Note: forwarded message attached.
____________________________________________________________________________________
Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
http://new.mail.yahoo.com
--------------------------------------------------
Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk
menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....].
Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks,
kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--- Begin Message ---
http://asep.wordpress.com/2006/12/08/teknik-wawancara/
Teknik Wawancara
Pertama-tama tanyakan pada diri Anda, apa kegunaan dari wawancara
karena akan menentukan bentuk pertanyaan.
Apakah Anda mencari informasi yang luas, pribadi dan profesional dari
narasumber?
Apakah Anda mencari informasi mengenai topik tertentu dari narasumber?
Apakah Anda mencari reaksi atas sebuah berita yang sedang hangat?
Apakah Anda bermaksud membongkar lebih banyak fakta tentang sebuah
berita kontroversial yang melibatkan narasumber?
Gaya wawancara
Luas, pribadi, santai, tidak konfrontatif
Mencari informasi yang sangat spesifik, siapa, apa, mengapa, kapan, di
mana, atau memilih sudut pandang yang spesifik.
Wawancara `menodong' (the doorstop interview) sedikit pertanyaan dan
informasi yang didapat hati-hati dengan pertanyaan yang Anda
inginkan untuk narasumber. Jangan risaukan hal-hal mendasar seperti
siapa, apa, mengapa, kapan, di mana bila Anda sudah tahu jawabannya.
Wawancara rumit dan sulit, sering digambarkan sebagai wawancara yang
bersifat merugikan. Tidak dianjurkan untuk dilakukan oleh jurnalis
yang tidak berpengalaman, membutuhkan pengetahuan detil mengenai topik
yang dibahas. Bisa juga disusun sebagai wawancara yang tidak terlalu
agresif, namun tetap menjaga agar narasumber tidak mempermainkan
jawabannya.
Tips wawancara secara umum
Persiapan untuk wawancara dilakukan secara maksimal.
JANGAN terlalu terpaku pada kerangka wawancara hingga Anda tidak
mendengar dan bereaksi pada perkataan narasumber DENGARKAN!
Jangan takut menanyakan pertanyaan-pertanyaan bodoh. Jangan takut akan
keheningan. Tunggu narasumber merespon.
Lawan sebisa mungkin dorongan untuk mencatat di depan kamera atau alat
perekam. Jangan membuat jemu narasumber sebelum Anda mulai. Obrolkan
mengenai cuaca, atau apa saja di luar topik wawancara, hingga
kamera/alat perekam mulai merekam
Coba susun pertanyaan-pertanyaan mengenai subyek yang sulit dan
kontroversial sedemikian rupa sehingga narasumber harus memberikan
jawaban ya atau tidak.
Kemudian bila narasumber terpaksa menjawab ya/tidak untuk semua
pertanyaan Anda, kembali gunakan pertanyaan bagaimana, apa, mengapa,
kapan, di mana.
--- End Message ---