pak (Ato mas ?) Agung, bayinya setiap abis nyusu, muntah atau gumoh ??? kl muntah, seberapa banyak asi yg keluar lagi ? mungkin dia kekenyangan ? atau kapasitas lambungnya masih sedikit, artinya dia hanya bisa menerima asupan sedikit2 dulu, tetapi sering. kalau gumoh, biasanya krn bayi blm dibunyikan atau dibuat sendawa stlh dia menyusu... kl masih kagok tdk bisa bikin sendawa dgn cara mendirikan si bayi, bisa aja bayi ditengkurapkan diatas pangkuan kita, trs punggungnya ditepuk2 lembut...
bayi umur 2.5 bulan bbnya sdh 2x dari bb lahir ? wahh..itu sih bukan obesitas pak, tp normal... biasanya bayi dibawah 6 bln itu, rata2 kenaikan bbnya setiap bulan adalah 1 kg.. atau kl mau lbh yakin lagi, biasanya di buku kontrol/rekam medik anak kita, ada tuh tabel pertumbuhan badan, baik u/ berat maupun u/ tinggi, disesuaikan dgn umur si anak. nanti lihat saja, bayi/anak kita termasuk normal atau tidak... ok, semoga membantu sharingnya :)) regs alie --- In [email protected], "Christina Agung Yuniardi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > genis, saya mau nanya. saya punya bayi laki2 umurnya 2,5 bulan. hampir > setiap abis nyusu asi, dia muntah. alhamdulillah sekarang sih ngga > sesering kemarin2. muntah gini kenapa sih? bahaya ga? > > trus satu lagi, pas terakhir ditimbang di posyandu beratnya 6,5 kilo. > hampir 2x berat waktu dulu lahir 3,65 kilo. masih wajar ga? > > Makasih sebelumnya pak dokter. > agung > > > --- In [email protected], genis ginanjar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Kegemukan dan Obesitas > > > > Seiring dengan meningkatnya taraf kesejahteraan > > masyarakat, jumlah penderita kegemukan (overweight) > > dan obesitas cenderung meningkat. Di Indonesia, > > masalah kesehatan yang diakibatkan oleh gizi lebih ini > > mulai muncul pada awal tahun 1990-an. > > Peningkatan pendapatan masyarakat pada kelompok sosial > > ekonomi tertentu, terutama di perkotaan, menyebabkan > > adanya perubahan pola makan dan pola aktifitas yang > > mendukung terjadinya peningkatan jumlah penderita > > kegemukan dan obesitas (Sunita Almatsier, 2004) > > > > Apakah kegemukan dan obesitas itu? > > Kegemukan dan obesitas merupakan dua hal yang berbeda. > > Namun, keduanya sama-sama menunjukkan adanya > > penumpukan lemak yang berlebihan di dalam tubuh, yang > > ditandai dengan peningkatan nilai indeks massa tubuh > > diatas normal. > > Penderita obesitas mengalami penumpukan lemak yang > > lebih banyak dibandingkan dengan penderita kegemukan > > untuk jangka waktu yang lama, dan berisiko lebih > > tinggi untuk terkena beberapa penyakit degeneratif > > seperti penyakit payah jantung kongestif, hipertensi, > > diabetes melitus tipe 2 dan sebagainya. > > > > Bagaimana cara menentukan kriteria kegemukan dan > > obesitas? > > Sebagaimana telah disebutkan diatas, kriteria > > kegemukan dan obesitas ditentukan berdasarkan > > perhitungan indeks massa tubuh (IMT). Cara menghitung > > IMT ditentukan berdasarkah rumus berikut: > > > > IMT= Berat badan (kg)/ kuadrat tinggi badan (meter) > > > > Kriteria kegemukan adalah orang yang memiliki nilai > > IMT antara 25,1 sampai 30, sedangkan nilai IMT untuk > > obesitas adalah diatas 30. > > > > Bagaimana proses terjadinya kegemukan dan obesitas? > > Kegemukan dan obesitas terjadi apabila total asupan > > kalori yang terkandung dalam makanan melebihi jumlah > > total kalori yang dibakar dalam proses metabolisme. > > Beberapa penelitian terakhir menunjukkan bahwa > > penyebab kegemukan dan obesitas bersifat multi-faktor, > > antara lain adanya keterlibatan faktor genetik, ras, > > perubahan pola makan dan pola aktifitas serta emosi. > > Keterlibatan faktor genetik relatif sulit dibuktikan. > > Diduga, ada kelompok masyarakat tertentu yang proses > > metabolisme tubuhnya relatif lebih lambat dibandingkan > > yang lainnya. Kondisi ini menyebabkan seseorang > > memiliki peluang lebih besar untuk menderita kegemukan > > dan obesitas. > > Sebuah penelitian di Amerika serikat menunjukkan bahwa > > kegemukan dan obesitas lebih banyak terdapat pada ras > > Afro-amerika dan Mexico-amerika dibandingkan ras > > lainnya. > > Pola makanan masyarakat di lingkungan perkotaan yang > > tinggi kalori dan lemak serta rendah serat, telah > > memicu peningkatan jumlah penderita kegemukan dan > > obesitas. Masyarakat di perkotaan yang cenderung > > sibuk, biasanya lebih menyukai mengkonsumsi makanan > > cepat saji, dengan alasan lebih praktis. Meskipun > > mereka mengetahui bahwa nilai kalori yang terkadung > > dalam makanan cepat saji sangat tinggi, dan di dalam > > tubuh kelebihan kalori ini akan dirubah dan disimpan > > menjadi lemak tubuh. > > Sesungguhnya, menu makanan tradisional masyarakat > > Indonesia yang terdiri dari kandungan energi berasal > > sekitar 9,6% berasal dari protein, 20,6% dari lemak > > dan selebihnya 68,6% berasal dari karbohidrat (Data > > Biro Pusat Statistik tahun 1990), telah sesuai dengan > > anjuran pola makan sehat menurut badan kesehatan > > se-dunia, WHO. > > Selain itu, kian berkurangnya aktifitas fisik juga > > berkontribusi terhadap peningkatan jumlah penderita > > kegemukan dan obesitas. Dalam kehidupan masyarakat > > modern -dengan dukungan teknologi dan sarana yang > > mutakhir, menyebabkan menurunnya aktifitas fisik. > > Penggunan elevator telah menggantikan fungsi tangga di > > berbagai instansi, perkantoran dan beberapa sarana > > umum. Adanya remote kontrol juga menyebabkan banyak > > orang tidak perlu beranjak dari tempatnya menonton > > televisi, jika ingin mengganti saluran.. Penggunaan > > alat transportasi bermotor juga telah menggeser peran > > sepeda. Akibatnya, sedikit sekali kalori yang dibakar > > akibat aktifitas fisik yang minim ini. > > Faktor emosi juga turut berkontribusi menyebabkan > > kegemukan dan obesitas pada diri seseorang. Saat > > seseorang merasa cemas, sedih, kecewa atau tertekan, > > biasanya akan cenderug mengkonsumsi makanan lebih > > banyak untuk mengatasi perasaan-perasaan yang tidak > > menyenangkan tadi. > > > > Apa bahaya yang timbul akibat kegemukan dan obesitas > > ini? > > Kegemukan dan obesitas diyakini berkaitan dengan > > berbagai penyakit degeneratif seperti penyakit payah > > jantung kongestif (Congestif heart failure), > > hipertensi, kencing manis (Diabetes melitus) tipe 2 > > dan penyakit radang persendian (Osteoartritis). > > Beberapa pasien anak-anak yang menderita kegemukan dan > > obesitas juga dilaporkan mengalami periode > > tidak-bernafas waktu tidur (Sleep apnea) yang dapat > > menurunkan mempengaruhi daya fikirnya di kemudian > > hari. > > WHO menyatakan bahwa kegemukan dan obesitas merupakan > > 1 dari 10 kelainan yang dapat dicegah yang berkaitan > > dengan berbagai macam penyakit atau kelainan > > degeneratif. Jadi sesungguhnya, kita dapat > > meminimalisasi efek negatif dari kelainan ini terhadap > > kesehatan, dengan memperbaiki pola makan dan > > meningkatkan aktifitas fisik. > > > > Bagaimana cara mengobati kegemukan dan obesitas? > > Prinsip terapi dari kegemukan dan obesitas adalah > > pengaturan pola makan (diet) yang sehat dan > > meningkatkan aktifitas fisik. Untuk itu, sebaiknya > > bagi Anda yang mengalami masalah ini, segera > > berkonsultasi kepada dokter, bahkan jika perlu seorang > > ahli gizi medik. Hal ini penting menentukan diet dan > > aktifitas fisik yang sesuai dan aman untuk Anda. > > Hindarilah mencoba mengatur sendiri diet yang terlalu > > ketat, karena hal ini seringkali menyebabkan tubuh > > kekurangan nutrisi. Upaya untuk mengkonsumsi > > obat-obatan pelangsing tubuh yang dijual secara bebas > > tidaklah selalu aman. > > Untuk mengurangi faktor risiko kesehatan yang > > disebabkan oleh kegemukan dan obesitas, beberapa > > metode sederhana ini mungkin bisa Anda coba: > > 1. Cobalah menggunakan tangga untuk mencapai > > ketinggian 2 lantai, dibandingkan menggunakan > > elevator, kegiatan ini akan membakar kelebihan kalori > > pada tubuh Anda. > > 2. Gunakanlah sepeda untuk mengunjungi rumah sahabat > > atau kerabat yang hanya berjarak beberapa blok dari > > rumah Anda, daripada menggunakan mobil. > > 3. Jika tetap harus menggunakan mobil, cobalah > > memarkirnya beberapa meter dari tempat tujuan, agar > > Anda bisa sedikit berjalan. > > 4. Biasakan untuk berolahraga ringan selama 30 menit > > per sesi, dengan frekuensi 3 kali seminggu. > > 5. Cegahlah penggunaan remote kontrol saat menikmati > > acara televisi atau hiburan musik dari soundsystem > > kesayangan Anda. Sedikit gerak saat mengganti saluran > > televis akan lebih menyehatkan tubuh Anda. > > 6. Makanlah saat mulai merasa lapar, dan berhentilah > > makan sebelum kekenyangan. Hindari sikap berlebihan > > dalam mengkonsumsi makanan. Ingatlah, setiap kelebihan > > kalori akan disimpan dalam bentuk lemak tubuh, dan > > berpotensi menjadi sumber penyakit. > > 7. Jika Anda menginginkan makanan ringan pada waktu > > senggang, pilihlah buah-buahan untuk menggantikan > > makanan ringan siap saji. Biasanya makanan ini > > mengandung kalori dan tambahan lemak yang tinggi. > > 8. Hentikan kebiasaan mengudap makanan ringan saat > > menonton tayangan televisi, sebab Anda akan kesulitan > > mengontrol jumlah kalori yang masuk melalui makanan > > tersebut. > > > > > > Genis Ginanjar Wahyu, dr > > > > Penulis lepas di harian umum Republika, majalah SAKSI > > dan majalah MQ. Saat ini sedang berupaya membentuk > > komunitas penulis di Fakultas Kedokteran Unpad > > dibawah naungan DKM Asy-Syifaa' Fakultas Kedokteran > > Unpad /RSHS. > > > > d.a Jalan Ahmad IV. No 28 Kelurahan Pamoyanan, > > kecamatan Cicendo, Bandung 40173 > > Telp: 0817825212/ (022)6034627 > > Nomor rekening Bank BNI Unpad 23384944 > > a.n Genis Ginanjar > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > __________________________________ > > Start your day with Yahoo! - Make it your home page! > > http://www.yahoo.com/r/hs > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery. http://us.click.yahoo.com/WpTY2A/izNLAA/yQLSAA/4tWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -------------------------------------------------- Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....]. Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
