Wah, kalo sempet ngalamin  hal yang kaya gini, langsung di tantangin aja kalo 
misalnya dia polisi beneran. Minta kartu identitasnya, paling tidak coba tes 
singkatan salah satu pangkat kepolisian. Atau yang gampang ajak sekalian ke 
Polsek Tamansari di sekitaran Glodok. Dan ada juga pos polisi di deket jembatan 
glodok. Jangan takut kalo ente yang bakal ketangkep, polisi ga mau juga nangkep 
pembeli. kalopun bener polisi, paling resikonya barang bajakannya aja yang di 
tahan...

ps: Polisi juga kalo abis razia barang bajakan, sampe kantor langsung jadi 
rebutan....
 
It's only a transition...
---lagibelajarliputankriminal---
Dicky Kurniawan
News Camera Person
NEWS DIVISION
PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV)
Gd. Trans TV 3rd Fl.
Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790
+628174964705
[EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED]
tukangceritapagi.blogs.friendster.com/tukang_cerita_pagi/
omongkosongku.blogspot.com  
 



----- Original Message ----
From: Bondan Jahdi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]
Sent: Wednesday, December 13, 2006 9:10:37 AM
Subject: [sma1bks] Fwd: Fw: [Staff Boleh] INFO : HATI-HATI BELI CD & DVD DI 
MANGGA DUA!!



---------- Forwarded message ----------
Date: Dec 13, 2006 9:09 AM
Subject: Fw:  [Staff Boleh] INFO : HATI-HATI BELI CD & DVD DI MANGGA DUA!!



Asalamualaikum wr. Wb.
 
Hati-hati bila anda habis membeli cd dan dvd mangga dua karena sekarang ada 
modus baru pemerasan dengan mengaku sebagai polisi yg sedang razia cd bajakan
 
Kejadian ini terjadi pada hari Minggu, 10 Desember 2006 jam 13.30 wib
 
Waktu itu saya mau pulang dari mangga dua habis membeli cd2 program desain 
(kebetulan saya hobi mendesain) dan harddisk lalu menuju stasiun pangeran 
jayakarta dengan berjalan kaki. Saat itu saya tidak merasa ada yang membututi 
saya, karena itu saya tidak ada perasaan curiga. Lagi pula saya terbiasa ke 
mangga dua bila sendiri selalu pulangnya ke stasiun tersebut dan saat itu saya 
Cuma memakai kaos oblong, jeans dan sandal jepit tanpa memakai jam tangan.
 
Saat saya sedang menunggu kereta saya men-cek cd2 yg saya beli dengan bonnya 
takutnya ada yg tertinggal, kemudian tidak berapa lama kereta datang kemudian 
saya masuk dan menyusuri gerbong untuk mencari bangku yang kosong dan akhirnya 
ada satu bangku kosong dan saya langsung duduk dibangku itu tetapi ternyata ada 
bapak2 yang cukup besar yg memaksa duduk disebelah saya, saat saya masih belum 
curiga.
 
Tiba2 orang itu menanyakan apakah saya habis beli cd, saya pikir hanya 
pertanyaan biasa maka saya jawab iya, lalu dia meminta saya untuk mengeluarkan 
tersebut dia bialng dia ingin lihat lalu saya berikan dan dia bilang dia adalah 
polisi yg sedang merazia cd bajakan, saat itu ada temannya satu lagi yg cukup 
besar juga menghampiri saya. Sebenarnya saya ingin menanyaka kartu identitas 
kalau memang benar mereka itu oknum polisi, tapi entah kenapa saya tidak berani 
mungkin saya sudah di desak 2 orang yg besar2 sehingga menyiutkan nyali saya. 
Jika saya lari nanti malah saya nanti diteriakin maling. Akhirnya oknum 
tersebut menahan cd saya dan meminta saya untuk membuat surat pernyataan di 
kantor polisi.
 
Saat kereta berhenti di gondangdia saya diminta turun bersama mereka, ternyata 
ada temannya satu lagi yag ikut turun jadi total mereka ada 3. Lalu saya dibawa 
keluar stasiun. Anehnya saat keluar stasiun saya dimintai karcis oleh petugas 
tetapi oknum2 tersebut dibiarkan lewat saja, ini membuktikan kalo petugas2 
tesebut sudah kenal dengan oknum2 itu. Sampai di luar stasiun tiba2 mereka 
menyetop taksi mirip2 bluebird, saya tidak merperhatikan taksi apa karena saat 
itu saya panik. Lalu saya disuruh masuk ke taksi tsb, satu duduk di depan dan 
saya duduk ditengah belakang dengan dihimpit oleh mereka berdua. Lalu mereka 
meminta supir taksi itu untuk ke arah Kelapa Gading.
 
Sepanjang perjalanan mereka menginterogasi saya layaknya seorang polisi dan 
mereka bilang saya akan masuk penjara, tapi mereka tidak berbicara dengan kasar 
melainkan berbicara biasa saja seperti orang yg sedang memberi nasehat. 
Kemudian tas saya dibongkar begitu juga dengan dompet saya tapi mereka tidak 
mengambil apa2 dan mengembalikan lagi dompet saya. Akhirnya negosiasi dimulai 
dengan mereka menawarkan kalau ingin dibantu saya harus membayar sebesar Rp 5 
juta. Saya katakan ya sudah kalau memang harus begitu. Saya tidak berani 
menolak mereka akan bawa saya ke kantor polisi tapi dalam pikiran saya nanti 
mereka malah membawa saya ke sutau tempat dimana nanti malah saya dilukai, saya 
berusaha menurti kemauan mereka agar mereka tidak mengapa2kan saya. Akhirnya 
salah dari mereka meminta kartu ATM dan PIN saya yang kebetulan saat itu saya 
sedang membawa kartu ATM Bank Permata dan lagi saya baru ingat saat itu 
saldonya 3 kali lebih banyak sdari yg mereka minta. Dan akhirnya taksi
 berhenti di gedung BNI di daerah Rawamangun sebelum Arion Plaza jika dari arah 
pulo gadung. Si oknum memutuskan untuk mengambil di ATM BNI karena tidak ada 
ATM permata di daerah kecuali di Arion Plaza tapi mungkin mereka tidak mau 
ambil resiko di tempat keramaian. Saya di dalam taksi dijaga oleh 2 orang dan 
satu orang ke ATM. Saya berpikir saat itu habis lah semua tabungan saya. Dan 
saya terus berdoa agar tidak d lukai oleh mereka.
 
Sehabis mereka menguras ATM saya (saat itu kartu ATMnya saya minta kembali) 
kemudian salah satu dari mereka agak memaksa untuk menggunakan kartu kredit 
saya untuk dibelikan handphone tetapi saya memohon agar jangan digunakan Karena 
saya rasa uang dari ATM saya sudah lebih dari yang mereka minta dan benar satu 
dari mereka mengatakan "tidak usah lah, sudah cukup!", mungkin Karena tidak 
jadi menggunakan kartu kredit saya dia meminta hp cdma saya dan uang yang ada 
di dompet saya kalau tidak salah ada sekitar 300 ribu dan saya hanya diberi 
ongkos pulang 10 ribu. Mungkin karena mereka sudah merasa cukup lalu saya 
diturunkan sebelum di perempatan pramuka.
 
Saat itu saya bingung mau ke mana, akhirnya saya pergi ke Arion Plaza untuk 
mengecek sisa saldo ATM saya sekalian mau ambil buat ongkos pulang. Setelah di 
cek, Alhamdulillah ternyata mereka hanya bisa mengambil sekitar 9 jutaan karena 
sebelumnya saya di mangga dua sudah menarik 900 ribuan, karena limit kartu saya 
satau hari Cuma bisa menarik 10 juta. Karena tidak ada ongkos buat pulang 
akhirnya saya menelpon teman saya dan dia mau menjemput saya dan saya 
memutuskan untuk menunggunya di dalam wartel karena saat itu saya masih syok 
dan merasa paranoid dengan keadaan di luar. Akhirnya teman saya datang barulah 
saya merasa lega dan aman.
 
Dari kejadian tersebut saya berkesimpulan kalo mereka itu kemungkinan besar 
adalah adalah oknum2 iseng karena dari cara mereka menginterogasi sudah 
terlihat professional dan lagi pula kalo mereka memang penjahat saat di taksi 
pasti mereka langsung meminta ATM saya dan melukai atau mungkin saya bisa saja 
dibunuh. Dan daerah operasi mereka di mangga dua dan sekitarnya. Saat itu saya 
bersyukur karena saya masih sehat walafiat tanpa kurang sesuatu apapun walaupun 
saya harus kehilangan harta tapi saya ikhlaskan saja karena harta masih bisa di 
cari tapi kalau nyawa? Karena itu saya memutuskan untuk tidak melaporkan 
masalah ini ke polisi karena kemungkinan duit saya tidak balik malah saya 
keluar duit lagi. Lagi pula ini mungkin yang di Atas sedang menegur saya.
 
Karena itu saya sarankan :
-          Jika anda berpergian jangan pernah sendirian minimal ajak teman 1 
orang
-          Bawalah duit secukupnya
-          Jika harus membawa kartu ATM, bawalah yang saldonya minim
-          Jika keluar dari mall (bila naik kendaraan umum) awasi sekitar kita, 
apakah ada yang mencurigakan
-          Segera ke arah pos penjagaan jika memang merasa dibuntuti
 
Mohon di sebarluaskan email ini agar tidak jatuh kembali korban2 berikutnya
 
Wassalam..       
 
Best Regards,
 
Rian Rahardi






 
____________________________________________________________________________________
Any questions? Get answers on any topic at www.Answers.yahoo.com.  Try it now.

Kirim email ke