Al-Qur’an Bicara Tentang Utuhnya Jasad Fir’aun, Ilmu
Modern Membenarkannya!!!
Sabtu, 28 Januari 06


Di dalam bukunya, “al-Qur’an Dan Ilmu Modern”, Dr
Morris Bukay* menyingkap adanya kesesuaian antara
informasi yang dipaparkan di dalam al-Qur’an mengenai
nasib Fir’aun yang hidup pada masa nabi Musa (setelah
ia tenggelam di laut) dan keberadaan jasadnya hingga
hari ini sebagai tanda kebesaran Allah terhadap alam
semesta ini. Dalam hal ini adalah firman Allah SWT,
“Maka pada hari ini, Kami selamatkan badanmu supaya
kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang
datang kami mengerjakannya, dan supaya kamu berdua
mempunyai kekuasaan di muka bumi? Kami tidak
mempercayai kamu berdua.”(QS.Yunus:92) 

Dr Bukay melanjutkan, “Riwayat versi Taurat yang
terkait dengan kisah keberangkatan bangsa Yahudi
bersama Musa AS dari Mesir menguatkan analisa yang
mengatakan bahwa Mineptah, pengganti Ramses II adalah
Fir’aun Mesir di masa nabi Musa AS. Penelitian medis
terhadap mummi Mineptah mengemukakan kepada kita
informasi penting lainnya mengenai apa kemungkinan
penyebab kematian Fir’aun ini. 

Sesungguhnya Taurat menyebutkan, jasad Fir’aun
tersebut ditelan laut, akan tetapi tidak memberikan
rincian mengenai apa yang terjadi setelah itu.
Sedangkan al-Qur’an menyebutkan bahwa jasad Fir’aun
yang dilaknat itu akan diselamatkan dari air
sebagaimana yang tertera dalam ayat di atas.
Pemeriksaan medis terhadap mummi ini menunjukkan,
jasad tersebut tidak berada dalam waktu yang lama di
dalam air sebab tidak ada tanda-tanda ia mengalami
kerusakan (pembusukan) total akibat terendam lama di
dalam air.** 

Dr Morris telah menyebutkan, “Hasil-hasil beberapa
penelitian medis mendukung analisa terdahulu. Pada
tahun 1975, di Cairo berhasil dilakukan pengambilan
salah satu sampel organ tubuh berkat bantuan berharga
dari Prof Michfl Durigon. Pemeriksaan yang sangat
teliti dengan microscop menunjukkan kondisi utuh yang
sangat sempurna dari objek penelitian itu. Juga
menunjukkan bahwa keutuhan yang sangat sempurna
seperti ini tidak mungkin terjadi andai jasad tersebut
berada (tenggelam) di dalam selama beberapa waktu,
bahkan sekali pun ia berada untuk waktu yang sekian
lama di luar air sebelum dilakukan langkah pengawetan
pertama. 

Kami sudah melakukan lebih dari itu dan menitikkan
perhatian pada pencarian kemungkinan yang menjadi
penyebab kematian Fir’aun di mana dilakukan penelitian
medis legal terhadap mummi tersebut berkat bantuan
Ceccaldi, direktur laboratorium satelit udara di Paris
dan Prof Durigon. 

Dalam pengecekan itu, tim medis berupaya mengetahui
sebab di balik kematian ‘ekspress’ akibat adanya memar
di bagian tengkorak kepala… 

Jelaslah, bahwa setiap penelitian-penelitian ini
sangat sesuai dengan kisah-kisah yang terdapat di
dalam kitab-kitab suci yang menyiratkan bahwa Fir’aun
sudah mati saat ombak menelannya.*** 

Dr Bukay juga menjelaskan aspek kemukjizatan kisah ini
dengan mengatakan, “Di zaman di mana al-Qur’an telah
sampai kepada umat manusia melalui jalur Muhammad SAW,
jasad-jasad setiap Fir’aun -yang di zaman modern ini
orang-orang masih ragu apakah benar mereka memiliki
hubungan dengan peristiwa keluarnya Musa AS ataukah
tidak?- ternyata masih tersimpan di dekat beberapa
kuburan di lembah raja-raja di Theeba di tebing
lainnya dari sisi sungai Nil di hadapan kota al-Aqshar
sekarang ini. 

Pada masa nabi Muhammad SAW, segala sesuatu tentang
masalah ini masih misterius. Jasad-jasad ini belum
tersingkap kecuali di penghujung abad 19 H.**** Dengan
demikian, jasad Fir’aun Musa yang hingga saat ini
masih dapat disaksikan dengan mata kepala dengan jelas
dinilai sebagai persaksian materil atas jasad yang
diawetkan milik seorang yang mengenal Musa AS, melawan
semua permintaannya bahkan melakukan pengejaran atas
pelariannya lalu mati di tengah aksi pengejaran itu.
Allah menyelamatkan jasadnya dari kepunahan total agar
menjadi pertanda kebesaran Allah bagi umat manusia
sebagaimana yang disebutkan al-Qur’an al-Karim.***** 

Informasi sejarah mengenai nasib jasad Fir’aun ini
tidak ada dalam pengetahuan manusia mana pun saat
al-Qur’an diturunkan bahkan sampai beberapa abad
setelah turunnya padahal ia telah dijelaskan di dalam
Kitabullah sebelum lebih dari 1400-an tahun lalu. 
WALLAHU A'LAM 



* Dokter berkewarganegaraan Perancis, ahli bedah dan
termasuk dokter paling terkenal di Perancis. Ia
memeluk Islam setelah melakukan penelitian secara
mendalam terhadap al-Qur’an al-Karim dan kemukjizatan
ilmiahnya 
** al-Qur’an Wa al-‘Ilm al-Hadits, Dr Morris Bukay 
*** Kitab al-Qu’an Wa al-‘Ilm al-Mu’ashir, Dr Morris
Bukay, (terjemah ke dalam bahasa Arab Dr Muhammad
Khair al-Biqa’iy) 
**** Dirasah al-Kutub al-Muqaddasah Fi Dhaw’i
al-Ma’arif al-Haditsah, Dr Morris Bukay, hal.269, Dar
al-Ma’arif, Cet IV, 1977, dengan sedikit perubahan
(dari asal versi bahasa Arabnya-red) 
***** Ibid.,

www.alsofwah.or.id



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk 
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].

Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, 
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]

Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke