Tubuhku Adalah Milikku
Wardiman Sujatmoko
Ada sebagian wanita yang berpendirian,
karena tubuhnya adalah miliknya maka ia bebas memperlakukan tubuhnya itu, bebas
menampilkan tubuhnya melalui dandanan yang sesuai dengan keinginannya di depan
publik.
Kisah nyata
berikut ini terjadi di sebuah apotek di bilangan Jakarta Barat. Seorang wanita
muda masuk ke dalam apotek dan langsung menuju petugas penerima resep. Ia
berpenampilan seksi, dengan rok pendek dan kaus ketat membalut sebagian
tubuhnya sehingga masih nampak bagian perut (pusar).
Setelah menyerahkan resep dokter, ia mengambil tempat duduk persis di sebelah
laki-laki muda yang sejak awal mengikuti kedatangan wanita muda ini dengan
tatapan matanya.
Dengan suara perlahan namun dapat didengar orang di sekitarnya, lelaki muda itu
membuka percakapan, “mbak tarifnya
berapa?”
Si perempuan muda nampak terkejut. Ia menatap dengan marah kepada lelaki tadi.
Kemudian dengan nada ketus menjawab, “saya
bukan pelacur, bukan wanita murahan...”!!
Si lelaki muda tak kurang marahnya. “Siapa
yang bilang mbak pelacur atau wanita murahan. Saya cuma menanyakan tarif,
karena cara mbak berdandan seperti sedang menjajakan sesuatu.”
Terjadi ‘perang mulut’
yang membuat pengunjung apotek ikut menyaksikan. Dengan nada tinggi si wanita
muda berkata ketus, “tubuh
saya milik saya, saya bebas mau ngapain aja dengan tubuh ini, dasar pikiranmu
saja yang kotor…”
Si lelaki muda tak mau kalah. “Saya bebas menggunakan mata saya. Saya juga bebas menggunakan
mulut saya termasuk untuk menanyakan berapa tarif kamu. Saya juga bebas
menggunakan pikiran saya...”
Si wanita muda tak kehabisan argumen. “Saya bisa melaporkan kamu ke polisi dengan tuduhan
telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan.”
“Silakan,” kata si lelaki. “Saya
juga bisa menuntut kamu dengan tuduhan melakukan perbuatan tidak menyenangkan,
antara lain karena kamu telah mengganggu ketenangan ‘adik’ saya.
Kamu ke apotek mau menebus obat atau mau membangunkan ‘adik’
saya?”
Mungkin karena malu, si wanita muda itu sekonyong-konyong meninggalkan apotek,
padahal urusannya sama sekali belum selesai. Sedangkan si lelaki, setelah
selesai dengan urusannya ia pergi ngeloyor dengan wajah bersungut-sungut.
Wardiman Sujatmoko
Jl. Melati V no. 63, Kapuk
Cengkareng, Jakarta Barat 11720
Sumber: Harian BERITA KOTA, edisi Rabu, 10 Mei 2006, Kapling Rakyat, hal. 10.
__._,_.___
--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
__,_._,___
|