Dari milis tetangga,,, moga bermanfaat...
 
Wassalam,
Lina
 
-----Original Message-----
From: Furqoni Yudhistira [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, April 29, 2004 11:59 AM
To: Perisai (E-mail)
Subject: [perisai] Laporan Ambon 29 April 04

Assalamu'alaikum wr. wb.

Rabu 28 April 2004 adalah hari pertama tim BSMI Pusat tiba di Ambon dengan misi UNTUK KEMANUSIAAN DAN PERDAMAIAN UMAT.
Hari ini yang dilakukan adalah koordinasi dan silaturahmi dengan pihak-pihak yang terkait di Ambon.
Mengadakan kunjungan ke Posko Kesehatan di Masjid Al Fatah dan mulai menangani korban kerusuhan.
Data korban hingga saat ini di pihak pro NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) adalah sebagai berikut :
1, Meninggal Dunia : 29 orang
2. Luka-luka : 97 orang.
BSMI belum dapat data dari pro RMS (Republik Maluku Serani) belum didapat, karena untuk masuk kedaerah RMS sangat berbahaya.
Sumber dari RS. Al Falah & Tim BSMI
Kamis jam 06.40 WIB, Ady menghubungi ke penginapan tim BSMI 0911 352057 ternyata sedang berada di RSU. Al Fatah, kemudian kami hubungi dr. Kuspriyadi di  HP 08128994060, Tim BSMI bekerjasama dengan dokter dan relawan kemanusiaan RSU. Al Fatah sedang melakukan pelayanan kesehatan.

Untuk memenuhi permintaan para donatur yang menanyakan ke kami tentang situasi sebenarnya, maka kami sampaikan informasi yang kami dapat dari segala sumber di Ambon.

Dari hasil silaturahmi dengan berbagai elemen di Ambon (MUI Ambon, Pos Kemanusiaan KAMMI Maluku dll) secara singkat kami sampaikan sebagai berikut :

Ahad 25 & Senin 26 April 2004
Pagi hari  Ahad 25 April 2004:
Aparat Kepolisian menurunkan bendera-bendera yang dikibarkan oleh pendukung RMS di kota Ambon sebanyak 51 buah tanpa melakukan penangkapan pelaku.
Jam 09.00  WIT
Upacara di rumah dr. Alex Manuputy, Presiden FKM/RMS selama 15 menit, Teks pidato dr. Alex Manuputy dibacakan oleh Moses Tuanakotta (Sekjen FKM/RMS)
Jam 10.00 WIT Bendera RMS dikibarkan.
Jam 11. 40 WIT
Bendera RMS dikibarkan dengan menggunakan balon gas, 15 menit setelah upacara berlangsung Sekjen FKM/RMS ditangkap aparat POLRI.
Pawai pendukug RMS dari arah Kudamati ke Mapolda
Jam 13.30 WIT Mulai terjadi konsentrasi masa di Tugu Trikora, Mardika dan Waringin.
Jam 14.00 WIT Warga Muslim didaerah perbatasan (Waringin-Wainitu-Talake) mulai mengungsi.
Kantor perwakilan PBB/UNICEF di bakar masa. Barak pengungsi Poka-Rumaniga terbakar.
Jam 15.00 WIT Masa pro NKRI  mulai bentrok dengan pro RMS didaerah Waringin-Wainitu-Talake. Aksi pembakaran mulai terjadi.
Hingga jam 20.00 Situasi sudah tidak terkendali.
Jam 20.00 hingga jam 0630 pagi Situasi mulai reda.

Jam 06.35 hingga jam 13.00 WIT Senen 26 April 2006:
Masa mulai meringsek ke daerah perbatasan meliputi kawasan Mardika-Batumerah-Talake-Wainitu, Tugu-Trikora-Waringin-Batugantung dan Airsalobar. Tembakan dari keduabelah pihak terus berkobar hingga kawasan Waenaong-Talake, Perumahan Terbajar, gedung-gedung, sekolah dan fasilitas lainnya terbakar, korban dari kedua belah pihak mulai berjatuhan terutama pihak pro NKRI, karena hanya berbekal alat sederhana sementara RMS menggunakan senjata otomatis.
Data korban luka-luka ada di BSMI Pusat.

Sumber dari POSKO KEMANUSIAAN MALUKU

Selasa 27 April 2004.
Masih terjadi kontak senjata di daerah Waringin, Talake sejak pagi hingga malam.
Hari ini meninggal dunia 6 orang (2 BRIMOB dan 4 masyarakat) dan 19 orang luka-luka. (1 BRIMOB, 18 masyarakat)
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku pada jam 11.00 telah membentuk Posko Anti RMS dengan struktur pengurus :
Panglima : H. Salim Bahasoan : Ketua Bidang Intel : Ibrahim Parera : Ketua Logistik : Drs. Suryadi.
Ketua Bidang Operasi : H, Yusran Uluputty ST : Ketua Bidang HUMAS : Ibrahim Sangadji
Ketua Bidang Perhubungan : Hendra Suat. : Total jumlah personil Posko sebanyak 36 orang.
Posko Anti RMS ditetapkan dengan surat nomor 01/XVI/SK/IV/2004 tertanggal 27 April 2004 ditanda tangani Ketua Umum MUI Maluku Drs. H. Idrus E. Toekan dan Sekretaris Umum : Drs. H. Idris Latuconsina

Jam 19.30 WIT seorang siswa kelas 3 SD Negeri 50 Ambon (Bagus Sardiansyah) umumr 9 tahun mengalami luka tembak pada tulang belakang.
Kebutuhan obat-obatan dan makanan masih dibutuhkan untuk membantu korban.

Sumber dari Pusat Data dan Informasi Pos Kemanusiaan KAMMI Maluku.

Rabu 28 April 2004
Jam 08.30 WIT terjadi kontak senjata di Waringin dan terjadi pembakaran rumah warga pro RMS sebanyak 1 unit rumah dan sesaat kemudian pasukan RMS dipukul mundur oleh pro NKRI mengakibatkan korban dikedua belah pihak.
Kesaksian dari Ramli Wahula (18 th) dan Pendi Sairun (26 th):
Sarma (22 th) tertembak di kepala dan langsung meninggal dunia, korban dan kakaknya serta rekan-rekannya sedang dilokasi pertempuran (perumahan Waringin).
Jam 24.30 WIT Nyong Efan Nasela (22 th) mengalami luka tembak disekitar mata yang disebabkan peluru nyasar dari arah Kudamati (Gereja Rehobot).

Peristiwa kritis terjadi pada korban Yono Hawa yang terkena peluru sniper pada bagian kepala tembus sampai leher dan sekarang dirawat di RSU Al Fatah.

Sumber dari Pusat Data dan Informasi Pos Kemanusiaan KAMMI Maluku & Posko Kemanusiaan Maluku.


Ringkasan wawancara dengan ibu Yakomina, istri dari almarhum Abdullah Daeng Mata (Ketua DPC Kecamatan Nusaniwe Ambon).
Jam 07.00 WIT suami saya mandi kemudian sholat dua rokaat dan pamit untuk ikut jihad, Beliau sempat mencium saya dan bayi yang ada didalam kandungan (7 bulan). Saat keluar anak saya yang kelima (2 tahun) menangis, Beliau akhirnya berbalik dan menggendong sebentar kemudian menyerahkan ke saya dan setelah itu langsung keluar.
Sekitar 1 jam, ada seorang bapak yang mengkabarkan bahwa suami saya tertembak dan sekarang ada di RSU Al Fatah, langsung saya meminta tolong sepupu suami (polisi) untuk mengecek kebenaran dan benar suami saya meninggal. Langsung saya minta supaya segera dikirim ke rumah untuk dimakamkan.
Kata ibu Yakomina : Karena ini merupakan panggilan jihad, saya berusaha tegar, semoga Allah memberi kekuatan kepada saya dan semoga suami saya diterima kesyahidannya.

Hasul wawancara dengan Ibu Yakomina di rumahnya oleh Jumi La Djumat S.Hut dan Feranika Rangan S.Hut.

Allahu Akbar, betapa tabahnya seorang ibu yang sedang mengandung 7 bulan dan yang telah dikaruniai 5 anak ditinggal suami tercinta, mati syahid.
Semoga Allah SWT selalu menerima do'a hambanya.
Semoga perang di Ambon segera berakhir.

Demikian semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Pedulikah Anda dengan kejadian saat ini?

Sementara orang lupa, kunci SURGA telah terbuang, yakni:
Kepekaan Sosial, Kesetiakawanan, Solidaritas Imaniah,
Cinta Kasih kepada fuqara wal masakin
terhadap si lemah, kaum mustadh'afin yang tertindas oleh sistem dan tirani yang ada.

Nabi bersabda: "Kaadal faqru an yakuunal kufra"    
Artinya : Kefakiran nyaris menjadikan kekufuran.

Masih adakah sentuhan nurani yang menyentuh qolbu sanubari kita terhadap mereka?

Bagi  bapak ibu yang ingin berpartisi untuk menyumbangkan sebagian rezekinya, membantu meringankan beban penderitaan saudara kita yang di Ambon bisa disalurkan ke BSMI

Silahkan kirim ke :

No. Rekening : 0090055739
Bank Syariah Mandiri KPO Jakarta Thamrin
a/n. Bulan Sabit Merah Indonesia

atau

No. Rekening BCA : 6640145291
Cab. KCP ITC KUNINGAN
a/n. Ady Supratikto.

Jl. Dewi Sartika no. 17 Cililitan Jakarta Timur.
Telp./Fax. 021 80889686

Terima kasih atas bantuanya.
Semoga amal ibadahnya dapat diterima oleh Allah SWT. Amin
Wassalamu�laikum wr. wb.


Ady Supratikto
Sekretaris Umum, Ketua Bidang Dana & IT BSMI Pusat
08151650079



--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke