Nice to read......
 
 
cheers
@ji
 
 
www.JakartaButuhRevolusiBudaya.com 

"ESQ adalah Ultimate Intelligence (puncak kecerdasan) dan dengan itu
seorang insan kamil
mampu bekerja secara cerdas dan penuh keikhlasan dalam memberikan
pelayan terbaik, demi tercapainya tujuan perusahaan. Saya selalu
mengajak teman-teman kami untuk membaca dan mendalami ESQ beserta
Trainingnya."
--Indra Setiawan mantan Dirut PT. Garuda Indonesia yang menjadi
tersangka dalam kasus kematian pejuang HAM Munir--

Dalam
artikel ini saya tidak ingin membahas mengenai Indra Setiawan dalam
kaitannya dengan pembunuhan Munir dan saya juga tidak mengajak Anda
mendalami lebih jauh mengenai ESQ tetapi saya ingin mengajak anda
melihat fenomena ESQ dalam melakukan REVOLUSI BUDAYA!.

ESQ (emotional dan spritual Question) adalah fenomena yang sangat
powerful
dan luar biasa yang diperkenalkan oleh Ary Ginanjar Agustian. Fenomena
ini telah membius para pemimpin perusahaan untuk membawa karyawannya
mengikuti Training ESQ. Konsep yang dibawa ESQ mengenalkan konsep
trilogi iman, islam, dan ihsan dalam keselarasan dan kesatuan Tauhid
dengan menggunakan model mekanisme yang sistematis untuk me-manage body,
mind and soul secara integral.

Sebenarnya apa yang menarik dari konsep ESQ sehingga konsep ini bisa
demikian Fenomenal? Pada dasarnya konsep ESQ sama dengan konsep yang
diajarkan secara tradisional tetapi yang sedikit membedakannya adalah
ESQ mengenalkan konsep "revolusi budaya" dalam kehidupan sehari-hari.
Bagaimana nilai-nilai ketuhanan dalam Asmaul Husna dibawa dalam
perilaku sehari-hari seperti kejujuran, integritas, tanggung-jawab,
kebijaksanaan, inspirasi, semangat kerja keras, dll. Nilai-nilai inilah
yang kemudian dikenalkan oleh Ary sebagai nilai ilahiah yang ada dalam
diri manusia. Konsep ketuhanan tidak hanya menjadi nilai filosofis,
tetapi harus dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari (the way of life).
Shalat harus dapat mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar,
puasa harus dapat membuat manusia menjadi orang yang waras, zakat harus
menjadikan manusia lebih peduli terhadap sesama, dan sehingga pada
akhirnya ibadah dapat melahirkan value of life (kejujuran, integritas,
dll) untuk tiap individu dan good culture
dalam masyarakat. Dengan konsep inilah Ary telah berhasil membuat
banyak korporasi yang mengalami kemajuan atau pertumbuhan setelah
mengikuti Training ESQ.

Revolusi Budaya ESQ!

Revolusi budaya yang dilakukan oleh ESQ dapat membuat kita sedikit
berbangga hati karena tidak sedikit masyarakat dari berbagai kalangan
usia yang mengalami perubahan setelah mengikuti Training ESQ, mereka
menjadi lebih baik dalam perilaku sehari-hari dan bukan tidak mungkin
apabila pada nantinya impian Ary untuk menciptakan generasi emas bisa
tercapai.

Revolusi budaya yang dilakukan oleh ESQ tidak jauh berbeda dengan apa
yang dilakukan dan dikembangkan oleh para powerful leader (spiritualis)
di belahan dunia lainnya, seperti:

1. Soichiro Honda, pendiri Honda Motor dan pemimpin dari 43
perusahaan di 28 negara. Ia tidak memiliki harta pribadi dan tinggal di
rumah sederhana. Bahkan ia tidak memberikan warisan kepada anak-anaknya
kecuali mengajarkan kepada mereka agar sanggup berusaha sendiri dan
hidup mandiri. INILAH REVOLUSI BUDAYA!!!

2. Konosuke Matsushita, pendiri dan pemimpin bisnis raksasa kelas
dunia Grup Matsushita. Di akhir hayatnya, Ia menyumbang 291 juta US
Dollar dari kantongnya dan 99 US Dollar dari kas perusahaan untuk
kepentingan kemanusiaan. Moto hidupnya adalah Life isn't only for bread.
INILAH REVOLUSI BUDAYA!!!

Mereka bisa saja membangun imperium bisnis kelas dunia dan mereka
pun memiliki kekayaan yang luar biasa tapi mengapa mereka mempunya
perilaku yang luar biasa baiknya, kejujuran, integritas, disiplin,
peduli terhadap sesama dan yang tidak kalah pentingnya mereka hidup
dalam kondisi yang sederhana? Saya rasa jawabannya adalah para powerful
leader
di dunia mengkombinasikan kekuatan intelektualitas (IQ) dan kecerdasan
emosional (EQ) dan melandasinya dengan keikhlasan spritualitas yang ada
pada diri mereka. INILAH REVOLUSI BUDAYA ESQ.

Revolusi Budaya bukan untuk mengambil hak seseorang agar tidak
menjadi kaya dan sukses, tetapi Revolusi budaya adalah jalan untuk
mencapai kehidupan yang lebih bahagia, terus berusaha menjadi lebih
baik, baik dan lebih baik lagi tanpa menginjak hak orang lain. Revolusi
Budaya mencoba menyadarkan manusia untuk kembali pada ajaran agama:
berlaku baik dan memperjuangkan sesama. Jika manusia berbuat sesuatu
yang indah (deliver the best) tentunya itu bukanlah untuk
kepentingan Allah melainkan manusia sendirilah yang akan mendapatkan
kenikmatan melalui upaya penyerasian terhadap sifat-sifat terdalam
(fitrah) miliknya.

"Jika kamu berbuat baik, berarti kamu berbuat baik untuk dirimu
sendiri, dan jika kamu berbuat buruk maka sebenarnya keburukan itu
adalah bagi dirimu sendiri".

Tidak ada manusia yang luput dari dosa dan kesalahan tetapi akan
selalu ada jalan untuk kembali dan berbuat kebaikan. Kecerdasan manusia
ada pada hasratnya adalah untuk berubah menjadi lebih baik.

Jakarta Butuh Revolusi Budaya. Harus.

By Udiot


Noverto Aji Prasetyo 
Sales Planner

PT Frisian Flag Indonesia
Jl. Raya Bogor Km. 5 Pasar Rebo
Jakarta 13760 
Phone  +62 (21) 8410945, 8400611 (ext. 245) 
Fax     +62 (21) 8410895, 8400225

mailto:[EMAIL PROTECTED]
www.frieslandfoods.co.id <http://www.frieslandfoods.co.id/> 


 

#####################################################################################
This e-mail message has been scanned for Viruses and Content and cleared 
by NetIQ MailMarshal
#####################################################################################

Kirim email ke