Mencari Kesunyian di Riam Kanan Oleh Yudasmoro Minasiani ...
30 menit membelah danau, akhirnya kami sampai di Pulau Pinus Dua. Dari kejauhan, pulau ini terlihat sepi tak berpenghuni. Namun, ketika sudah agak dekat, beberapa bangunan rumah sederhana menyembul di balik pepohonan. Beberapa ekor kerbau yang sedang menikmati rumput segar juga terlihat di pinggir danau. Sebuah pemandangan tak biasa juga saya lihat di sini, yaitu seekor biawak yang berenang menyeberang dari satu sisi pulau ke daratan di seberangnya. Cukup jauh biawak ini berenang. Mungkin sekitar 100 meter jaraknya. Sambil menunggu hujan yang masih terus turun, kami memutuskan untuk berteduh dulu di dalam kapal motor. Bapak tukang perahu yang mengemudikan kapal motor menawarkan kami untuk memasak mie instan dan memasak kopi di dalam kapalnya. Lantai-lantai kayu kapal ternyata bisa dilepas satu persatu. Dan di bawahnya ada seperangkat alat masak berupa panci, wajan, dan kompor, lengkap dengan minyaknya. “Wah kalau tahu begini, kita bawa kopi aja dari rumah,” kata Nasrudin kawan saya. Selanjutnya klik http://wisataloka.com/jelajah/mencari-kesunyian-di-riam-kanan/ Salam, TM. Dhani Iqbal
