It's only a transition... Dicky Kurniawan News Camera Person NEWS DIVISION PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV) Gd. Trans TV 3rd Fl. Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A Jakarta Selatan 12790 +628174964705 [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] http://tukangceritapagi.blogs.friendster.com/tukang_cerita_pagi/
----- Forwarded Message ---- From: mufthi akbar <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, November 23, 2006 2:01:57 PM Subject: [news] ledakan itu sdh diperingatkan!!! inilah Indonesia... was-was bakal kerepotan dan menanggung rugi ratusan miliar, kaki tangan Ical pun menjual Lapindo ke perusahaan yg berlokasi di Virgin Island (ga belajar dari kasus penjualan BCA) sejak Juni lalu, tiga minggu setelah semburan lumpur akibat keteledoran teknisi Lapindo, Walhi dan seorang ahli Geologi sudah mengingatkan bahaya pipa gas yang berada di sepanjang tanggul Lapindo. usai Tsunami datang baru gedebak-gedebuk masang early warning system inilah Indonesia... berikut rangkuman beberapa situs: situs Icmi 20 Juni 2006 http://www.icmi. or.id/ind/ index2.php? option=com_ content&do_pdf=1&id=452 Bahaya Lumpur Lapindo (Selasa, 20 Juni 2006) - Kontribusi dari Aziz Hamid Pembuangan lumpur ke sungai dinilai justru akan menimbulkan masalah baru di Sidoarjo. Apa itu? Ladang eksplorasi gas PT Lapindo Brantas dikhawatirkan ambles, lantas menimpa jalur pipa gas bawah tanah yang ada di bawahnya. Jika petaka itu terjadi, pasokan gas ke industri-industri di seantero Jawa Timur, bakal terhenti. Ledakan pipa gas juga akan memakan korban jiwa tak sedikit. Kecemasan ini cukup beralasan. Hingga Senin (19/6), atau tiga pekan sejak bencana terbetik, lumpur panas dari lokasi Sumur Banjar Panji 1 PT Lapindo di Porong, Sidoarjo, terus muntah. Sekitar 40 ribu meter kubik lumpur keluar dari perut Bumi saban harinya. Walhi Jawa Timur memperingatkan adanya rangkaian jalur pipa gas yang membentang sejauh 430 kilometer dari Pagerungan Sumenep hingga Gresik melalui Sidoarjo. Pipa gas ini memasok sekitar 80-100 ribu meter kubik gas per hari ke beragam sentra industri di Jatim. Pipa gas bersuhu 60-70 derajat Celcius. Bisakah urat nadi pasokan gas Jatim ini tertimbun? Andang Bachtiar, mantan ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) memperingatkan perlunya tim teknis bencana PT Lapindo melakukan riset soal ini. ''Perlu diketahui kapan tekanan di dalam lubang kembali stabil,'' terang dia. Ini, menurut Andang, terhitung penting. Sebab saat keseimbangan tekanan terjadi, ada tekanan yang justru hilang di area pemicu keluarnya lumpur. Ini memicu ketidakstabilan ruang dalam tanah. Oleh karena itu, menurut dia, tim teknis perlu menaksir apakah ketidakstabilan ruang ini dapat memicu runtuhnya tanah (drop). Perhitungan pun harus cermat, sebab proses ambrol biasanya terjadi pelan-pelan. Penting pula dihitung berapa kekuatan pipa. Apakah reruntuhan tanah bisa memicu bending (bengkok) pada pipa atau tidak. Jika ya, apakah itu dapat memicu fracture (retak) atau tidak. ''Perlu ada skenario terburuk untuk itu semua,'' papar dia. situs korantempo 7 Nov'06 http://www.korantem po.com/korantemp o/2006/11/ 07/Nusa/krn, 20061107, 30.id.html Pertamina Pindahkan Pipa Gas dari Semburan Lumpur SIDOARJO -- PT Pertamina akan memindahkan pipa gas yang berada di area sekitar semburan lumpur PT Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Pemindahan ini dilakukan karena pipa itu sudah terendam lumpur selama empat bulan lebih. Jika terus dibiarkan, pipa tersebut akan rusak dan mengganggu pasokan gas. "Kami akan pindahkan dalam waktu dekat," kata Direktur Hulu PT Pertamina Sukusen Sumarinda ketika meninjau jaringan pipa gas milik Pertamina di sekitar luapan lumpur di Sidoarjo kemarin. Jaringan pipa gas ini berada tepat di sisi selatan jalan tol Surabaya-Gempol atau sekitar 50 meter dari pusat semburan lumpur di Desa Renokenongo. Pipa gas dengan kapasitas 140 mmscft (million meter standard cubic feet) ini memanjang sejauh 350 kilometer. Pipa ini menyalurkan gas dari Pulau Kangean, Madura, melalui Selat Madura untuk memasok gas ke Gresik. Salah satu bagian pipa inilah yang melintasi area di sekitar semburan lumpur. Menurut Sukusen, pipa yang dibangun pada 1992 ini menjulur di darat sepanjang 70 kilometer dari pesisir laut Sidoarjo sampai Gresik. Tapi total pipa yang akan dipindahkan dari area semburan lumpur hanya sekitar 1,2 kilometer. Semula pipa dengan diameter 28 inci ini ditanam pada kedalaman 1,5 meter. Tapi, setelah terendam lumpur selama empat bulan, pipa itu terbenam sampai sembilan meter dari permukaan lumpur. Untuk keperluan pemindahan ini, Pertamina akan berkoordinasi dengan Tim Nasional Penanggulangan Lumpur. Tujuannya agar tidak mengganggu aktivitas penanganan lumpur. Seluruh biaya pemindahan pipa ini, kata Sukusen, dibebankan kepada PT Lapindo Brantas dengan cara klaim. Dia enggan menyebut berapa total biaya yang dibutuhkan. Pemindahan ini akan dilakukan secepatnya. "Kami khawatir kerusakan pipa semakin parah," katanya. Jika jaringan pipa rusak, otomatis pasokan gas di Jawa Timur akan terganggu. Yang paling dikhawatirkan adalah pipa meledak karena tekanan suhu panas dari lumpur. rohman taufiq situs Dinas Infokom Pemprov Jatim 11 Nov '06 http://www.d- infokom-jatim. go.id/media_ view.php? id=856 HUJAN DATANG, JALUR EVAKUASI DISIAPKAN DI ATAS TANGGUL Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur di Sidoarjo (Timnas PSLS) kini telah mempersiapkan jalur evakuasi di atas tanggul sebagai antisipasi untuk menghadapi musim hujan yang diperkirakan tiga hari lagi akan tiba. Selain itu, Timnas juga terus memperkuat tanggul dengan based coarse (lapisan atas pondasi dari batu kali) sebagai pengganti iron slag, menambah pompa penyedot lumpur hingga 10 unit, menambah tiga pipa 32 inchi dan memperlancar spill way. ............ ......... ......... ......... .. Pipa Gas Harus Direlokasi Timnas PSLS juga merekomendasikan kepada Pertamina agar secepatnya memindahkan pipa gas yang ada di sepanjang tol Porong-Gempol. Hal ini dikarenakan kondisi pipa yang telah tertimbun lumpur sedalam 8-10 meter itu dikhawatirkan telah mengalami keretakan atau kebocoran. “Paling lambat Januari 2007, pipa gas harus sudah direlokasi dari tol,” imbuh Basuki/ situs Media Indonesia 12 Nov'06 http://www.mediaind o.co.id/berita. asp?id=116297 Pipa Gas Pertamina di Porong Segera Direlokasi Penulis: Heri S SIDOARJO--MIOL: Rencana relokasi pipa gas yang terpendam di dalam tanah di jalan tol Porong-Gempol sudah direkomendasi Tim Nasional Penanggulangan Lumpur Panas Sidoarjo. Relokasi pipa gas yang terpendam antara delapan hingga sepuluh meter ini perlu dilakukan untuk menghindari kebocoran pipa akibat sering dilalui kendaraan berat. Sebab dengan seringnya dilalui kendaraan berat, pipa yang terendam di dalam tanah bisa terjadi pembengkokan atau kebocoran. "Relokasi pipa gas Pertamina ini sebenarnya juga sudah dimulai tetapi masih pada tahap penelitian," kata Ketua Timnas Penanggulangan Lumpur Panas Basuki Hadimuljono, Minggu. Basuki mengaku belum tahu pasti soal pipa gas mana yang akan direlokasi. Menurut dia, kewenangan merelokasi pipa tersebut ada pada pihak Pertamina. Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. ____________________________________________________________________________________ Do you Yahoo!? Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. http://new.mail.yahoo.com
