Selat Nasik. Waktu tempuh mencapai sekitar 20 menit dari Belitung. Di tengah jalan, saya berhenti di tempat pengembangbiakkan kerang mutiara. Alamnya masih terjaga dengan baik. Air laut yang bening menjadi seperti etalase untuk melihat terumbu karang di bawahnya. Tak perlu diving karena sudah terlihat dengan jelas. Tapi jika senang dengan diving, wilayah pesisir Belitung dengan pulau-pulaunya sangat saya rekomendasikan. Dari bincang-bincang dengan pemerintah setempat, saya menjadi tahu bahwa Belitung ternyata memiliki sekitar 100 pulau luar yang kesemuanya memiliki nama dan berpotensi menjadi objek wisata. Wow! Buat pengagum “Laskar Pelangi”, Anda juga bisa menapaktilasi jejak Andrea Hirata dengan pergi ke tempat yang tertera dalam cerita. Saya hanya mengunjungi dua tempat shooting-nya saja di Tanjung Tinggi dan Gantong (Belitung Timur). Waktu tempuh ke Gantong sekitar satu jam, dan kita masih dapat melihat konstruksi Sekolah Dasar Muhammadiyah yang dibangun untuk menghidupkan kembali cerita Andrea Hirata. Selanjutnya klik http://wisataloka.com/pelesir/cerita-dari-tanah-laskar-pelangi/ Salam, TM. Dhani Iqbal
