Mewujudkan Wisata Medis di Bandung*
Kota Bandung merupakan salah satu destinasi wisata yang menarik di Indonesia. Jarak tempuh yang hanya sekitar 2,5 jam dari Jakarta, menjadikan Bandung selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah, terutama di akhir pekan. Selain potensi wisata kuliner, fesyen, panorama alam serta sejarah, kota Bandung memiliki satu potensi wisata lain yang belum terkelola, yakni wisata medis (medical tourism). Potensi Wisata Medis di Bandung Kota Bandung memiliki banyak rumah sakit dengan dukungan para tenaga kesehatan profesional di bidangnya. Hampir di tiap belahan kota, mulai dari Bandung Timur hingga Utara, terdapat beberapa rumah sakit dengan kualifikasi yang baik. Bahkan di jalan Pasir Kaliki terdapat rumah sakit rujukan tertinggi di Jawabarat, yakni Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Kota Bandung juga memiliki satu rumah sakit bertaraf internasional di daerah Kebon Jati, yakni Rumah Sakit Internasional Santosa Bandung. Selain itu, di kota Bandung juga terdapat rumah sakit khusus mata bertaraf nasional, yakni Rumah Sakit Mata Cicendo. Sedangkan di daerah Tubagus Ismail, terdapat rumah Sakit khusus Ginjal Ainun Habibi. Singkatnya, kota Bandung memiliki sejumlah fasilitas serta tenaga kesehatan yang sangat memadai untuk mewujudkan wisata medis. Belajar dari Singapura Kita perlu belajar dari Singapura yang telah sukses dalam mengembangkan wisata medis. Setiap tahunnya, jutaan dollar masuk ke cadangan devisa negara ini melalui pintu wisata medis. Melalui serangkaian terobosan seperti sistem antar-jemput pasien dari bandara ke rumah sakit tujuan, fasilitas medical chek-up yang telah dan semakin membudaya, penyediaan alat-alat penunjang diagnostik mutakhir, hingga penyertaan unsur wisata melalui reservasi penginapan bagi pasien dan keluarganya, telah berhasil meyakinkan publik bahwa Singapura adalah pilihan wisata medis yang tepat. Setiap tahunnya, pasien dari luar Singapura, termasuk dari Indonesia, mengujungi negeri itu untuk ”sekedar” menjalani medical chek-up sambil berbelanja melalui sejumlah paket wisata medis yang disesuaikan dengan daya beli konsumen. Sesungguhnya hal tersebut sangat memungkinkan untuk kita lakukan di Bandung, mengingat fasilitas dan daya dukung tenaga kesehatan yang kita miliki tidak kalah kualitasnya dengan Singapura. Pertanyaannya, seberapa besar keseriusan kita dalam mengelola wisata medis ini? Hambatan dan Tantangan Demi mewujudkan wisata medis yang profesional di kota Bandung, diperlukan adanya kerjasama antara pemerintah kota Bandung -dalam hal ini dinas pariwisata, dan instansi kesehatan (rumah sakit dan institusi pendidikan kesehatan) serta dukungan dari masyarakat Bandung. Pemerintah kota Bandung misalnya, wajib menyiapkan segala infrastruktur serta regulasi yang mendukung terealisasinya ide tersebut. Kota Bandung memiliki sejumlah masalah yang mesti segera dicari solusinya, antara lain kemacetan lalu lintas serta populasi anak jalanan serta pengamen yang terus meningkat. Masalah kemacetan di beberapa ruas jalan utama, terutama di akhir pekan, adalah konsekuensi logis dari buruknya pengelolaan sarana transportasi umum di kota ini. Solusi untuk menyiapkan sejumlah sarana transportasi masal, seperti Buslane, diharapkan mampu mengurangi kemacetan. Selain itu, pemerintah kota Bandung perlu membatasi jumlah populasi kendaraan pribadi yang terus meningkat setiap tahunnya, antara lain dengan menerapkan pajak bertingkat bagi para pemilik kendaraan bermotor lebih dari satu. Sedangkan alternatif solusi atas meningkatnya jumlah pengamen dan anak jalanan yang potensial menimbulkan kerawanan sosial dan ketidak-nyamanan bagi para wisatawan, dapat ditempuh melalui upaya pembinaan kesenian, terutama kesenian daerah yang kini mulai di tinggalkan oleh masyarakat. Para pengamen ini dapat berdayakan sebagai pengisi acara-acara kesenian dan kebudayaan daerah di beberapa tempat wisata dalam event-event tertentu. Bagi instansi kesehatan, ide wisata medis adalah tantangan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan berkualitas yang berorientasi pada kepuasan konsumen. Untuk itu, para pengelola instansi kesehatan perlu memikirkan upaya penyediaan alat-alat penunjang diagnostik mutakhir, sistem pembiayaan kesehatan yang terjangkau, serta upaya peningkatan kompetensi medis para tenaga kesehatan secara berkesinambungan. Poin terakhir dapat dicapai melalui kerjasama dengan isntitusi pendidikan kesehatan, terutama dalam bidang pendidikan dan penelitian. Penutup Mengingat besarnya potensi yang dimiliki oleh kota Bandung menjadi tujuan wisata medis di Indonesia, diperlukan adanya kerjasama antara pemerintah kota, instansi kesehatan serta dukungan masyarakat luas. Para stake holders perlu segera memetakan segala potensi yang dimiliki, membuat perencanaan pengembangan wisata medis yang realistis dan terukur, serta bersama-sama merealisasikannya. Tidak menutup kemungkinan, kelak wisata medis ini akan menjadi primadona pendapatan asli daerah kota Bandung. Semoga. dr. Genis Ginanjar Wahyu Penggagas Forum Studi Jurnalistik dan Kesehatan Fakultas Kedokteran Unpad d.a Jalan Sukagalih 2 No. 11 Sukajadi, Bandung telp. 022 2036186/ 0817825212 No rek 1030363322 Bank Muamalat Indonesia Cab. Cihampelas a.n Genis Ginanjar *Tulisan ini dimuat Majalah Percikan Iman edisi Januari 2007 ____________________________________________________________________________________ Expecting? Get great news right away with email Auto-Check. Try the Yahoo! Mail Beta. http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/newmail_tools.html -------------------------------------------------- Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Bekasi, forum untuk menambah teman, saudara, sahabat, dan [.....]. Jika ingin berhenti menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Ingin menerima email dari sma1bks, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/sma1bks/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
