Jakarta,  9 Maret 2007 15:32
GATRA

Ulama dan budayawan KH Achmad Mustofa Bisri mengingatkan masyarakat, di tengah 
bencana yang melanda Tanah Air, agar tidak sibuk mencari-cari kesalahan orang 
lain.
 
 "Kepada semuanya-lah saya ingatkan lagi, jangan kita sibuk menyalahkan orang 
lain sehingga kita lupa dan tidak sempat untuk meneliti kesalahan diri 
sendiri," katanya, usai memimpin zikir dan doa bersama usai Sholat Jumat di 
Masjid Istiqlal Jakarta, yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 
Wapres Jusuf Kalla dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu.
 
 Gus Mus, panggilan akrab Mustofa Bisri, mengatakan, bencana dan musibah yang 
dialami bangsa Indonesia tidak perlu dikaitkan dengan siapa pemimpinnya.
 
 Tokoh kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) tersebut menambahkan bahwa musibah 
beruntun yang melanda bangsa Indonesia merupakan cobaan dari Allah.
 
 "Karena itu, kita mohon kepada Allah, kita tidak kuat kalau cobaan itu terlalu 
`keras`. Kita sekarang ini kan tidak hanya diperingatkan saja tetapi sudah 
disentil," kata pimpinan Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Kabupaten 
Rembang, Jawa Timur.
 
 Karena itu, selain melakukan instrospeksi, pria kelahiran Rembang, 10 Agustus 
1944 itu, mengajak semua pihak untuk melakukan apa saja yang bisa dilakukan 
untuk kemajuan bangsa, termasuk berdoa untuk keselamatan bangsa.
 
 Ia juga berharap, langkah yang dilakukan Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono-Wapres Jusuf Kalla dan jajaran menteri kabinet tersebut bisa menjadi 
langkah awal untuk melakukan tobat nasional.
 
 "Mudah-mudahan, di daerah-daerah kan juga sudah mulai dilakukan," kata Gus Mus 
yang mengaku kehadirannya di Masjid Istiqlal itu karena diundang langsung oleh 
Presiden Yudhoyono.
 
 Bukan azab
 Sebelumnya di tempat yang sama, Dirjen Bimas Islam Depag, Prof Dr Nasaruddin 
Umar MA dalam khotbah Jumat-nya, menyatakan berbagai musibah yang dialami 
bangsa Indonesia belakangan ini bukanlah merupakan azab atau hukuman dari Allah 
SWT.
 
 "Berbagai musibah itu merupakan cobaan dan pembelajaran bagi bangsa Indonesia 
untuk menuju masa depan yang lebih baik," katanya.
 
 Menurut dia, musibah yang terjadi di Indonesia lebih bernuansa positif untuk 
menambah keimanan. "Hikmahnya bisa juga sebagai pencuci perbuatan dosa sehingga 
di akherat bisa lebih `ringan`," katanya.
 
 Dalam khutbahnya, Nasarudin juga mengajak umat untuk bersikap bijak dalam 
menghadapi setiap musibah serta senantiasa meminta pertolongan kepada Allah 
atas musibah yang terjadi.
 
 "Hamba yang sejati tidak pernah berburuk sangka pada Allah dan tidak pernah 
mencari "kambing hitam", tapi belajar dan mengambil hikmah dibalik musibah 
itu," katanya. [TMA, Ant]            
 
---------------------------------
Expecting? Get great news right away with email Auto-Check.
Try the Yahoo! Mail Beta.

Kirim email ke