|
Bacaan bagusszzz,,,;-) Wassalam, Lina From: Wawan Komarudin Sent: Monday, December
06, 2004 1:04 PM Kau
Tetap yang Ter... emmuah di Hati
Author:
Abu Aufa “Muah... iiih gemes banget!“ atau,
“Duuh... buah hatiku, belahan jiwa, cup sayang dulu, muah... !“
merah deh tuh pipi. Kadang, yang dicium tersipu malu, hidung kembang kempis,
jempol pun mendadak gede. Gak peduli kempot atau jerawat di pipi, apapun yang
terjadi, muah... Idih, ini bukan ‘muah-muah‘-an yang gak
syar‘i lho. Muah... bisa aja antara suami dan istri Namun, waktu tak pernah berhenti berlari mengiringi
keriputnya kulit pipi sang istri, dan kempotnya sang suami, muah... pun jarang
terlihat dan terdengar. Saat baru menikah, “Bye... bye... Ummi, hati-hati di
rumah ya, assalaamu‘alaykum, muah...,“ diiringi senyum lebar dan
doa sang istri yang tak lupa ngebalas, muah... Buah hati lahir, satu, dua, bahkan lebih, kesibukan dan usia
pun bertambah, muah... perlahan-lahan senyap, gak tau rimbanya. Atau bisa jadi,
muah... hanya untuk pipi mulus si kecil, tidak lagi untuk istri yang pagi-pagi
sibuk dengan perlengkapan perang dapurnya sambil belepotan bumbu masakan. Menjadi tua, bukankah itu penyakit yang kata Rasulullah
Sallallaahu Alayhi Wasallam emang gak ada obatnya? Saat remaja, duhai wajah sungguh cantiknya, kulit bersih,
mulus dan licin penuh perawatan segala jenis ramuan serta vitamin, namun masa
tua pastilah datang. Juga wajah tampan rupawan hingga menjadi finalis Cover Boy
majalah-majalah remaja, bukanlah jaminan akan selalu sedap dipandang. Jelita, wajah mulus tanpa noda, tubuh langsing dengan berat
ideal karena aerobik gak pernah ketinggalan, mungkin seperti ini kriteria Sang
Pangeran. Tuan Puteri pun tak ketinggalan mensyaratkan, Sang Pangeran mesti
ganteng tampan rupawan, tak tampak lemak di badan, mungkin seperti sosok
binaragawan. Salahkah jadi sebuah impian? Onde mande... banyak nian yang diharapkan. Cantik, boleh aja, Bukankah, ada yang suka dengan akhwat atau ikhwan yang
berkulit putih, tapikan juga ada yang bilang kalo, “Hitamlah hitam si
tampuk manggis, walaupun hitam kupandang manis,“ atau “Buah manggis
buah durian, hitam manis jadi rebutan.” Cantik fisik bagaimanapun hanyalah sedalam kulit, tampak
indah di mata. Saat tua menjelang, lekukan yang tak diharapkan mungkin
mengurangi kejelitaan atau ketampanan. Emang... Karena itu Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam lebih
menekankan agar dalam memilih akhwat yang terpenting adalah agama-Nya, sebab
kalau tidak demikian niscaya kamu akan celaka, baru dibarengi harta, keturunan
dan kecantikannya Dan, ketakwaan ikhwan adalah dasar utama bagi seorang akhwat untuk
menentukan pasangan, sebagaimana Ali bin Abi Tholib radhiyallahu‘anhu
pernah mengatakan, jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya,
dan jika ia tidak menyukainya tidaklah ia akan menzaliminya. Pasangan yang menikah karena cinta yang teramat dalam kepada
Allah Subhanahu wa Ta‘ala, bagaikan sebatang pohon di tanah yang subur,
akarnya selalu erat mencengkeram, rimbun daunnya melindungi dari panas dan
hujan, serta buahnya akan memberi kenikmatan. Saking dalamnya, muah... sebagai salah satu ungkapan cinta
akan selalu menghiasi kehidupan rumah tangga, tanpa peduli keriput Sang
Permaisuri atau kempotnya Sang Raja. Ya akhi wa
ukhti fillah... Duhai kekasih hati / Kugubahkan nasyid ini Sebagai tanda
cinta suci / Dalam naungan Ilahi Hari demi hari / Bersamamu kulewati Dalam suka
dalam duka / Dalam meniti ridho-Nya WaLlahua‘lam bi shawab. MERENGKUH CINTA DALAM BUAIAN PENA Abu Aufa ·
akhwat : muslimah ·
ikhwan: muslim ·
akhi wa ukhti : panggilan u/ saudara muslim dan muslimah Wawan Komarudin -------------------------------------------------- Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....]. Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
|
