Klo dah pernah dapet sori yach
 
Cheers
@ji
 
 
Perempuan dan Cinta

"Mengajar perempuan mencintai atau mengasihi serupa dengan membimbing
air mencari tempat yang rendah". Mungkin itulah penggambaran yang tepat
terhadap salah satu sosok makhluk Allah yang satu ini. Sungguh pula para
sufi mengakui bahwa Cinta Kasih adalah sifat yang lebih menonjol yang
dimiliki kaum perempuan dibandingkan pada lelaki. Sampai ada pula yang
mengatakan "Hanya satu seni yang dimahiri perempuan, yaitu mencintai dan
dicintai". Itulah sepertinya yang menjadi sebab sehingga Allah
menganugerahi perempuan kemampuan menangis, cemburu, dan berduka serta
kesediaan berkorban untuk kekasih melebihi anugerah-Nya kepada lelaki
karena air mata mengundang kasih dan cinta, pengorbanan menyuburkannya,
cemburu menghangatkannya, sedangkan duka cinta tidak terobati kecuali
dengan cinta pula. "Tidak diketahui sesuatu yang begitu diperhatikan dan
mantap pada diri perempuan melebihi cinta". (Abu Muhammad Ibnu Hazm).

Banyak penyair, seniman maupun filosof dari kaum adam menyemai perempuan
dengan perkara cinta dan kasih, dengan lautan bahasa indah sebagai
visual yang tepat dalam penggambaran sosok perempuan. Ibnu Hazm seorang
ulama dari Andalusia dalam riwayatnya mengalami jatuh cinta yang pertama
kepada jariat (pembantunya), lalu menikahinya. Namun ketika istrinya
meninggal dunia, ia larut dalam kesedihan dan menangis berbulan-bulan,
padahal menurut pengakuannya ia adalah orang yang sulit mencucurkan air
mata. Ia jatuh sakit sekian lama, bahkan kehilangan sebagian ingatannya,
walaupun kemudian sembuh. Beliau mengungkapkan "Demi Allah, hingga kini
aku tidak pernah lagi merasa bahagia. Kehidupan setelah kepergiannya
tidak nyaman lagi. Aku terus mengenangnya dan tidak lagi menemukan
kesenangan dari selainnya". Demikian besarnya aura cinta yang menyebar
dari perempuan, sehingga tidak mengherankan Aisyah sedemikian cemburunya
karena Cinta Rasulullah kepada Khadijah.
Bagi perempuan, cinta adalah harapan, bahkan hidup adalah cinta,
sehingga perempuan bersedia berkorban demi cintanya. Dia bersedia
meninggalkan Ayah dan Ibu serta saudara-saudaranya demi mengikuti suami
atau kekasih yang dicintainya. Sejarah mencatat nama Rabi'ah al-Adawiyah
sebagai perempuan Pencinta Tuhan yang agung.
Agaknya memang benar adanya. Cinta tidak dapat diukur dan dideteksi,
namun dapat dirasakan melalui gejala-gejala psikologis, sifat-sifat,
perilaku dan pengaruh yang diakibatkan pada diri seseorang yang
mengalaminya. Untuk itu, sebagian pakar mengatakan "Keterangan tentang
cinta, bukanlah cinta." Cinta tidak dapat dilukiskan, tetapi harus
dialami agar diketahui.

Di dalam Al-Quran, kata yang paling banyak menunjuk cinta adalah kata
hubb, yang terulang sebanyak 93 kali. Ada analisa yang menarik tentang
kata ini. Hubb/cinta dalam bahasa Arab terdiri dari dua huruf, yaitu ha'
dan ba'. Huruf ha' terucapkan melalui akhir kerongkongan yang merupakan
sumber suara. Tempat keluar itu tidak jauh dari jantung/hati yang
merupakan sumber cinta, sedangkan huruf ba' lahir dari pertemuan kedua
bibir yang merupakan akhir tempat keluarnya suara. Dengan demikian, kata
ini (hubb) menghimpun awal dan akhir sekaligus mengisyaratkan bahwa
cinta adalah awal perasaan yang berlanjut hingga akhirnya. (Jalaluddin
Abdurrahman as-Sayuthi)
Cinta adalah fitrah, naluri dalam diri manusia. Tidak ada rasa takjub
dan menyenangkan dalam diri manusia yang lebih dalam daripada senang dan
rasa takjub karena dicintai dan mencintai.
Masa lalu cinta sangat terhormat, sedemian terhormatnya sehingga cinta
hampir-hampir dirahasiakan. Cinta diungkap dalam surat-surat cinta yang
disampaikan oleh orang yang sangat dipercaya, bahkan dikirim melalui
burung-burung merpati yang terlatih. Surat-surat itu ditulis dengan
menggunakan air mata dan tinta, atau tinta dicampur dengan sedikit
embusan ludah atau darah, lalu dikemas sedemikian rupa sehingga bukan
saja terlihat indah, melainkan juga sangat rahasia.

Cinta mengundang dan mendorong pencinta untuk melakukan aneka aktivitas
terpuji, seperti keberanian, kedermawanan, pengorbanan dan sebagainya.
Cinta melahirkan gerak positif. Dengan demikian, ia adalah kehidupan dan
kebahagiaan. Karena itu, sungguh tepat ungkapan yang menyatakan "Jika
anda tidak mencintai dan tidak mengetahui apa cinta maka jadilah batu
karang yang kukuh kering kerontang". Inilah yang mengundang para pemikir
dan ulama membicarakan cinta dan membahasnya. Karena itu pula anda tidak
perlu heran menemukan ulama yang dituduh kaku dalam pandangan agama,
justru berbicara dengan sangat indah tentang cinta, bahkan larut dalam
cinta karena cinta seperti itulah yang dikehendaki agama dan moral. 
Cinta mestinya berakhir dengan kematian yang dicintai. Bahkan, al-Qur'an
menggambarkan cinta suami istri yang beriman berlanjut terus kendati
setelah kematian. "Sesungguhnya penghuni-penghuni surga pada hari itu
dalam kesibukan, lagi sangat senang. Mereka bersama pasangan-pasangan
mereka berada dalam tempat yang teduh bertelekan di atas dipan-dipan"
(Qs. Yasin 55-56). 
Meskipun cinta dapat putus dengan kematian, kesetiaan dan kenanganmanis
harus terus berlanjut. Ketika Nabi Muhammad saw berhasil memasuki kota
Mekah dengan kemenangannya, beliau berkunjung ke lokasi rumah istri
beliau, Khadijah ra., yang belasan tahun wafat, padahal tiada lagi yang
tersisa kecuali lokasinya. Demikian contoh kesetiaan, cinta pertama dan
utama Nabi Muhammad saw.
Cinta saat ini telah terjadi kekaburan yang jauh terhadap makna cinta
yang tinggi dan suci. Cinta menjadi komoditi yang diperjualbelikan.
Cinta dalam kondisi manusia saat ini menjadi alat bukan lagi cinta.
Cinta adalah rasa, yang berbeda sekali dengan alat yang tidak memiliki
rasa. Cinta bukanlah permintaan untuk memenuhi keinginan sesaat, tetapi
ia adalah pemberian, kedermawanan, dan pengorbanan tanpa pamrih. Fakta
berkata, korban paling banyak di sini adalah perempuan, makhluk yang
mestinya paling tinggi dan dalam rasa cintanya. 

Disadur dari buku "Perempuan", M. Quraish Shihab
( Deni Irawan - red)

 

Noverto Aji Prasetyo 
Sales Planner

PT Frisian Flag Indonesia
Jl. Raya Bogor Km. 5 Pasar Rebo
Jakarta 13760 
Phone  +62 (21) 8410945, 8400611 (ext. 245) 
Fax     +62 (21) 8410895, 8400225

mailto:[EMAIL PROTECTED]
www.frieslandfoods.co.id <http://www.frieslandfoods.co.id/> 


 

#####################################################################################
This e-mail message has been scanned for Viruses and Content and cleared 
by NetIQ MailMarshal
#####################################################################################

Kirim email ke