Molenvliet merupakan kanal yang
sengaja dibuat oleh kapiten Phoa Beng Gam pada tahun 1648 untuk menghanyutkan
kayu bagi pembuatan kapal dan bahan bangunan di dalam tembok kota Batavia.
Lambat laun sungai yang panjangnya sekitar 3 km difungsikan untuk menggerakkan
kincir air bagi penggilingan tebu, produksi arak serta pabrik mesiu. Itulah 
sebabnya
sungai ini dinamakan Molenvliet yang berarti Molen: Penggilingan/ kincir air dan
Vliet : Sungai/aliran. Sejak saat itu Molenvliet mempunyai peranan yang penting
dalam perkembangan kota Batavia. Hal ini tentu saja terkait dengan pembangunan
kota yang bergeser ke selatan, bahkan ketika udara di dalam kota Batavia sudah
tidak sehat lagi banyak pejabat tinggi VOC mendirikan vila-vila mewah dengan
taman yang luas, seperti gedung Arsip Nasional milik Gubernur Jenderal VOC
Reiner de Klerk.  Bahkan tuan tanah dari
keluarga Khouw membangun rumah Candranaya di kawasaan ini.  Itulah sekelumit 
kisah Molenvliet yang penuh kemewahan
dan kemegahan, namun juga kesedihan dibalik itu semua…nantikan kisah
selanjutnya dalam kegiatan Komunitas Jelajah Budaya : 
JELAJAH  KOTA
TOEA : Molenvliet
Minggu,  1 November 2009
Pukul : 07.30 - 11.30 WIB
Starting Point : Museum Mandiri
Jl. Lapangan Stasiun No. 1 Jakarta Kota
Rute : Pintu Besar, Pinangsia, Bioscoop Orion, Glodokplein,
Lindeteves, Roemah Obat Tjap Koepoe-Koepoe, Kedubes China, Thalia, Candra Naya,
Gedung Arsip Nasional
Partisipasi : Rp. 35.000,- (Tiga Puluh Lima Ribu Rupiah)
Fasilitas : Id Card, Sinopsis, Tour Guide, Tiket kunjungan,Snack pagi &
Air Mineral
Pembayaran via Transfer  : Bank Mandiri Cab. Jakarta  Kota
No. Rek. 11 5000 451 2697 a.n Kartum Setiawan
Pendaftaran & Informasi
Komunitas Jelajah
Budaya
Phone : 0817 99 401 73 / 021 99 700 131
e-mail kartum_...@yahoo. com
www.jelajahbudaya. blogspot. com
jelajahkotatua@ yahoogroups. com
  * (One way trip) perjalanan akan dimulai
dari Museum Mandiri dan berakhir di gedung Arsip Nasional, setelah itu peserta
JKT membubarkan diri. Bila ada yang membawa kendaran pribadi dapat kembali ke
Museum Mandiri.
 




      

Kirim email ke